Biografi Singkat Alfred Bernard Nobel Penemu Dinamit

Blogdope.com – Biografi Singkat Alfred Bernard Nobel Penemu Dinamit

Dinamit mengambil peranan penting dalam kehidupan manusia, utamanya di bidang pertambangan dan pembangunan. Tahukah Anda siapa yang menemukannya? Berikut biografi singkat Alfred Bernard Nobel penemu dinamit.

Dinamit banyak digunakan untuk meledakkan struktur batu yang sangat kuat dan tidak mungkin dilakukan dengan bantuan alat / mesin.

Oleh karena pentingnya peranan dinamit dalam kehidupan manusia, maka ada baiknya mengetahui biografi singkat Alfred Bernard Nobel penemu dinamit.

Pranala Hidup Alfred Bernard Nobel

biografi singkat alfred bernard nobel penemu dinamit

Alfred Bernard Nobel berasal dari sebuah keluarga sederhana. Beliau dilahirkan di Stockholm Swedia pada tanggal 21 Oktober 1833.

Garis keturunan dari kakeknya merupakan penduduk asli Nobbelov, sebuah desa kecil dan letaknya terpencil di bagian paling belakang Swedia.

Kakek Alfred Bernard Nobel menempuh pendidikan tinggi di Universitas Uppsala pada tahun 1682. Selama proses studi tersebut ia mengenal dan jatuh cinta pada putri rektor pada universitas tersebut.

Hingga akhirnya pasangan itu menikah sehingga lahirlah ayah Alfred Bernard Nobel yang bernama Emmanuel Nobel.

Ayah Alfred Bernard Nobel juga berprofesi sebagai ilmuwan dan penemu.

Letak tempat tinggal yang jauh dari pusat kota dan pemerintahan serta terpencil, tidak menyurutkan keinginan untuk belajar pada keluarga tersebut.

Setiap anggota keluarga dan garis keturunan Nobel selalu menuntut ilmu ke manapun, meskipun jarak yang jauh tetap ditempuh.

Keluarga Alfred Bernard Nobel bermigrasi ke sebuah kota di negara Rusia, yaitu St. Petersburg. Mereka tinggal dan menetap di sana sembari mengadu nasib. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1942.

Alfred Bernard Nobel memperoleh pendidikannya tidak di sekolah formal. Melainkan lebih banyak memperolehnya dari guru privat.

Minat belajar ilmu pengetahuan yang tinggi mampu mengantarkan Alfred Bernard Nobel menjadi seorang ahli kimia yang terkenal dan disegani. Sebuah predikat terhormat yang disandangnya mulai dari usia 16 tahun. Sebuah usia yang masih teramat muda.

Alfred Bernard Nobel menguasai beberapa bahasa asing dan mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa-bahasa itu. Beberapa bahasa yang dikuasainya diantaranya Bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, dan Bahasa Swedia.

BACA JUGA :   Biografi Singkat Alexander Graham Bell Penemu Telepon

Kecerdasan yang tinggi dari Alfred Bernard Nobel tidak lepas dari pengamatan ayahnya. Hingga pada akhirnya sang ayah memberikan kesempatan kepada Alfred Bernard Nobel untuk memperdalam ilmunya.

Alfred Bernard Nobel selanjutnya menuntut ilmu di Paris, Perancis pada tahun 1950. Proses belajar di Paris diselesaikannya dalam waktu satu tahun. Berikutnya Alfred Bernard Nobel belajar selama empat tahun di Amerika Serikat.

Selama di negara Amerika Serikat, Alfred Bernard Nobel menempuh pendidikan di bawah bimbingan John Ericsson.

John Ericsson merupakan insinyur terkenal di Amerika Serikat. Ia adalah perancang dan pembuat kapal perang monitor, sebuah kapal perang terkuat pada masanya.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya, Alfred Bernard Nobel kembali ke kota St. Petersburg dan bekerja di pabrik milik ayahnya.

Kerjasama ayah dan anak di pabrik tersebut menghasilkan banyak karya, salah satu diantaranya adalah alat peledak mirip dengan ranjau dan juga ranjau laut. Alat peledak ini pada akhirnya banyak dibeli oleh Pemerintah Rusia untuk keperluan perang.

Dilatarbelakangi keberhasilan menemukan dan memproduksi alat peledak tersebut, Alfred Bernard Nobel berpikir untuk menemukan sesuatu yang baru. Akan tetapi terkendala oleh biaya penelitian dan pengembangan mengingat pada masa itu perang sedang berkecamuk.

Pada suatu ketika, usaha keluarga Alfred Bernard Nobel mengalami kebangkrutan. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1859. Hingga pada akhirnya keluarga ini memutuskan untuk kembali ke negara asalnya, yaitu Swedia.

Sejarah Penemuan Dinamit

Dalam usaha untuk merancang dan menemukan sesuatu yang baru, pada tahun 1861 Alfred Bernard Nobel memutuskan untuk pergi ke kota Paris, Perancis. Hal ini ia lakukan dalam rangka penggalangan dana pembuatan bahan peledak berbahan baku nitrogliserin.

Usahanya untuk menggalang dana berhasil memperoleh dukungan dana dari seorang sponsor. Kemudian Alfred Bernard Nobel bersama ayahnya membangun sebuah pabrik penghasil nitrogliserin di Helenoborg sebuah kota kecil di dekat Stockholm.

Melalui serangkaian percobaan yang tak lelah dilakukannya, Alfred Bernard Nobel berhasil menemukan pemicu atau detonator alat peledak berbahan baku nitrogliserin yang diproduksinya.

detonator dinamit

Keberhasilan yang diperolehnya bukannya tanpa pengorbanan. Bahkan pengorbanan yang teramat besar sepanjang hidupnya.

BACA JUGA :   Biografi Singkat Isaac Newton Pencetus Hukum Gravitasi

Rumah Alfred Bernard Nobel meledak pada tanggal 3 September 1864. Kejadian ini dipicu oleh aktivitas Alfred Bernard Nobel yang sedang merakit pemicu atau detonator.

Adik bungsu Alfred Bernard Nobel turut tewas dalam peristiwa ledakan tersebut bersama dengan empat orang asistennya.

Selang kurang lebih empat tahun setelah peristiwa ledakan yang memusnahkan rumah dan menewaskan adiknya, ayah Alfred Bernard Nobel meninggal dunia.

Peristiwa ledakan maut yang terjadi di pabrik Alfred Bernard Nobel membuat pemerintah Swedia pada akhirnya mengeluarkan larangan pembangunan pabrik baru oleh Alfred Bernard Nobel.

Meskipun sudah dinyatakan dilarang untuk membangun pabrik baru oleh pemerintah Swedia, Alfred Bernard Nobel tetap meneruskan percobaan-percobaannya dari sebuah kapal tongkang.

Jerih payah dan kegigihan Alfred Bernard Nobel pada akhirnya berbuah manis.

Alfred Bernard Nobel berhasil menemukan sebuah teknik pembuatan bahan peledak yang lebih aman serta memiliki sifat tahan terhadap goncangan. Bahan peledak tersebut kemudian dikenal dengan nama dinamit.

Penemuan bahan peledak yang dikenal dengan nama dinamit oleh Alfred Bernard Nobel tersebut pada akhirnya memberikan manfaat yang teramat besar dalam beragam bidang kehidupan.

Pembangunan-pembangunan fisik misalnya pembukaan jalan, pertambangan, pembuatan terowongan di kaki bukit banyak memanfaatkan penggunaan dinamit.

Setelah mereguk keberhasilan dengan penemuan dinamit, Alfred Bernard Nobel tidak berhenti sampai di situ. Ia terus berinovasi untuk menemukan hal-hal baru.

Hingga akhirnya pada tahun 1887, Alfred Bernard Nobel berhasil menemukan mesiu yang tidak menimbulkan asap.

Bahan mesiu yang tidak berasap ini kemudian banyak diadopsi sebagai dasar pembuatan senjata api.

Perolehan keuntungan dari produksi dan hak paten atas karyanya berupa dinamit dan mesiu tidak berasap sangat besar. Keuntungan ini kemudian dijadikan modal oleh Alfred Bernard Nobel untuk terus berinovasi dan mengembangkan penemuan-penemuan baru lainnya.

Sepanjang karirnya, Alfred Bernard Nobel memiliki kurang lebih 355 hak paten atas karya-karyanya. Selain itu Alfred Bernard Nobel juga memiliki 90 buah pabrik yang tersebar pada 50 negara di lima benua di seluruh dunia.

Kekayaan Alfred Bernard Nobel pada masa itu sungguh luar biasa dan tidak dapat dibayangkan.

BACA JUGA :   Biografi Singkat John Dalton Pencetus Teori Atom Modern

Akan tetapi kekayaan yang luar bisa tersebut tidak lantas membuat Alfred Bernard Nobel lupa diri, berfoya-foya. Beliau tetap hidup sederhana dan lebih senang menyumbangkan sebagian besar hata kekayaannya untuk kemanusiaan.

Hadiah Nobel

Sepanjang hidupnya Alfred Bernard Nobel tidak pernah menikah.

Ilmuwan terkenal ini wafat dalam keadaan kesepian pada tanggal 10 Desember 1896 di San Remo, Italia.

Sebelum meninggal, Alfred Bernard Nobel menulis sebuah surat wasiat. Surat wasiat yang sangat bersejarah, karena dengan surat wasiat inilah namanya menjadi abadi sampai sekarang.

Dalam surat wasiat yang ditinggalkannya tersebut, Alfred Bernard Nobel menyatakan mewariskan sebagian kekayaannya untuk dunia demi kepentingan kemanusiaan serta ilmu pengetahuan.

Keinginan terakhir Alfred Bernard Nobel tersebut kemudian terwujud dalam bentuk hadiah Nobel (Nobel Award). Hadiah Nobel diberikan kepada tokoh-tokoh yang berhasil berjasa kepada dunia dalam bidangnya masing-masing.

Tradisi pemberian hadiah Nobel dimulai pada tanggal 10 Desember 1902. Tokoh pertama yang berhasil memenangkan hadiah Nobel adalah ilmuwan terkenal dalam bidang Fisika, yaitu Rontgen. Beliau adalah ilmuwan yang menemukan sinar X.

Selain bidang Fisika, terdapat beberapa bidang lain yang termasuk dalam kategori perlombaan untuk memperoleh hadiah Nobel. Bidang-bidang tersebut adalah Kimia, Kedokteran, Kesusastraan, Eknomi, dan Perdamaian.

Dana dan pengelolaan untuk kepentingan hadiah Nobel dilakukan oleh sebuah yayasan bernama Yayasan Nobel. Akan tetapi yayasan ini tidak berwenang dan tidak berhal untuk memutuskan pemenang hadiah Nobel.

Hadiah Nobel (Nobel Award) terdiri atas medali emas, surat tanda penghargaan, dan sejumlah uang.

Demikian artikel mengenai Biografi Singkat Alfred Bernard Nobel Penemu Dinamit. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *