* Cara Menelaah Teks Berita Berdasar Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Cara Tepat Menelaah Teks Berita Berdasarkan Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Blogdope.comCara Tepat Menelaah Teks Berita Berdasarkan Struktur dan Kaidah Kebahasaannya. Teks berita merupakan salah satu jenis teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Penguasaan terhadap kompetensi teks berita menjadi tagihan penting bagi peserta didik. Nah, pada kesempatan ini admin akan mengulas cara menelaah teks berita yang tepat.  Ditinjau berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaannya.

Sebelumnya, admin ingatkan agar Anda tidak lupa subscribe email ke blogdope.com untuk memperoleh update informasi terbaru.

Caranya mudah, silahkan gunakan fitur subscribe di panel sebelah kanan postingan ini.

Cara Menelaah Teks Berita Berdasarkan Struktur dan Kaidah Kebahasaan

cara menelaah teks berita
Cara Tepat Menelaah Teks Berita Berdasarkan Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Artikel Terkait: Cara Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

Menelaah merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa. Sedangkan menelaah teks berita dapat bermakna kegiatan untuk memahami dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan teks berita.

Paparan berikut ini akan menjelaskan secara detil cara cepat dan tepat untuk menelaah teks berita berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaannya.

Tetapi sebelum itu, pastikan Anda telah subscribe email ke blogdope.com untuk memperoleh informasi terbaru yang pastinya bermanfaat.

Mari, kita langsung menuju ke pokok bahasan cara menelaah teks berita.

1. Struktur Teks Berita

Sebuah teks berita dapat dikatakan sebagai teks yang baik jika menyajikan berita secara lengkap.

Meskipun demikian, tidak hanya kelengkapannya saja. Melainkan urutan penyajian juga menjadi unsur yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun teks berita.

Penyajian berita dilakukan dalam struktur piramia terbalik. Informasi yang paling penting terletak di bagian atas.

Semakin ke bawah, informasi yang disajikan menjadi semakin berkurang nilai pentingnya.

Adapun urutan struktur teks berita yaitu:

a. Kepala Berita

Bagian kepala berita sering juga diistilahkan dengan lead atau teras berita. Ini merupakan bagian pembuka dari sebuah teks berita.

Kepala berita terletak paling atas dan paling awal. Sifat bagian ini merupakan bagian paling penting dari teks berita.

Menilik isinya, bagian lead dalam teks berita tersaji atas unsur-unsur 5W + 1H. teknik penyajiannya singkat dan jelas.

Sehingga isi dari bagian teras berita tidak bertele-tele. Dengan kata lain langsung pada inti berita.

Hal ini penting dilakukan agar pembaca segera mengetahui informasi yang disajikan, serta tertarik membaca keseluruhan isi berita.

Contoh Kepala Berita

Perhatikan contoh lead yang admin sajikan berikut ini.

Baca : Struktur Teks Cerpen dan Contoh Analisisnya yang Tepat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Kabupaten Brebes belum optimal menggelar tes Covid-19. Pasalnya, jumlah penduduk Kabupaten Brebes sangat banyak, tetapi distribusi tes masih rendah. Selasa (11/8/2020).

Unsur-unsur teks berita yang tersaji pada teras berita contoh di atas sebagai berikut.

Siapa : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Apa : Covid-19

Bagaimana : belum optimal menggelar tes

Mengapa : Pasalnya, jumlah penduduk Kabupaten Brebes sangat banyak, tetapi

distribusi tes masih rendah.

Dimana : Kabupaten Brebes

Kapan : Selasa (11/8/2020).

Sekarang coba perhatikan contoh lead dalam teks berita di bawah ini.

Contoh 1 : Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta berjumlah 17.951 orang hingga Kamis (23/7/2020). Dari total kasus positif itu, sebanyak 11.302 pasien dinyatakan telah sembuh, sedangkan 767 pasien lainnya meninggal dunia.

Contoh 2 : Sepuluh kambing di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir dilaporkan mati secara misterius. Penyebab matinya hewan ternak milik warga ini diduga karena diserang hewan buas.

b. Tubuh Berita

Tubuh berita adalah bagian teks berita yang terletak di tengah teks berita. Dengan kata lain, tubuh berita merupakan kelanjutan dari teras berita atau lead.

Pengembangan tubuh berita merupakan kelanjutan dari unsur 5W + 1H yang terdapat pada bagian kepala berita.

Teknik pengembangan pada bagian tengah berita dilakukan secara lebih rinci dan jelas.

Oleh karena itu, keberadaan bagian tubuh berita bersifat penting.

Tubuh berita merupakan bagian paling panjang dari keseluruhan teks berita. Karena di dalamnya terdapat banyak informasi terkait berita yang disajikan.

Sedangkan informasi yang biasa terdapat pada bagian tubuh berita diantaranya penejlasan mengapa peristiwa terjadi, serta bagaimana peristiwa terjadi atau kronologinya.

c. Ekor Berita

Bagian ekor berita sering juga diistilahkan dengan leg atau tail leg. Ini merupakan kaki berita yang terletak pada bagian paling akhir dari sebuah teks berita.

Pada bagian ini biasanya memuat kesimpulan berita maupun informasi yang sifatnya tidak terlalu penting.

Perhatikan contoh ekor berita di bawah ini.

Baca Juga : Pola Pengembangan Teks Cerita Inspiratif dan Contohnya yang Tepat

Berita berjudul “2021, Pemerintah akan Bangun Bandara di Ibu Kota Baru”, bisa diakhiri dengan leg, “Warga sekitar berharap bandara mampu mendongkrak perekonomian.”

Berita berjudul “Kebakaran di Pasar Minggu, 20 Rumah Hancur”. Legnya yakni: “Belum diketahui penyebab kebakaran maupun ke mana warga akan mengungsi.”

struktur teks berita
Struktur Teks Berita atau Teks Editorial

Contoh Analisis Struktur Teks Berita

Agar dapat lebih memahami cara menelaah teks berita yang tepat berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaannya.

Berikut admin sajikan contoh analisis struktur teks berita.

Judul : Ganjar Sebut Kabupaten Brebes Paling Rendah Gelar Tes Covid-19

2. Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Kaidah kebahasaan teks berita merupakan komponen penting yang tidak boleh diabaikan dalam menyusun teks berita.

Adapun kaidah kebahasaan teks berita mencakup hal-hal sebagai berikut.

Baca : Contoh Teks Persuasi yang Tepat dan Penjelasannya

a. Penggunaan bahasa yang bersifat standar atau baku.

Penggunaan bahasa yang standar dan baku bermanfaat untuk menjembatanni pemahaman banyak kalangan.

Karena bahasa standar lebih mudah untuk dipahami banyak kalangan masyarakat.

Bahasa-bahasa popular ataupun kedaerahan sebaiknya dihindari agar tidak terjadi salah penafsiran. Hal ini terutama banyak terjadi pada media-media berskala nasional.

Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan maupun penulisannya sesuai dengan kaidah standar atau kaidah yang dibakukan.

Pedoman kebakuan berbahasa adalah tatabahasa baku bahasa Indonesia, kamus umum bahasa Indonesia, dan ejaan yang disempurnakan (EYD).

Selain bahasa baku, kita mengenal pula adanya ragam bahasa tidak baku.

Bahasa tidak baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah standar.

Dalam kegiatan berkomunikasi santai banyak menggunakan kata-kata yang tidak baku.

Perhatikan contoh ragam bahasa tidak baku berikut ini.

Dalam cuplikan teks berita di atas, penggunaan kata nggak, kalo, kudu, detil, dipake, dan gampang merupakan beberapa contoh kata yang tidak baku.

Kata-kata tersebut boleh saja dipakai dalam sebuah tulisan populer ataupun pergaulan sehari-hari.

Tetapi bila tulisan tersebut ditujukan untuk kepentingan resmi, maka harus menggunakan kata-kata baku.

b. Penggunaan kalimat langsung sebagai varian dari kalimat tidak langsungnya.

Kalimat langsung biasanya ditandai dengan dua tanda petik ganda (“…”) yang mengapit kalimat. Selain itu biasanya juga disertai dengan keterangan penyajinya.

Penggunaan kalimat langsung dalam teks berita terkait dengan kutipan pernyataan-pernyataan oleh narasumber berita.

Perhatikan contoh di bawah ini.

Baca Juga : Struktur Teks Negosiasi yang Tepat beserta Contoh Telaahnya

Bapak Anies Baswedan mengatakan bahwa pelaku yang membocorkan soal ujian sudah diselidiki. Ia memaparkan bahwa pelaku pembocoran akan diproses hukum sesuai pasal yang berlaku.

c. Penggunaan konjungsi “bahwa”.

Konjungsi “bahwa” berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Fungsi konjungsi ini berkaitan erat dengan pengubahan bentuk kalimat. Dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.

d. Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan.

Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan berkaitan dengan pola penyajian berita. Perlu diketahui bahwa pola penyajian berita biasanya mengikuti pola kronologis atau urutan waktu.

Beberapa contoh konjungsi temporal atau penjumlahan yang biasa digunakan. Misalnya kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya.

Perhatikan contoh di bawah ini.

1). Setelah mendapat laporan tersebut, Menteri Pendidikan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir tautan di Google yang berisi konten illegal tersebut.

2).Terjadi banjir bandang di sekitar Sungai Ciliwung, banjir tersebut diduga karena hujan yang turun sangat deras dari jam 19.00 WIB hingga pagi jam 09.00 WIB.

Baca Juga : 

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai cara menelaah teks berita berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaannya.

Admin berharap semoga sajian tentang cara menelaah teks berita tersebut dapat menambah luas pengetahuan dan wawasan Anda.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply