Dua Langkah Percepatan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Blogdope.com – Dua Langkah Percepatan Peningkatan Kualitas Pendidikan: Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dan Penguatan Pendidikan Karakter

Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik.  Tidak hanya pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini, melainkan juga pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Keberhasilan guru dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar menjadi faktor determinan upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Pentingnya peran guru ini sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Selain itu, dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen jelas diamanatkan bahwa pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai bagian dari aktualisasi profesi pendidik.

Berlandaskan pada kedua payung hukum tersebut di atas, sudah sangat jelas fungsi guru dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan seyogyanya merujuk pada penerapan Kurikulum 2013.  Di dalamnya juga perlu ditegaskan pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) (lihat juga: Penguatan Pendidikan Karakter)

Baca Juga:

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan lagi hanya bersifat suplemen, tambahan, sisipan, atau bahkan pelengkap.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) harus menjadi satu kesatuan mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan dalam satuan pendidikan.

Pendidikan karakter merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Hal ini termaktub dalam Pasal 1 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Baca Juga:

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ini selanjutnya menjadi landasan awal peletakkan pendidikan karakter sebagai komponen utama penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) selanjutnya menjadi kebijakan nasional yang harus diterapkan pada setiap pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi guru sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018.

Keberhasilan penerapan dan implementasi Penguatan Pendidikan Karater (PPK) tidak lepas dari proses pembelajaran yang diselenggarakan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Sikap yang baik, pengetahuan yang mumpuni, dan keterampilan yang terakumulasi pada diri peserta didik merupakan hasil ideal dari kualitas pembelajaran.

Hal ini dapat tercapai salah satunya melalui kegiatan pembelajaran yang menantang dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Pengalaman belajar yang bermakna ini kemudian dapat diaplikasikan oleh peserta didik sebagai alternatif pemecahan masalah dalam kehidupannya sehari-hari.

Contoh nyata dari pengalaman belajar bermakna kurang lebih terdapat pada soal-soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), utamanya pada mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.  Bobot soal pada kedua mata pelajaran tersebut lebih tinggi karena sudah menerapkan standar internasional.

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skill, HOTS)

Standar internasional dalam penyusunan soal evaluasi mengharuskan bobot soal yang memenuhi persyaratan ketercapaian kebutuhan penalaran yang tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS), sebagaimana dilansir Kompas.com.

Adapun desain utama pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) dapat dilihat pada gambar berikut ini. (lihat juga: Konsep-konsep Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi)

PPK

Diharapkan dengan menerapkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik dapat mencapai berbagai kompetensi.  Beberapa bentuk kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh beserta didik diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Berpikir kritis (critical thinking)
  2. Kreatif dan inovatif (creative and innovative)
  3. Kemampuan berkomunikasi (communication skill)
  4. Kemampuan bekerja sama (collaboration)
  5. Kepercayaan diri (confidence)

BACA JUGA:

  1. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS sebagai Creative and Critical Thinking
  2. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS sebagai Problem Solving

Selanjutnya, pemerintah menyusun sistem evaluasi yang berbasiskan target kelima karakter kecakapan abad 21 di atas (lihat juga: Kompetensi 4CS)

Selain itu, menilik masih rendahnya capaian peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) dan juga Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), maka pemerintah menerapkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) sehingga standar Ujian Nasional atau UN ditingkatkan.

Salah satu langkah guna percepatan pencapaian target pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan program pengembangan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Komunitas-komunitas yang mewakili dan representasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) seperti Pusat Kegiatan Gugus atau Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan sebagainya merupakan salah satu prioritas program Ditjen GTK dalam upaya mengembangkan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skills (HOTS).

Demikianlah artikel mengenai dua langkah percepatan peningkatan kualitas pendidikan.  Semoga bermanfaat.

Sumber: Buku Pembelajaran HOTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *