Inilah Cara Mudah Menulis Gurindam dan Contohnya yang Perlu Diketahui

Blogdope.com – Cara Mudah Menulis Gurindam dan Contohnya. Gurindam merupakan salah satu bagian materi pembelajaran teks puisi rakyat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik perlu mendapat pembelajaran teknik dan cara mudah dalam menulis gurindam dan contohnya.

Pada Kurikulum 2013, teks gurindam tergolong ke dalam aspek keterampilan. Pengertian keterampilan adalah kemampuan atau kapasitas seseorang untuk melakukan beragam tugas terkait suatu pekerjaan.

Atau keterampilan dapat juga bermakna sebagai kemampuan dasar diri manusia yang harus selalu dilatih dan dikembangkan secara terus menerus hingga menjadi terampil.

Baca Juga: Simak, Beginilah Cara Menyimpulkan Isi Teks Tanggapan yang Tepat

Secara aspek kebahasaan, teks gurindam tergolong ke dalam aspek berbahasa yang produktif.

Terdapat empat aspek keterampilan berbahasa, meliputi:

Pertama, menyimak

Kedua, berbicara

Ketiga, membaca

Keempat, menulis

Aspek menyimak dan membaca merupakan aspek reseptif, sedangkan aspek berbicara dan menulis merupakan aspek produktif.

Aktivitas berbicara pesan dikirimkan menggunakan bahasa lisan. Adapun pada akvitas menulis penulis memunculkan aspek berbahasa produktif melalui kemampuan melahirkan ide atau gagasan secara tertulis.

Pembelajaran materi teks gurindam merupakan tagihan bagi peserta didik jenjang SMP dan MTs kelas 7.

Pengukuran terhadap capaian hasil belajar peserta didik materi teks gurindam tersaji melalui perolehan nilai KKM. (Baca : Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal)

Cara Mudah Menulis Gurindam dan Contohnya


cara mudah menulis gurindam dan contohnya

Berikut ini paparan lengkap cara mudah menulis gurindam dan contohnya.

1. Memahami Pengertian dan Ciri-ciri Gurindam

Langkah pertama dalam cara mudah menulis gurindam ialah memahami pengertian dan ciri-ciri gurindam.

Pengertian gurindam adalah jenis puisi yang merupakan perpaduan antara sajak dan peribahasa. Gurindam tergolong ke dalam puisi lama dan berasal dari negeri India.

Asal istilah gurindam dari bahasa India “kirindam”, yang berarti “mula-mula” atau “perumpamaan”.

Nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam sarat dengan nilai moral dan agama.

Bagi peradaban dan budaya pada masa lalu, gurindam memiliki peran yang sangat penting dan secara tidak langsung menjadi norma tatanan kehidupan.

Baca Juga: Cara Cepat dan Mudah Menulis Teks Eksplanasi

Ciri-Ciri Gurindam

Sebagaimana jenis teks yang lainnya, gurindam juga memiliki sejumlah ciri-ciri khas yang tidak terdapat pada jenis teks yang lain. Adapun ciri-ciri gurindam sebagai berikut.

1. Terdiri atas dua baris dalam sebait.
2. Jumlah kata tiap baris memiliki sekitar 10-14 kata.
3. Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya.
4. Merupakan satu kesatuan yang utuh.
5. Baris pertama berisi soal, syarat, masalah, atau perjanjian.
6. Kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua)
7. isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara. Gurindam berisi ajaran yang berkaitan dengan budi pekerti dan nasihat keagamaan.

2. Mengetahui Struktur Gurindam

Penyajian gurindam yang baik dan benar harus sesuai dengan strukturnya. Untuk struktur gurindam itu sendiri terdiri dua larik yang merupakan isi berhubungan.

Larik yang pertama berupa syarat terjadinya keadaan pada larik 2. Selanjutnya larik 2 merupakan akibat yang timbul dari syarat pada larik 1.

Apabila ditinjau dari jenis kalimatnya, gurindam menggunakan jenis kalimat dengan pola hubungan syarat.

3. Harus memahami kebahasaan Gurindam

cara mudah menulis gurindam dan contohnya

4. Mengetahui Jenis dan contoh gurindam

Cara mudah menulis gurindam diawali dengan langkah untuk mengetahui jenis dan contoh gurindam.

Adapun jenis-jenis gurindam yang umum sebagai berikut.

a. Gurindam berangkai

Gurindam berangkai merupakan salah satu bentuk gurindam yang bercirikan tutur yang sama pada baris pertama setiap baitnya.

Jenis gurindam berangkai juga merupakan suatu bentuk gurindam yang mempunyai kata yang relatif sama pada setiap baris pertama baitnya.

Contoh Gurindam Berangkai

Lakukan saja apa yang menurutmu benar

Lakukan saja apa yang menurutmu pantas.

Letak kata yang sama dalam gurindam tersebut berada pada kata pertama setiap larik. Kata yang sama adalah kata “lakukan.”

Hidup hanya bergantung pada hati

Karena hidup hanya sesaat dan kemudian mati.

Pada gurindam tersebut, kata yang sama sedikit berbeda letaknya. Pada larik pertama berada pada awal larik, sama dengan larik kedua pada kata kedua. Kata yang sama adalah kata “hidup”

Bukalah pintu cinta di hatimu

Jangan pintu cinta di matamu.

Kata yang sama terletak pada bagian tengah larik satu dan dua. Penulisan kata yang sama itu adalah kata “pintu cinta”

b. Gurindam Berkait

Gurindam berkait merupakan salah satu bentuk gurindam yang ditandai dengan adanya hubungan satu sama lain antara bait pertama dengan bait-bait berikutnya.

Bisa juga berarti bahwa gurindam berkait merupakan suatu bentuk gurindam yang bait pertama berkaitan dengan bait selanjutnya dan pada bait seterusnya.

Contoh Gurindam Berkait
contoh 1

Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat.

Kata yang berkait dalam gurindam di atas adalah kata “barang siapa.” Kata-kata tersebut berada pada larik pertama setiap bait, sekaligus terletak pada kata pertama.

Contoh 2

Siapa yang enggan sesat dunia akhirat

Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat.

Jika segera bertaubat sebelum akhir zaman

Maka akan mendapatkan yang namanya selamat.

Sedangkan, pada dua bait gurindam tersebut, letak keterkaitannya berbeda dengan gurindam contoh 1.

Pada contoh 2 ini, keterkaitannya terletak pada larik 2 bait 1, dengan larik 1 pada bait 2. Kata yang berkait adalah kata ” bertaubat.”

Masih pada contoh 2, kata yang berkait masih ada lagi, yaitu kata “maka.” Letak keterkaitannya adalah pada larik 2 bait 1 dengan larik 2 bait 2. menarik bukan?

c. Gurindam dua belas

Gurindam Dua Belas adalah hasil refleksi yang mendalam dari religiusitas Raja Ali Haji.

Seluruh pergumulan hidupnya yang terkait dengan kehidupan sosial ekonomi, adat istiadat, peradaban dan pola pikir masyarakat dicurahkan ke dalam hasil refleksi yang terikat kuat oleh penghayatan religiusitas.

Jenis gurindam Dua Belas berisi persoalan akidah dan tasawuf, rukun Islam, syarat Islam, budi pekerti danjuga konsep pemerintahan.

Ciri gurindam Dua Belas berisi 12 pasal yang merupakan nasihat untuk masyarakat Pulau Penyengat di Kepulauan Riau pada masa itu.

Haji Ali merupakan sastrawan Melayu yang memperoleh gelar pahlawan nasional. Beliau juga yang memperkenalkan budaya tulis untuk karya sastra yang dihasilkannya.

Contoh Penggalan Gurindam 12

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barangsiapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma’rifat.

Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terperdaya.

Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudharat.

Berdasarkan isinya, gurindam terbagi ke dalam beberapa jenis. Jenis gurindam berdasarkan isinya antara lain gurindam nasihat, agama, percintaan.

Contoh gurindam nasihat

Rajin belajarlah di usia muda
Jangan pernah kamu menunda-nunda

Contoh gurindam agama

Barang siapa mengenal Allah,

Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

Contoh gurindam percintaan

Apabila sudah berumah tangga
Jangan dilepas janji dan amanah

5. Mengetahui Langkah membuat Gurindam

Tahapan berikutnya dalam cara mudah menulis gurindam adalah dengan mengetahui langkah membuat gurindam. Adapun langkah membuat gurindam sebagai berikut.

a. Tentukan ide yang akan disampaikan. Tentukan juga isi gurindam yang akan ditulis. Apakah gurindam nasihat, agama, atau percintaan?

b. Menata ide

c. Memilih kosakata

d. Membuat larik

e. Menata kembali kalimat/ larik

f. Menata gurindam secara logis.

g. Tentukan juga jenis gurindam yang akan ditulis. Apakah gurindam berangkai, berkait, ataukah gurindam 12 sebagaimana Raja Ali Haji?

Sebagai bahan referensi untuk lebih memahami cara mudah menulis gurindam dan contohnya, silahkan simak video berikut.


Baca Juga: 

Demikian paparan dan pembahasan lengkap mengenai cara mudah menulis gurindam dan contohnya. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *