* Bagaimanakah Cara Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran?

Bagaimanakah Cara Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran?

Blogdope.com – Pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Ini penting untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Lalu bagaimana cara menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran?

Kriteria capaian tujuan pembelajaran dikembangkan pada saat perencanaan asesmen. Baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ataupun modul ajar.

Cara Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

tujuan pembelajaran
Cara Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Artikel Terkait: Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Dalam membuat atau memilih instrumen asesmen, kriteria ketercapaian merupakan salah satu petimbangannya.

Mengingat belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran merupakan deskripsi kemampuan yang perlu ditunjukkan peserta didik. Sekaligus sebagai bukti bahwa peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.

Oleh sebab itu, pendidik tidak disarankan menggunakan angka mutlak sebagai kriteria. Pemerintah menyarankan penggunaan deskripsi.

Meskipun demikian jika dibutuhkan maka pendidik diperbolehkan menggunakan interval nilai.

Dengan demikian kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan oleh pendidik.

Pendekatan Pengembangan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Pengembangan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan. Misalnya:

Pertama, menggunakan deskripsi, sehingga bila peserta didik tidak mencapai kriteria dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran.

Kedua, Pendekatan menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Ketiga, Menggunakan skala atau interval nilai sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.

Adapun contoh pendekatan-pendekatan di atas misalnya digambarkan pada ilustrasi berikut.

Baca : Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

“Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia fase C, peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara.

Pendekatan 1 – Menggunakan Deskripsi Kriteria

Dalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan berupa:

1. Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas.

2. Hasil laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis. Disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.

Kriteria ketuntasan tersebut kemudian diwujudkan dalam rubrik seperti di bawah ini.

Pendekatan 2 – Menggunakan Rubrik

Misalnya dalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan yang terdiri dua bagian, yaitu isi laporan dan penulisan.

Selanjutnya diwujudkan dalam rubrik yang memuat empat tahap pencapaian: 1) baru berkembang, 2) layak, 3) cakap, 4) mahir.

Pada setiap tahapan tersebut terdapat deskripsi yang menjelaskan performa peserta didik.

Pendidik dapat menggunakan rubrik ini mengevaluasi laporan yang dihasilkan peserta didik.

Pendekatan 3 – Menggunakan Interval Nilai

Ketercapaian tujuan pembelajaran yang diukur menggunakan interval nilai dapat menggunakan rubrik maupun nilai dari tes.

Terlebih dahulu ditentukan interval nilai dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk peserta didik.

Misalnya, untuk nilai yang berasal dari nilai tes tulis, pendidik menentukan interval nilai. Setelah memperoleh hasil tes, pendidik dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik. Selanjutnya menentukan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.

Interval Nilai Deskripsi Tindak Lanjut
0 – 40% Belum Mencapai Remedial di seluruh bagian
41 – 65% Belum Mencapai Ketuntasan Remedial di bagian yang diperlukan
66 – 85% Sudah Mencapai Ketuntasan Tidak perlu remedial
86 – 100% Sudah Mencapai Ketuntasan Perlu pengayaan atau tantangan lebih

Sebagai contoh, bila peserta didik dapat mengerjakan 16 dari 20 soal dengan bobot yang sama), maka ia memperoleh nilai 80%. Kesimpulannya peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.

Pendidik dapat juga menggunakan interval nilai yang diolah dari rubrik. Seperti dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat menetapkan empat kriteria ketuntasan:

Baca Juga : 

Guru Wajib Tahu: Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka

1. Peserta didik menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut.

2. Dapat menunjukkan hasil pengamatan yang jelas.

3. Mampu menceritakan pengalaman secara jelas.

4. Dapat menjelaskan hubungan kausalitas yang logis, disertai dengan argumen yang dapat meyakinkan pembaca.

Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4).

Rubrik Ketercapaian Peserta Didik

Selanjutnya pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan rubrik untuk menentukan ketercapaian peserta didik.

Asumsinya untuk setiap kriteria memiliki bobot yang sama. Sehingga pembagi merupakan total dari jumlah kriteria dan nilai maksimum.

Satuan pendidikan dan/atau guru dapat memberikan bobot sehingga penghitungan disesuaikan dengan bobot kriteria.

Setelah memperoleh nilai, baik dari rubrik maupun dari nilai tes, pendidik dapat menentukan interval nilai. Kemudian dipakai untuk menentukan ketuntasan dan tindak lanjut sesuai intervalnya.

Itulah paparan mengenai cara menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Admin berharap semoga uraian cara menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan Anda.

Pastikan Anda telah subscribe email ke blogdope.com untuk memperoleh informasi terbaru yang pastinya bermanfaat.

Terima kasih.

 

Sumber: Kemendikbud

Leave a Reply