Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala

Blogdope.com – Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala

buku saku asesmen diagnosis kognitif berkalaSektor pendidikan termasuk sektor yang terimbas pandemi Covid-19 yang merambah hampir di seluruh dunia. Modul Asesmen Diagnosis Pembelajaran Awal Matematika Kelas 10.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengambil kebijakan untuk menyelenggarakan program Belajar Dari Rumah (BDR). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisasi penularan dan penyebaran Covid-19.

Kebijakan yang tertuang dalma program Belajar Dari Rumah (BDR) diyakini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kognitif dan non-kognitif peserta didik.

Diharapkan dengan perkembangan kognitif dan non-kognitif peserta didik tersebut dapat merubah wajah pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Hanya saja pelaksanaan program Belajar dari Rumah (BDR) tidak serta merta dapat berhasil tanpa halangan.

Luasnya wilayah geografis Indonesia yang dilengkapi dengan beragamnya kondisi sosial ekonomi masyarakat, kemudahan mengakses teknologi, serta wilayah sebaran Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan program BDR.

Menyikapi hal tersebut, maka perlu dilakukan asesmen untuk mengukur sejauh mana hambatan dan kelemahan peserta didik pada pelaksanaan program BDR.

Asesmen yang dilakukan mencakup aspek kognitif dan juga aspek non-kognitif agar program pembelajaran benar-benar sesuai dengan kondisi yang dialami oleh peserta didik.

Keluaran dari program asesmen yang dilakukan akan menjadi dasar bagi guru untuk merancang dan menetapkan perlakuan serta strategi pembelajaran yang akan dilaksanakan terhadap masing-masing peserta didik.

Sedangkan sebagai tindak lanjut hasil asesmen yang telah dilakukan, maka diadakan program remedial dan/atau pengayaan.

Program remedial dan/atau pengayaan dilaksanakan untuk memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal proses belajarnya.

Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala disusun agar guru memperoleh tambahan inspirasi, wawasan, dan juga pedoman untuk mempersiapkan, melaksanakan, melakukan diagnosis, dan menindaklanjuti proses asesmen.

Keberadaan Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala diharapkan dapat menjadi modul penguatan penerapan prinsip “teaching at the right level” selama masa pandemi Covid-19.

Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala

Pengertian Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala

Asesmen diagnosis kognitif berkala merupakan bentuk kegiatan asesmen atau penilaian yang bertujuan untuk mengukur serta mendiagnosis kemampuan dasar peserta didik dalam mempelajari sebuah topik dalam suatu mata pelajaran.

Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa dalam kegiatan asesmen diagnosis dapat mencakup lebih dari satu topik bahasan.

Misalkan: asesmen diagnosis kognitif untuk Bahasa Inggris kelas VII bisa mencakup topik salam atau Greetings saja, atau memuat seluruh topik bahasan pada mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VII.

Kegiatan asesmen diagnosis kognitif merupakan kegiatan asesmen diagnosis yang dilaksanakan secara rutin dan teratur setiap kali seorang guru memperkenalkan topik pembelajaran baru pada suatu mata pelajaran.

Meski demikian, asesmen diagnosis kognitif juga dapat dilakukan pada akhir pembahasan sebuah topik, atau mengambil waktu yang lain selama masih dalam semester yang sama secara berkala (bisa setiap dua minggu, setiap bulan, setiap triwulan).

Keberadaan buku saku asesmen diagnosis kognitif berkala juga diharapkan bisa menjadi pedoman bagi seluruh guru untuk menyusun dan merancang bentuk asesmen diagnosis sederhana.

Mengapa Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala Diperlukan?

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik pada sebuah kelas pembelajaran berbeda-beda.

Kita dapat menemukan peserta didik yang memiliki kemampuan untuk memahami sebuah topik pembelajaran lebih cepat daripada rata-rata peserta didik yang lain, pun dengan sebaliknya.

Dalam sebuah kelas juga ditemukan peserta didik yang membutuhkan waktu relatif lebih lama daripada peserta didik lain dalam memahami sebuah topik pembelajaran.

Di sisi lain, seorang peserta didik yang memiliki kemampuan untuk memahami sebuah topik pembelajaran lebih cepat daripada peserta didik yang lain belum tentu cepat pula dalam memahami topik pembelajaran lainnya.

Dengan melaksanakan kegiatan asesmen diagnosis kognitif berkala dapat dipetakan kemampuan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas secara lebih cepat. 

Hasil akhirnya adalah peta kemampuan pemahaman peserta didik dalam mempelajari topik pembelajaran.

Peta kemampuan peserta didik dalam mempelajari topik pembelajaran selanjutnya akan menjadi dasar bagi guru untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan peserta didik.

Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala memuat tiga tahap petunjuk pelaksanaan asesmen diagnosis berkala yang terdiri atas: 

(1) Persiapan;

(2) Pelaksanaan;

(3) Diagnosis dan Tindak Lanjut.

Sumber Referensi Mengenai Asesmen Diagnosis Kognitif

Bapak/ibu guru juga dapat mengakses tautan di bawah ini untuk mendapatkan referensi lebih banyak mengenai asesmen diagnosis kognitif berkala. 

Bagi Anda yang ingin mengunduh Buku saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala dapat memperolehnya DISINI.

Baca juga: Modul Asesmen Diagnosis Pembelajaran Awal Matematika Kelas 10 SMA/MA

Demikian artikel mengenai Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...