Bagaimanakah Cara yang Mudah untuk Membedakan Argumentasi dan Persuasi?

Blogdope.comCara Mudah Membedakan Argumentasi dan Persuasi. Jenis teks argumentasi dan persuasi merupakan dua buah teks yang berbeda. Meskipun terlihat hampir sama, tetapi terdapat perbedaan antara keduanya. Inilah cara mudah membedakan teks argumentasi dan persuasi, dijamin mudah dan efektif!

Ruang Lingkup Pembelajaran Bahasa Indonesia

Dalam ruang lingkup Standar Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia jenjang SMP dan MTS, mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra.

Kedua komponen tersebut meliputi empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu:

  • menyimak/mendengarkan;
  • berbicara
  • membaca
  • menulis.

Pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan untuk:

1. berkomunikasi dengan efektif dan efisien sesuai etika yang berlaku baik secara lisan maupun tertulis.

2. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara;

3. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.

4. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial;

5. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa; dan

6. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (Depdiknas, 2006: 38).

Pengertian Teks Argumentasi dan Persuasi


 Baca Juga:

Pengertian argumentasi adalah jenis karangan yang memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau juga gagasan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa argumentasi pasti memuat argumen.  Argumen merupakan bukti atau alasan yang dapat meyakinkan orang lain bahwa pendapat kita memang benar.

Sedangkan pengertian persuasi sendiri adalah jenis karangan yang mengandung alasan-alasan, bukti, dan fakta.

Selain itu persuasi juga mengandung ajakan atau himbauan untuk mempengaruhi pembaca agar mau menerima dan mengikuti pendapat penulis.

Lalu apa perbedaan antara argumentasi dan persuasi?

Paparan berikut akan menjelaskan perbedaan argumentasi dan persuasi secara gamblang.

 

Perbedaan Argumentasi dan Persuasi

Kalangan awam seringkali merasakan kesulitan untuk membedakan antara tulisan persuasi dengan tulisan argumentasi.

Sebenarnya terdapat garis singgung yang jelas antara argumentasi dan persuasi. Seorang ahli bahasa Indonesia, Keraf (2007: 119) menyatakan bahwa persuasi bertolak dari kepercayaan terhadap orang yang diajak berbicara dan sebaliknya.

Berdasarkan garis singgung tersebut, banyaklah anggapan bahwa persuasi merupakan persamaan kata atau sinonim dari argumentasi. Sehingga maknanya pun sama.

Akan tetapi terdapat perbedaan yang jelas antara keduanya.

Perbedaan antara argumentasi dan persuasi selengkapnya sebagai berikut.

1. Pembuktian Persetujuan

Teks argumentasi sebenarnya memiliki ciri khas berupa usaha pembuktian suatu kebenaran sebagaimana tergaris dalam proses penalaran penulis. Argumentasi juga merupakan sebuah proses untuk mencapai suatu simpulan.

Sebaliknya, persuasi merupakan keahlian untuk mencapai sebuah persetujuan atau kesesuaian dengan kehendak penulis.

Jadi persuasi merupakan suatu proses meyakinkan orang lain agar orang tersebut menerima keinginan penulis.

Simpulannya, argumentasi sekedar membuktikan pada pembaca sementara persuasi dengan sengaja membujuk pembacanya.

cara mudah membedakan argumentasi dan persuasi

2. Sasaran Proses Berpikir

Dalam argumentasi, sasaran proses berpikirnya terkait kebenaran mengenal subjek argumentasi.

Sedangkan sasaran proses berpikir pada persuasi adalah pembaca. Bagaimana usaha merebut kesepakatan dari pembaca tentang sesuatu hal.

Baca Juga:

Oleh sebab itu persuasi memerlukan sebuah analisis yang cermat tentang siapa yang menjadi sasaran tulisannya lengkap dengan keterangan situasi yang ada.

Persuasi dengan gamblang melihat siapa pembacanya, tentang latar belakang kehidupan, kebiasaan sehari-hari, dan kepercayaannya, sehingga bisa mempengaruhi pembaca dengan lebih baik.

Sementara argumentasi memerlukan analisis yang cermat mengenai fakta-fakta yang ada untuk membuktikan kebenaran. Sehingga argumentasi bertitik fokus pada apa yang dibicarakan memang benar tanpa melihat siapa yang menjadi pembacanya.

3. Jumlah Fakta

Berbicara mengenai jumlah fakta, semakin banyak fakta yang terdapat dalam argumentasi, maka semakin kuat pula nilai kebenarannya.

Sementara dalam persuasi, jumlah fakta yang digunakan seperlunya saja. Bila merasa sudah cukup, maka tidak perlu menggunakan fakta lain (Narudin, 2009: 84).

4. Tujuan

Karangan argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi atau mengubah pikiran pembaca.  Faktanya, argumentasi juga bertujuan untuk mengubah sikap dan pandangan pembaca sehingga mereka dapat menyetujui pendapat dan keyakinan penulis.

Persuasi bertujuan untuk mempengaruhi dan mengubah sikap pembaca, atau bisa juga menghimbau pembaca agar secara sukarela melakukan sesuatu sesuai kehendak penulis.

Sehingga dalam praktiknya persuasi selalu membutuhkan alasan dan bukti nyata dilandasi pengertian dan kesadaran.

5. Karakter Kalimat dalam Judul

Karakter kalimat dalam judul pada argumentasi cenderung memerlukan pembuktian.  Sedangkan pada persuasi, karakter kalimat dalam judulnya cenderung membujuk atau mengajak.

Perhatikan contoh kalimat judul berikut.

Program Transmigrasi menyejahterakan rakyat.

Berhenti Merokok Menyehatkan Paru-Paru Anda

Kalimat pertama menunjukkan karakter membutuhkan pembuktian, sehingga layak digunakan sebagai kalimat judul argumentasi.  Sedangkan kalimat kedua lebih tepat menjadi kalimat judul persuasi karena bersifat bujukan atau ajakan untuk berhenti merekok.

Baca Juga: Cara Mudah Meringkas Teks Eksplanasi, Dijamin Efektif!

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Mudah Membedakan Argumentasi dan Persuasi.  Terima kasih semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: