Cara Mudah dan Efektif Meringkas Teks Eksplanasi

Simak! Cara Paling Mudah dan Efektif Meringkas Teks Eksplanasi

Blogdope.comCara Mudah dan Efektif Meringkas Teks Eksplanasi. Meringkas merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Pengertian ringkasan itu sendiri merupakan teknik menyajikan sebuah peristiwa atau kejadian dalam uraian panjang yang kemudian dipersingkat tanpa kehilangan makna.

Dalam artikel kali ini akan dibahas secara lengkap dan mendalam tentang cara paling mudah dan efektif untuk meringkas teks eksplanasi Bahasa Indonesia.

Untuk dapat meringkas teks eksplanasi dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memahami ide pokok atau gagasan umum pada tiap paragraf teks ekspanasi.

Hasil pemahaman atas gagasan umum atau ide pokok tersebut kemudian dipadukan menjadi bentuk teks eksplanasi yang lebih ringkas.

Cara meringkas teks eksplanasi dengan metode ini merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk menghasilkan sebuah ringkasan yang berbobot.

Struktur ringkasan disusun dengan berpedoman pada bagian-bagian penting yang terdapat dalam sebuah teks eksplanasi.

Ide pokok atau gagasan penting pada setiap paragraf teks eksplanasi bisa diletakkan di awal ataupun akhir paragraf.

Pemetaan ide pokok dan atau gagasan penting pada paragraf tersebut dicatat dan hasilnya kemudian dipadukan dan diceritakan kembali dengan tata kalimat sendiri.

Agar dapat menghasilkan kualitas ringkasan teks eksplanasi, maka kita harus benar-benar memahami cara meringkas teks eksplanasi.

Salah satu prasyarat sebelum memahami cara meringkas teks eksplanasi, sebaiknya terlebih dahulu mempelajari syarat ringkasan.

Syarat Ringkasan Teks Eksplanasi

Kegiatan meringkas sebenarnya memiliki syarat yang harus dipenuhi agar kualitas hasil ringkasan menjadi berbobot.

Beberapa syarat ringkasan teks eksplanasi dan juga jenis-jenis teks yang lain diantaranya adalah dengan mempertahankan urutan isi teks serta sudut pandang pengarang, penulis, atau pembicara.

Selengkapnya syarat ringkasan teks eksplanasi diuraikan sebagai berikut.

  • Bentuk ringkasan harus disajikan dengan lebih singkat daripada teks eksplanasi dan teks yang lain sebagai sumbernya.
  • Ringkasan harus tetap mempertahankan urutan pembahasan pada teks asli, serta sudut pandang pengarang atau penulisnya.

Cara Meringkas Teks Eksplanasi

Tahapan atau langkah-langkah yang tepat untuk dapat meringkas teks eksplanasi dijabarkan dalam uraian di bawah ini.

Membaca Naskah Asli

Tahap paling awal cara meringkas teks eksplanasi ialah dengan melakukan pembacaan terhadap naskah asli yang dilakukan oleh penulis.

Proses pembacaan naskah asli tersebut bisa dilakukan sebanyak satu atau dua kali.

Bahkan untuk dapat menjamin penguasaan ide pokok, penulis bisa melakukan pembacaan teks asli dengan beberapa kali perulangan.

Pembacaan teks eksplanasi asli yang dilakukan secara berulang akan membantu penulis untuk dapat mengetahui kesan umum menyeluruh terkait isi naskah teks eksplanasi yang akan diringkas.

Selain kesan umum yang menyeluruh, penulis ringkasan teks eksplanasi juga harus dapat mengetahui maksud pengarang dan sudut pandangnya.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, penulis dapat memanfaatkan keberadaan judul teks eksplanasi dan daftar isi sebagai acuan.

Sebagaimana diketahui, daftar isi memiliki hubungan yang erat dengan judul teks eksplanasi.

Daftar isi dibuat dan perinciannya mengacu pada pokok-pokok paragraf.

Oleh sebab itu, daftar isi pada sebuah teks eksplanasi perlu dipahami dengan baik sehingga dapat mempermudah untuk mendapatkan kesan umum, maksud pengarang, dan sudut pandangnya.

Mencatat Gagasan Utama

Langkah berikutnya yang dapat dilakukan terkait cara meringkas teks eksplanasi ialah memperdalam dan mempertegas kesan umum, maksud pengarang, dan sudut pandangnya.

Hal ini dapat dilakukan dengan memahami kembali bagian demi bagian teks eksplanasi, sembari mencatat setiap gagasan penting yang dapat ditemukan pada tiap-tiap paragraf.

Pencatatan setiap gagasan penting pada paragraf memiliki dua buah tujuan.

Tujuan yang pertama erat kaitannya dengan pengamatan. Pengamatan akan memudahkan penulis untuk meneliti kembali catatan ide pokok bersifat penting atau tidak.

Adapun tujuan yang kedua ialah agar catatan ide pokok teks eksplanasi tersebut dapat digunakan menjadi dasar pengolahan teks ringkasan teks eksplanasi.

Catatan ide pokok atau gagasan-gagasan penting ini yang nantinya dikembangkan oleh penulis menjadi sebuah ringkasan teks eksplanasi yang tidak terikat dengan teks asli.

Mengadakan Reproduksi

Hasil pemetaan terhadap kesan umum teks ekplanasi dan pencatatan atas ide pokok dan/atau gagasan pada dua langkah sebelumnya merupakan langkah penting sebelum penulis mengadakan reproduksi teks eksplanasi.

Kedua langkah yang telah dilakukan sebelumnya menjadi indikator kesiapan penulis untuk memulai pembuatan ringkasan teks eksplanasi.

Urutan isi pada naskah asli tetap menjadi pedoman bagi penulis, pun demikian dengan bahasa yang digunakan.

Jika pada prosesnya terdapat gagasan atau ide pokok yang masih kabur, penulis ringkasan dapat melihat dan membaca kembali naskah yang asli.

Dengan menggunakan kesan umum pada langkah pertama di atas dan catatan-catatan yang diperoleh dari langkah kedua, maka seorang penulis sudah siap untuk memulai membuat ringkasan yang dimaksud.

Dalam ringkasan urutan isi disesuaikan dengan urutan naskah asli dan harus menggunakan bahasa penulis karangan dan harus diurutkan.

Apabila terdapat gagasan-gagasan di antara gagasan-gagasan yang telah dicatat masih terdapat gagasan yang kabur, maka penulis dapat melihat kembali isi naskah yang asli.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam meringkas teks eksplanasi

Kegiatan meringkas teks eksplanasi tidak serta merta mudah dilakukan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kualitas hasil ringkasan baik dan berbobot.

Hal yang harus diperhatikan dalam meringkas teks eksplanasi diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Kalimat dalam ringkasan menggunakan bentuk kalimat tunggal. Penggunaan kalimat tunggal dalam ringkasan teks eksplanasi dimaksudkan untuk menghindari adanya dua atau lebih gagasan paralel dalam satu paragraf.
  • Jika mendapati kalimat majemuk, sebaiknya dirubah menjadi kalimat tunggal. Ringkasan kalimat menjadi frase, sedangkan frase dirubah menjadi kata.

Rangkaian gagasan dalam sebuah paragraf yang bentuknya panjang diringkas menjadi sebuah gagasan sentral.

Dasar Cara Meringkas Teks Eksplanasi yang Baik dan Teratur

Cara meringkas teks eksplanasi yang baik dan teratur harus diawali dengan membaca naskah asli beberapa kali.

Hal ini dilakukan guna memperoleh kesan umum dan maksud pengarang menulis teks eksplanasi, serta untuk mengetahui sudut pandangnya.

Berikutnya melakukan pencatatan terhadap seluruh pokok pikiran dan gagasan utama pada setiap paragraf teks eksplanasi.

Seluruh pokok pikiran dan gagasan utama tersebut dicatat atau diberi penanda khusus yang memudahkan penulis dalam menyusunnya.

Perlu diketahui bahwa gagasan pokok atau ide pokok suatu paragraf terletak dalam kalimat utama. Sedangkan letak kalimat utama bisa di awal, akhir, atau awal bahkan di seluruh paragraf.

Langkah selanjutnya adalah membuat reproduksi teks eksplanasi dengan cara menyusun ringkasan berdasarkan catatan pokok pikiran atau gagasan utama yang telah dibuat.

Dalam merangkai gagasan utama menjadi ringkasan teks eksplanasi yang baik, penulis perlu memperhatikan urutan penulisan teks ringkasan.

Urutan penulisan ringkasan teks eksplanasi harus sesuai dengan urutan pada teks aslinya.

Selain itu, penulis teks ringkasan juga perlu menghindari penggunaan kalimat yang sama seperti pada teks asli. Maka dari itu, ringkasan juga sering diistilahkan dengan hasil penulisan kembali suatu teks menggunakan bahasa sendiri.

Baca Juga:

  • Jenis-Jenis Teks Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs
  • Cara Menulis Teks Eksplanasi dengan Teknik yang Mudah dan Cepat
  • Contoh Teks Eksplanasi Budaya Tentang Perubahan Budaya
  • Contoh Teks Eksplanasi Terjadinya Peristiwa Alam yang Tepat

Langkah-Langkah Menyusun Ringkasan

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun ringkasan agar dapat menghasilkan teks ringkasan yang berkualitas.

Suratno dan Wahono (2010: 187) mendeskripsikan langkah-langkah menyusun ringkasan yang baik, mencakup hal-hal sebagai berikut.

  • Bacalah teks secara cermat dan efektif, sampai diperoleh gagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.
  • Catatlah bagian-bagian yang dianggap penting. Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap penting tersebut.
  • Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergaya orang ketiga (penceritaan). Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/teks yang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap, sekalipun dalam bentuk penuturan yang singkat.
  • Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau contoh sendiri.
  • Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli.
  • Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan.
  • Susun draft menjadi bentuk rangkuman yang baik.

Berikut disajikan contoh ringkasan teks eksplanasi tentang fenomena banjir yang banyak ditemukan di sekitar kita.

Contoh Ringkasan Teks Eksplanasi 

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Dalam arti “air mengalir”, kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut.

Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu.

Selain sejumlah tempat yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lainnya, banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai.

Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami.

Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain. Orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah. Selian itu, memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan.

Di berbagai negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan hati-hati. Pertahanan seperti bendungan, waduk, dan weir digunakan untuk mencegah sungai meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel digunakan.

Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui pertahanan pantai, seperti tembok laut, pengembalian pantai dan pulau penghalang.

Ringkasan Contoh Teks Eksplanasi

Dari contoh teks eksplanasi di atas, apabila akan diringkas dengan memperhatikan cara menyusun teks eksplanasi yang telah dijabarkan sebelumnya, maka bentuk ringkasan teks ekspalansi di atas sebagai berikut.

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan akibat volume air meluap atau melimpah. Terjadinya banjir bisa di desa, kota, permukiman, dan sungai. Banjir mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan. Banjir dapat dikendalikan dengan membuat bendungan, waduk, karung pasir, tembok laut.

Itulah paparan lengkap terkait cata meringkas teks eksplanasi dengan cara yang paling mudah dan efektif.

Sekiranya artikel bermanfaat, silahkan bagikan dan share.

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: