Cara Melatih Bicara Pada Anak

d. Melatih Bicara Satu Kalimat Simpel

Pada umur 12-18 bulan, anak telah sanggup menyampaikan kalimat yang terdiri dari 2 kata.

Anak dapat memberikan respon pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Anak juga dapat memperlihatkan anggota badan yang ditanya.

Kita dapat memberikan stimulan dengan menyampaikan kalimat yang terdiri dari dua kata / tiga kata / empat kata.

Tanggapan yang diharapkan ialah anak sanggup menirukan kalimat itu dengan betul.

Misalnya: “adik bobo” “bunda masak”, “ayah makan pisang”, “adik main boneka rusa”, dan sebagainya.

Anak disuruh menirukan perkataan beberapa kalimat tersebut secara bertahap.

Untuk melatih supaya anak memberikan respon dengan jawaban “ya” atau “tidak”, sudah tentu kita perlu terus memberikan stimulan yang tepat pada anak.

Misalnya kita lontarkan beberapa pertanyaan singkat yang jawabnya mengarah “ya” atau “tidak”.

Contoh: “Adik senang es krim?” “Dede ingin makan?” “Kamu ingin tidur?” “Mau roti?”, dan sebagainya.

Anak diharapkan bisa menjawab dengan singkat secara lisan atau dalam bahasa badan berupa geleng kepala atau angguk.

Sedangkan untuk melatih anak supaya bisa memperlihatkan anggota badan, dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Kita gunakan beberapa pertanyaan sederhana.

Misalnya: “Mana hidungmu?” Anak menjawab dengan menunjuk ke hidungnya.

“Mana tangan ayah?” Anak menjawab dengan menunjuk tangan ayahnya, dan seterusnya.

Simpulannya, kita bisa mulai untuk melatih bicara pada anak semenjak anak masih bayi, lewat altihan langsung dengan metode mendengar-berbicara yang dipolakan dengan Stimulan-Respon (S-R).

Itulah paparan cara melatih bicara pada anak. Mudah-mudahan keterampilan berbicara anak kita bisa berkembang lebih cepat, dan nantinya anak akan jadi pembicara atau orator yang ulung serta menjadi kebanggaan orang tua.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

Rujukan: dari bermacam sumber.