Cara Belajar yang Efektif dan Efisien

Pengantar

Tuhan menciptakan setiap manusia dalam kondisi yang berbeda-beda dan dengan keterbatasan yang beragam.  Adanya perbedaan dan keterbatasan itulah yang menuntun manusia untuk mencari pengetahuan.

Pencarian pengetahuan dapat ditempuh melalui belajar.  Proses belajar pula yang dapat membentuk manusia menjadi seorang yang pandai.  Proses belajar ini merupakan satu-satunya jalan untuk dapat menjadi manusia pandai.

Makna Belajar

Belajar dapat dimaknai sebagai usaha yang sengaja dilakukan untuk perilaku yang diingankan.  Tingkah laku tersebut berupa keterampilan, kebiasaan, pengetahuan, dan sebagainya.

Belajar menjadi wajib sifatnya dan harus dilakukan jika seorang manusia ingin menjadi pandai. Cara belajar yang efektif dan efisien bagi beberapa orang merupakan sesuatu yang sulit.  Bahkan muncul anggapan bahwa cara belajar yang efektif dan efisien tidak lebih dari sebuah slogan.

Anggapan bahwa cara belajar yang efektif dan efisien merupakan slogan muncul disebabkan belum ditemukannya cara belajar yang efektif dan efisien yang tepat untuk masing-masing orang.

Cara belajar yang efekti dan efisien bagi sebagian orang belum tentu merupakan cara belajar yang efektif dan efisien bagi sebagian orang lainnya.

Makna cara belajar yang efektif adalah upaya untuk memahami isi materi sesuai dengan kondisi perorangan dari pembelajar.  Cara belajar yang efektif meliputi aspek metode, waktu, dan tempat.

Cara belajar yang efisien adalah cara belajar dengan sedikit usaha yang dilakukan tetapi dengan hasil yang optimal.

Hal-hal yang dapat diminimalkan dalam cara belajar adalah penggunaan waktu, sarana dan prasarana belajar, serta tempat belajar.  Prinsip yang selalu harus diingat adalah tidak ada orang yang bodoh, melainkan orang yang malas serta tidak tahu cara belajar yang baik.

Meskipun pada kenyataannya tidak ada satupun cara belajar yang paling baik, namun hasil penggabungan beberapa cara belajar diyakin dapat menghasilkan cara belajar yang efektif dan efisien.

BACA JUGA :   KI-KD PAI SMP MTS Menurut Permendikbud 37 Tahun 2018

Seringkali orang sudah meluangkan banyak waktu untuk belajar, tetapi nilai yang diperoleh belum memenuhi keinginan.  Hal ini tentu saja menimbulkan kekecewaan, karena hasil yang dicapai kurang memuaskan.

Cara belajar yang efektif dan efisien

  • Membuat jadwal kegiatan

Kebiasaan belajar yang teratur dapat dibentuk diantaranya dengan cara membuat jadwal kegiatan.  Adanya jadwal kegiatan membuat pemanfaatan waktu bisa lebih maksimal.  Pembuatan jadwal kegiatan pada tahap awal seyogyanya dibuat dengan terperinci dengan mempertimbangkan pelajaran mana yang membutuhkan waktu cukup lama.  Harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan tiap pelajaran.

  • Mengerjakan setiap tugas dengan penuh semangat

Proses belajar merupakan bentuk kegiatan aktif dan disertai dengan banyak usaha.  Awal dari kegiatan belajar yang baik adalah dengan membaca menyeluruh dan komprehensif.  Proses ini diulang dengan mengorganisasikan pengalaman belajar.  Setelah tahapan ini selesai bisa dilanjutkan dengan membuat peta pemikiran atau mind map

Peta pemikiran atau mind map ini bermanfaat untuk memperoleh keterkaitan dan hubungan antar materi dan/atau subbab satu dengan yang lain.

Hasil belajar sedikit banyak dipengaruhi oleh partisipasi dan minat belajar.  Resitasi, atau pengucapan kembali teks yang sudah dibaca, terkadang perlu dilakukan.  Ingat, belajar selalu memerlukan usaha.  Maka lakukanlah pengulangan-pengulangan terhadap aspek-aspek yang dinilai memiliki unsur lebih dan penting.

Dengan demikian ingatan akan terstimulasi dan terus-menerus dan secara tidak sadar hal ini akan memperkuat kualitas daya ingat seseorang.

  • Memperhatikan waktu stagnasi belajar

Kadang-kadang pada saat mempelajari sesuatu yang baru, kita merasa tidak mendapatkan apa-apa yang sekiranya kita harapkan.  Tahapan ini disebut stagnasi belajar.  Stagnasi belajar harus disadari selalu. 

Tahapan stagnasi belajar dapat timbul pada saat:

  1. Ketiadaan motivasi dan dorongan untuk belajar
  2. Muncul kesulitan dalam proses untuk memahami sesuatu yang baru
  3. Anggapan kebiasaan yang kurang berguna
  4. Menghilangkan kebiasaan mengerjakan segalanya dalam waktu yang sama
  • Menghilangkan kebiasaan mengerjakan segalanya dalam waktu yang sama
BACA JUGA :   Penentuan Kelulusan dan PPDB Tahun 2020

Belajar dalam waktu yang terbagi-bagi terbukti lebih efektif daripada belajar dalam waktu yang lama.  Oleh karena itu perlu diingat bahwa proses belajar yang sedikit demi sedikit dan dilakukan sejak awal selalu lebih baik daripada belajar yang hanya dilakukan ketika akan menghadapi ujian atau evaluasi.

  • Mempelajari kembali dan menyusun daftar pertanyaan

Mempelajari kembali serta menyusun daftar pertanyaan dapat dipakai untuk mengasah daya ingat.  Lupa terhadap sesuatu yang baru saja dipelajari merupakan hal yang lumrah muncul pada saat belajar.

Solusinya adalah pelajari kembali keseluruhan materi, diikuti dengan membuat daftar pertanyaan yang komprehensif.  Dengan demikian kita akan lebih mudah memproduksi ulang pengetahuan yang sejatinya sudah diperoleh.

  • Mempelajari materi secara menyeluruh

Materi yang dipelajari secara menyeluruh akan lebih menguntungkan bagi kita.  Hal ini dimungkinkan oleh karena pemahaman atau asosiasi terhadap materi ajar dapat terbentuk dari awal.

Terlebih kita dapat langsung menangkap makna dan hubungan antarmateri yang sedang dipelajari.  Lebih mudah lagi apabila tahapan ini dilanjutkan dengan membuat peta pemikiran atau mind map terkait materi yang sedang dipelajari.

Peta pemikian atau mind map akan menuntun pembelajar untuk memperoleh materi secara keseluruhan dan juga per bagian.

  • Memanfaatkan sarana dan prasarana belajar

Penggunaan sarana dan prasarana belajar dapat dilakukan untuk lebih mengoptimalkan hasil belajar yang dapat dicapai.  Beberapa sarana dan prasarana belajar yang umum digunakan diantaranya:

Tabel dan grafik

Table dan/atau grafik dapat memuat ringkasan materi menjadi satu kesatuan dengan sisi keunggulan lebih praktis.  Contoh tabel dan/atau grafik yang bisa dipakai sebagai sarana belajar adalah peta pemikiran atau mind map.

BACA JUGA :   Penerapan Pendekatan Saintifik 5M dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013

Rumus dan/atau kaidah

Ilmu-ilmu yang banyak menampilkan rumus dan/atau kaidah kebanyakan adalah ilmu pasti, diantaranya Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.  Rumus dan/atau kaidah memerlukan focus yang lebih daripada proses pemahaman terhadap materi teks.

Ringkasan

Ringkasan materi dapat berupa catatan pokok-pokok materi yang akan/sedang dipelajari.  Kita dapat membuat ringkasan materi hanya dengan memberi penanda pada pokok-pokok pikiran dan menggarisbawahinya atau dengan memberi highlight berwarna.

Kamus

Kamus dipakai jika seseorang kesulitan dalam menemukan arti kata atau padanan kata.  Kamus yang bagus mengandung makna kata serta perubahan bentuk kata dan artinya.

  • Memanfaatkan kesempatan mengikuti ujian

Banyak anggapan yang mengatakan bahwa ujian merupakan salah satu alat evaluasi untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar dapat dicapai. 

Sebenarnya ujuan lebih berguna untuk menentukan diagnosa pribadi, yaitu mengetahui kelebihan dan kelemahan kita.  Semakin sering kita mengikuti ujian, akan dapat diketahui kelebihan dan kekurangan kita, dan dengan demikian kita dapat memperbaikinya.

  • Menghilangkan hal-hal yang menghambat proses belajar

Cacat fisik, kesehatan, faktor penglihatan yang kurang jelas merupakan beberapa hal yang dapat menjadi aspek penghambat belajar.  Selain itu dapat juga berupa kondisi finansial, keharmonisan keluarga, dan faktor-faktor lainnya.

Faktor-faktor tersebut harus dapat diminimalisir dengan segala upaya agar hasil belajar bisa dicapai dengan maksimal.  Upayakan untuk mengabaikan faktor-faktor tersebut agar fokus dalam belajar.

  • Belajar dalam waktu yang sedikit tetapi berulang-ulang

Cara belajar yang efektif dan efisien menekankan pada pemakaian waktu yang sedikit akan tetapi dilakukan berulang-ulang.  Prinsip pemakaian waktu yang sedikit tetapi berulang ini secara empiris terbukti lebih baik daripada belajar yang dilakukan dalam waktu yang lama tetapi hanya sekali. 

Semakin sering melakukan pengulangan dalam proses pembelajaran terhadap materi yang baru akan membuat materi tersebut mudah dipahami.

Sebaliknya dengan belajar yang dilakukan dalam waktu lama dan hanya sekali akan menyebabkan kejenuhan.  Sementara kejenuhan itu sendiri merupakan aspek yang seharusnya paling dihindari dalam belajar.

Demikian uraian cara belajar yang efektif dan efisien.  Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *