Bagaimanakah Cara Pengembangan Penilaian Kinerja?

Blogdope.com – Bagaimanakah Cara Pengembangan Penilaian Kinerja?

Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian keterampilan peserta didik dalam mempraktikkan dan menerapkan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang diharapkan. Bagaimanakah cara pengembangan penilaian kinerja?

Aspek-aspek yang termasuk dalam penilaian kinerja untuk mengukur target pencapaian hasil belajar diantaranya:

  1. pengetahuan;
  2. praktik dan aplikasi pengetahuan;
  3. kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lainnya;
  4. produk atau hasil karya;
  5. sikap yang berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, dan motivasi.

Penilaian kinerja peserta didik dapat digunakan untuk mengukur kompetensi yang telah dicapai oleh peserta didik meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Karakteristik Dasar Penilaian Kinerja

Karakteristik dasar dari penilaian kinerja meliputi:

  1. mempraktikkan kemampuan untuk membuat suatu produk atau proses, atau terlibat dalam suatu aktivitas dan/atau perbuatan
  2. menghasilkan produk dari tugas kinerja yang ditentukan

Penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau bahkan keduanya sekaligus.

Karakteristik materi yang akan dinilai dan kompetensi yang diharapkan dapat tercapai oleh peserta didik akan menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat untuk dilaksanakan.

Prinsip-prinsip Penilaian Kinerja

Prinsip-prinsip penilaian kinerja yang akan dilaksanakan oleh guru dapat mengacu pada beberapa prinsip, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. penilaian kinerja merupakan bagian melekat dan tidak dapat dipisah dari proses pembelajaran;
  2. penilaian kinerja mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan sekolah;
  3. penilaian kinerja dilaksanakan dengan menggunakan beragam metode serta kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar peserta didik;
  4. penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang bersifat holistik, mencakup seluruh aspek dari tujuan pembelajaran yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Kualitas Penilaian Kinerja

Tugas kinerja yang diberikan oleh guru kepada peserta didik merupakan faktor penentu kualitas penilaian kinerja yang akan dilaksanakan.

Terdapat sekiranya tujuh kriteria yang mutlak harus diperhatikan dalam menentukan tugas kinerja peserta didik dalam rangka mendapatkan hasil penilaian kinerja yang berkualitas.

Ketujuh kriteria tersebut meliputi:

  1. Representatif/dapat digeneralisasi. Informasi mengenai kompetensi yang akan dinilai hendaknya dapat tercermin dari tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik.
  2. Bersifat otentik. Tugas kinerja hendaknya merupakan cerminan dari kehidupan nyata di lingkungan peserta didik. Pemberian tugas kinerja dapat dilakukan pada saat pembelajaran dilaksanakan di kelas, laboratorium, atau dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Multidomain. Pemberian tugas kinerja kepada peserta didik hendaknya dapat mengukur seluruh aspek penilaian yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang integratif.
  4. Dapat diajarkan. Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik harus memperhatikan materi yang sedang atau telah dibelajarkan.
  5. Adil. Guru harus bersikap netral dalam memberikan tugas penilaian kinerja, tidak memiliki tendensi untuk menguntungkan kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin, agama, suku bangsa, dan status sosial ekonomi.
  6. Fleksibel. Pemberian tugas kinerja kepada peserta didik harus mempertimbangkan faktor biaya, tempat, waktu, dan peralatan.
  7. Dapat diberikan skor. Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik hendaknya dapat diberikan skor yang akurat dan reliabel, menggunakan pedoman penskoran dan rubrik yang tepat.

Bagaimanakah Cara Pengembangan Penilaian Kinerja?

Dalam pelaksanaan penilaian kinerja selain memperhatikan ketujuh kriteria penilaian yang sudah dipaparkan di atas, seorang guru juga harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Relevan, bentuk penugasan peserta didik yang akan dinilai oleh pendidik harus relevan terhadap tuntutan kompetensi sesuai kurikulum yang dibelajarkan. Selain itu, penugasan juga harus menyesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta didik.
  2. Mewakiliki kompetensi yang dinilai. Bentuk-bentuk penugasan yang diberikan kepada peserta didik harus dapat mewakiliki ketercapaian kompetensi yang dipaparkan dalam kurikulum. Penugasan juga harus berdasar pada urgensi, keterpakaian, dan representatifitas.
  3. Objektivitas. Bentuk penugasan untuk penilaian kinerja berdasarkan atas rubrik penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya, serta diharapkan tidak terpengaruh oleh subjektivitas penilai/pendidik.

Meskipun bentuk penilaian kinerja memiliki beragam keunggulan manakala digunakan sebagai instrumen penilaian dalam mengukur kemampuan peserta didik, ternyata juga memiliki beberapa kekurangan.

Beberapa ragam kekurangan dan aspek-aspek yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan penilaian kinerja meliputi:

  1. tidak semua kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran harus dinilai menggunakan penilaian kinerja.
  2. kriteria, pemberian skor, dan kualitas kriteria harus menjadi dasar pokok penyusunan rubrik penilaian.
  3. pendidik harus memperhatikan alokasi waktu yang diagihkan untuk mengerjakan dan memeriksa tugas kinerja.

 

Bentuk-bentuk Penilaian Kinerja

Pelaksanaan penilaian kinerja meliputi dua aktivitas pokok, yaitu:

  1. aktivitas pengamatan atau observasi, dilaksanakan pada saat unjuk kinerja atau keterampilan berlangsung.
  2. aktivitas penilaian atas hasil penugasan kinerja yang diberikan oleh pendidik.
 

Pelaksanaan kegiatan penilaian kinerja dilakukan dengan cara pengamatan pada saat peserta didik melakukan kegiatan dan/atau aktivitas penciptaan hasil karya.

Hasil karya yang dibuat oleh peserta didik harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Bisa juga dengan melakukan pengamatan hasil atau produk dari tugas kinerja yang diberikan oleh pendidi, atau dapat juga keduanya sekaligus.

Aspek yang dinilai dari kegiatan tersebut adalah keterampilan. Penilaian aspek keterampilan didasarkan pada kualitas kinerja peserta didik sesuai dengan target yang ditetapkan. 

Proses penilaian dilakukan oleh pendidik dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan tugas, sampai dengan capaian hasil akhir penugasan.

 Adapun bentuk-bentuk penilaian kinerja yang dapat diagihkan kepada peserta didik diantaranya berupa penilaian praktik, penilaian produk, dan juga penilaian proyek.

Pengembangan Penilaian Kinerja

Dalam merancang dan menggunakan bentuk penilaian kinerja seringkali ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pendidik.

Bentuk-bentuk permasalahan tersebut erat kaitannya dengan validitas (validity), reliabilitas (reliability), dan juga keabsahan (fairness).

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau setidaknya mengurangi timbulnya permasalahan-permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal terkait pengembangan penilaian kinerja.

A. Langkah-langkah Pengembangan Penilaian Kinerja

Dalam pengembangan penilaian kinerja diharapkan dapat mengikuti alur langkah-langkah pengembangan penilaian kinerja.

Alur atau langkah-langkah pengembangan penilaian kinerja selengkapnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

 

Keterangan Penjabaran:

Penentuan tugas kinerja (penugasan)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan tugas kinerja diantaranya:

  • menentukan kompetensi dasar yang sesuai dengan konteks kinerja, indikator pencapaian kompetensi (IPK), tujuan penilaian, serta kriteria capaian standar.
  • menentukan bentuk penilaian (proyek, produk, atau praktik) yang akan digunakan sesuai dengan karakter kompetensi dasar dan domain pembelajaran.
  • membuat indikator yang disesuaikan dengan bentuk penilaian berdasarkan pengukuran capaian kompetensi.
  • menjelaskan prosedur pelaksanaan penilaian kinerja.
  • menyusun dan membuat rubrik penilaian, baik untuk penilaian individu maupun kelompok.

2. Rubrik Penilaian

Untuk menilai kinerja peserta didik dapat menggunakan rubrik penilaian yang sekaligus berfungsi sebagai panduan penilaian bagi guru dan peserta didik.

Data dan informasi yang berhasil diperoleh dari rubrik penilaian selanjutnya dapat difungsikan sebagai alat untuk memperbaiki proses pembelajaran (formatif).

Bisa juga data dan informasi yang diperoleh dari rubrik penilaian digunakan sebagai alat ukur pencapaian kompetensi pembelajaran (sumatif).

3. Pelaksanaan Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan menggunakan metode observasi individu maupun kelompok, disesuaikan dengan bentuk penugasan yang diberikan.

Penskoran dilakukan secara holistik dan analitik. metode penskoran holistik digunakan oleh guru apabila hanya akan memberikan satu macam skor dari keseluruhan kinerja peserta didik.

Sedangkan penskoran secara analitik digunakan untuk menilai beragam aspek kinerja yang berbeda sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya.

4. Penilaian Hasil Kinerja

Hasil kinerja dapat dinilai dalam bentuk penilaian formatif maupun penilaian sumatif.

Jika penilaian diberikan sebagai bentuk penilaian formatif maka harus diikuti dengan umpan balik, sehingga peserta didik dapat memetakan kekurangan / kelemahan kinerjanya.

Sedangkan jika penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur capaian hasil kinerja (sumatif), maka umpan balik bukan lagi menjadi fokus utama.

B. Sumber Kesalahan dalam Penskoran Penilaian Kinerja

Sumber-sumber kesalahan yang mungkin terjadi dalam penskoran penilaian kinerja diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Masalah dalam rubrik

Pedoman penskoran yang digunakan tidak jelas dan sukar diamati.

2. Masalah prosedural

Prosedur yang digunakan dalam penilaian tidak atau kurang baik. Bisa diakibatkan oleh penggunaan aspek skor yang terlalu banyak.

3. Masalah bias pada penskor

Unsur subjektivitas menjadi masalah utama pada diri penskor. Penskor cenderung memberikan nilai yang tinggi, meski pada kenyataannya kinerja peserta didik atau hasil kerjanya tidak baik.

Baca juga:

1. Panduan Penilaian Kinerja

2. Contoh Penilaian Praktik Sebagai Implementasi Penilaian Kinerja

3. Contoh Penilaian Proyek Sebagai Implementasi Penilaian Kinerja

Demikian artikel mengenai Bagaimanakah Cara Pengembangan Penilaian Kinerja. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...