* Beginilah Cara Menulis Teks Eksposisi yang Tepat - BlogDope.com

Beginilah Cara Menulis Teks Eksposisi yang Tepat

Blogdope.comBeginilah Cara Menulis Teks Eksposisi yang Tepat. Menulis, termasuk di dalamnya menulis teks eksposisi, merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa. Jenis keterampilan berbahasa lainnya dapat Anda simak pada artikel Keterampilan Menulis dalam Bahasa Indonesia Bagian 2.

Keterampilan menulis menjadi tagihan wajib bagi peserta didik pada banyak jenjang.

Pada kesempatan kali ini, admin akan memaparkan cara menulis teks eksposisi yang benar, mudah, dan tepat.

Sebelumnya pastikan Anda telah subscribe email ke blogdope.com untuk memperoleh update artikel dan informasi terbaru.

Cara Menulis Teks Eksposisi yang Tepat

cara mudah menulis teks eksposisi
Cara Menulis Teks Eksposisi yang Mudah dan Tepat

Artikel Terkait: Simak, Beginilah Cara Mudah Menyimpulkan Isi Teks Eksposisi

Kita dapat menemukan banyak sekali pengertian menulis menurut para ahli.

Misalnya, menurut Saleh Abbas (2006: 125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis.

Agar dapat menghasilkan karya tulis yang bermutu, seseorang membutuhkan banyak sekali latihan menulis.

Tulisan bermutu tidak dapat dihasilkan secara instan.

Sama halnya dengan menulis teks eksposisi. Memperbanyak latihan menulis teks eksposisi akan menghasilkan tulisan teks eksposisi dengan kualitas bagus.

1. Menulis Teks Eksposisi

Untuk dapat menulis teks eksposisi, terlebih dahulu harus kita perhatikan beberapa hal penting terkait teks eksposisi, langkah-langkah menulis teks eksposisi, dan sajian contoh teks eksposisi.

Menulis teks bahasa Indonesia, termasuk di dalamnya teks eksposisi, harus memperhatikan struktur teks` dan kaidah kebahasaan teks eksposisi.

Struktur teks eksposisi disusun dengan berawalan penyajian tesis (isu, masalah, ataupun pernyataan yang bersifat umum).

Kemudian diikuti dengan rangkaian argumentasi atau pendapat beserta fakta-fakta yang menguatkan. Selanjutnya diakhiri dengan penegasan ulang.

Anda dapat membaca kembali artikel mengenai Struktur Teks Eksposisi untuk memperdalam pemahaman terhadap teks eksposisi.

Sedangkan aspek kaidah kebahasaan teks eksposisi selengkapnya dapat Anda baca pada artikel Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi.

Lalu, bagaimanakah langkah-langkah menulis teks eksposisi yang tepat? Simak penjelasannya berikut ini.

2. Langkah-langkah Menulis Teks Eksposisi

langkah menulis teks eksposisi
Penjelasan Langkah-langkah Tepat Menulis Teks Eksposisi

Baca : Penting untuk Dipahami: Pengertian Teks Eksposisi, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya

Dalam menulis teks eksposisi, kita harus mengikuti langkah-langkah baku penulisan teks eksposisi. Adapun langkah-langkah menulis teks eksposisi selengkapnya di bawah ini.

a. Menentukan tema atau topik atau masalah yang akan dibahas.

Kita perlu menentukan tema atau topik dalam menulis teks eksposisi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kita dapat fokus pada isi tulisan.

Penentuan topik tulisan memiliki rambu-rambu tertentu. Adapun rambu-rambu pemilihan topik teks eksposisi mencakup hal-hal berikut.

1) Data faktual, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis. Terutama tentang bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan sebagainya.

2) Suatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta.

b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih.

Setelah menentukan tema dan tujuan penulisan, langkah menulis teks eksposisi berikutnya adalah mengumpulkan data atau bahan yang diperlukan.

Bahan atau data dapat diperoleh dari buku, majalah, pencarian di internet, surat kabar, ataupun melalui wawancara langsung.

c. Mendata topik-topik yang terkait dengan isu.

Langkah menulis teks eksposisi berikutnya adalah mendata topik-topik yang terkait dengan isu.

Topik-topik tersebut dicatat berdasarkan hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan sebelumnya.

d. Merumuskan judul.

e. Menyusun kerangka karangan

Sebelum menulis karangan eksposisi, terlebih dahulu perlu membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.

Kemudian setelah kerangka teks eksposisi tersusun, kita kembangkan secara lebih lengkap dan rinci.

Pengembangan secara lengkap ini bertujuan agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan. Ingat, teks eksposisi harus bersifat informatif, objektif, dan logis.

Dalam teks eksposisi, pengarang lebih menjelaskan maksud dari topik yang dipilih. Dengan menyertakan bukti-bukti konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.

f. Mengembangkan kerangka karangan menjadi teks eksposisi.

Contoh Teks Eksposisi yang Tepat

Berikut admin sajikan beberapa contoh teks eksposisi agar Anda semakin memahami bagaimana cara menulis teks eksposisi yang tepat.

Contoh 1

Mengolah Sampah Rumah Tangga

Sampah rumah tangga dibagi menjadi dua, yaitu sampah cair dan sampah padat. Sampah padat bisa diartikan sebagai sampah organik yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri. Misalnya plastik, kaleng, kertas, botol, tisu dan lain sebagainya.

Sedangkan sampah cair adalah limbah berbentuk cair seperti limbah kamar mandi, mencuci piring atau mencuci pakaian. Sebenarnya sampah bisas dikelola, tetapi sayangnya, masih banyak yang tidak mengetahui cara pengelolahan sampah rumah tangga tersebut.

Akibatnya, sampah hanya dibuang percuma dan tidak menghasilkan manfaat apapun bahkan menjadi limbah yang berbahaya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya menanamkan pengetahuan mengenai pengelolahan sampah rumah tangga kepada setiap anggota keluarga. Bukan saja orang dewasa, anak-anak.

Cara Pengolahan Sampah

Ada beberapa cara untuk memberikan pengetahuan tentang pengolahan sampah tersebut. Salah satu caranya adalah melalui sosialisasi pada pertemuan warga. Hal lain yang dapat dilakukan adalah memberi edukasi kepada masyarakat melalui pamphlet, slogan, iklan, maupun poster yang dipasang di tempat-tempat ramai. Selain itu, juga dapat dilakukan melalui tanyangan video.

Materi pengelolaan sampah yang dapat diberikan kepada masyarakat, yaitu, bagaimana mengurangi menggunakan barang yang sampahnya tidak bisa didaur ulang. Misalnya, mengurangi pembelian air minum kemasan dan menggantinya dengan membawa air minum dari rumah.

Selain itu, mereka juga dapat diberi pemahaman mengenai pengelolaan sampah dengan cara menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan. Misalnya, menggunakan botol bekas untuk wadah minyak, menggunakan kembali tas plastik yang masih bisa digunakan, dan lain-lain. Selanjutnya, pegelolaan sampah dengan cara mendaur ulangnya.

Misalnya, memanfaatkan barang bekas sebagai handmade atau hiasan. Dengan menanamkan ketiga cara pengelolaan sampah tersebut. Diharapkan masyarakat lebih tahu mengenai pengelolahan sampah dan mulai menerapkannya dalam kehidupan.

Rumah tangga adalah salah satu penghasil sampah anorganik yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengelolahan sampah secara mandiri atau individu dalam kehidupan keluarga sangat penting. Kegiatan yang bisa dilakukan seperti yang sudah diuraikan di atas, yakni, pengurangan pemakaian sampah platik, penggunakan ulang bahan bekas, dan daur ulang. Secara perlahan akan tumbuh kesadaran individu untuk mengolah sampah dengan baik, pada akhirnya, akan tercipta lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah.

Contoh 2

Tarian Daerah Tergerus Tarian Modern

Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dari mulai tarian, musik, adat, bahasa, dan lain sebagainya. Kita seharusnya bangga dengan kekayaan budaya tersebut. Oleh karena itu perlu disyukuri dan lestarikan. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi.

Namun yang berkembang saat ini banyak orang yang sudah mulai mengabaikan bahkan melupakan kebudayaan bangsa seperti halnya tarian tradisional. Tak sedikit anak muda yang malah lebih senang menarikan tarian modern daripada tarian tradisional.

Dari waktu ke waktu, tarian tradisional sudah mulai tertutupi oleh adanya tarian modern. Tarian tradisional kini sudah kurang dilirik lagi, bahkan anak-anak hingga kaum muda kini sudah lebih mengenal tarian modern daripada tarian tradisional. Padahal jika kita cermati bersama, tari-tarian tradisional ini memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Bahkan tak sedikit negara lain yang ingin mengklaim tari-tarian yang kita miliki seperti contoh beberapa waktu lalu tari pendet yang berasal dari bali yang diklaim oleh negara Malaysia, itu semua menunjukan bahwa budaya tari yang kita miliki sangat mempunyai pengaruh besar.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan kecintaan kepada tari-tarian tradisional membuat perlahan demi perlahan eksistensinya berkurang atau bahkan punah tak dapat di nikmati lagi.

Fenomena Tergerusnya Tarian Tradisional

Akhir-akhir ini negara kita sedang mengalami arus globalisasi yang cukup kuat memengaruhi seluruh generasi muda kita seperti munculnya tari-tarian modern seperti harlem shake, atau tarian K-Pop yang membuat mereka lebih tertarik untuk mempelajarinya. Bahkan tak sedikit orang yang beramai-ramai membuat video tentang tarian tersebut dan diunggah di yuotube atau jejaring sosial lainnya.

Mereka adalah generasi penerus yang seharusnya bisa memfilter budaya yang masuk ke dalam budaya kita, bukan malah menikmati tarian tersebut bahkan hingga membuat video dan menguggahnya ke jejaring sosial dan mungkin mereka tidak tahu asal usul adanya tarian tersebut.

Parahnya, gerakan-gerakan tari tersebut kadang tidak sesuai dengan moralitas bangsa kita, misalnya gerakan-gerakan yang mengandung pornoaksi dan mengumbar aurat.

Melihat fenomena ini kita memang tak lantas dapat menyalahkan masyarakat yang lebih memilih menarikan tarian modern daripada tari tradisional yang kita miliki. Oleh karena itu, perlu ada penanaman dini tentang kecintaan terhadap budaya Indonesia khususnya seni bertari seperti mengenalkan seluruh tari-tarian tradisional agar setelah mereka mengenal lalu mereka tertarik untuk mempelajari selanjutnya. Atau kalau perlu diadakan ekstrakurikuler di setiap sekolah tentang tarian tradisional.

Kita sebagai bangsa Indonesia khususnya pelajar harus bisa memilah-memilah, dan menyaring budaya-budaya yang masuk ke Negara kita. Ikuti yang positif dan buang yang negati, tidak sekedar ingin mengikuti tren tanpa memfilter terlebih dahulu. Sudah saatnya kita mengembangkan dan melestarikan kembali tarian tradisional, jika tidak ingin budaya kita yang kaya itu punah.

Nah, itulah paparan lengkap mengenai bagaimana cara menulis teks eksposisi yang tepat. Admin berharap semoga sajian cara menulis teks eksposisi tersebut dapat menambah luas pengetahuan dan wawasan Anda.

Terima kasih sudah berkenan berkunjung ke blogdope.com. Nantikan update artikel-artikel berikutnya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply