Fakta Unik Dibalik Keindahan Burung Kasuari

Blogdope.com – 8 Fakta Unik dan Menarik tentang Kasuari (Casuarius) Burung Besar Khas Papua

Bangsa Indonesia patut berbangga karena memiliki kekayaan flora dan fauna yang sedemikian luar biasa dan tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Salah satunya adalah burung Kasuari (Casuarius) burung besar khas Papuan yang unik dan menarik.

Inilah 8 fakta unik dan menarik tentang Kasuari (Casuarius) burung besar khas Papua.

Ciri Fisik Burung Kasuari atau Casuarius Burung Besar Khas Papua

Burung Kasuari atau nama latinnya Casuarius merupakan jenis burung berukuran besar yang tidak dapat terbang. Genus burung Kasuari atau Casuarius masuk dalam kelompok suku Casuariidae.

Burung Kasuari atau Casuarius adalah burung besar khas daratan Papua dan Papua Nugini (New Guinia). Ciri khas yang membedakan jenis burung Kasuari atau Casuarius dengan burung-burung yang lain adalah bentuk tubuhnya yang besar.

Selain itu, ciri khas lainnya adalah burung Kasuari atau Casuarius adalah burung yang tidak dapat terbang. Jenis burung lain yang memiliki kesamaan dengan Kasuari atau Casuarius dalam hal ketidakmampuan untuk terbang adalah burung unta.

Hutan tropis di pulau Papua dan pulau-pulau yang berada di sekitarnya merupakan habitat sempurna untuk burung Kasuari atau Casuarius.

Terdapat tiga jenis spesies burung Kasuari atau Casuarius. Ketiga spesies burung Kasuari atau Casuarius tersebut terdiri atas: 1) Kasuari Gelambir Ganda, 2) Kasuari Kecil, dan 3) Kasuari Gelambir Tunggal.

Selain bentuk fisiknya yang besar dan ciri khas tidak dapat terbang, burung Kasuari atau Casuarius memiliki ciri morfologi lain yang sangat indah.

Ciri morfologi burung Kasuari adalah kulit wajah dan kepalanya berwarna biru keungu-unguan, terkadang bercampur dengan warna merah atau kuning.

Selain itu, mahkota kepala burung Kasuari atau Casuarius menjulang tinggi dan tebal dan berbentuk kurva. Sedangkan pada bagian leher membentuk gelambir dan berwarna merah.

Bulu burung Kasuari didominasi warna cokelat muda dengan aksen garis cokelat tua tebal yang membujur sepanjang badannya.

Selain fakta-fakta terkait fisik burung Kasuari atau Casuarius, berikut 8 fakta unik dan menarik tentang burung Kasuari (Casuarius), burung besar khas Papua.

Baca Juga:

1. Tinggi Burung Kasuari (Casuarius) dapat mencapai 170cm

Predikat burung Kasuari atau Casuarius sebagai seekor burung besar bukanlah penamaan yang tidak memiliki makna. Predikat ini diperoleh karena ukuran tubuh burung Kasuari memang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis burung lainnya.

Postur tubuh burung Kasuari atau Casuarius pada saat berdiri bisa mencapai ketinggian 120cm sampai dengan 150cm. Hampir setinggi rata-rata tubuh manusia Indonesia!

Ketika burung Kasuari atau Casuarius sudah mencapai usia dewasa, tinggi tubuhnya bisa mencapai 170cm dan bobot badannya bisa mencapai lebih dari 60kg.

Sedangkan jenis burung Kasuari Kecil memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, tingginya bisa mencapai 100cm.

2. Burung Kasuari atau Casuarius tidak terbang

Burung Kasuari atau Casuarius merupaka jenis burung yang sama sekali tidak dapat terbang. Oleh karena itu, untuk dapat bertahan hidup burung Kasuari atau Casuarius mengembangkan kemampuan larinya.

Penyebab burung Kasuari atau Casuarius tidak dapat terbang adalah tidak tumbuhnya sayap burung Kasuari atau Casuarius secara sempurna dan cenderung mengecil.

Kemampuan lari burung Kasuari atau Casuarius sama sekali tidak dapat diremehkan. Burung Kasuari atau Casuarius dapat mencapai kecepatan lebih dari 30km per jam. Wow..!

3. Burung Kasuari Jantan dan Betina dibedakan dari bentuk gelambirnya

Jenis kelamin burung Kasuari atau Casuarius dapat dibedakan dengan melihat bentuk gelambirnya. Burung Kasuari atau Casuarius jantan memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dan warna yang cenderung lebih gelap daripada burung Kasuari atau Casuarius betina.

Bentuk gelambir burung Kasuari atau Casuarius jantan lebih pendek jika dibandingkan dengan gelambir pada burung Kasuari atau Casuarius betina.

4. Burung Kasuari atau Casuarius termasuk hewan Omnivora

Agar dapat bertahan hidup di lingkungan dan habitatnya, burung Kasuari atau Casuarius memakan beragam tumbuhan dan juga hewan yang terdapat di sekitarnya. Inilah sebabnya burung Kasuari atau Casuarius digolongkan ke dalam hewan Omnivora.

Sumber makanan burung Kasuari atau Casuarius secara umum dapat berupa buah-buahan yang sudah jatuh ke tanah dari pohonnya, daun, rumput, biji-bijian, laba-laba, semut, dan beberapa hewan tidak bertulang belakang (Invertebrata) lainnya.

5. Burung Kasuari atau Casuarius mempunyai kemampuan menendang yang kuat

Burung Kasuari atau Casuarius mempunyai kemampuan menendang yang kuat. Kemampuan ini didukung oleh sepasang kakinya yang kuat dan kokoh.

Kaki burung Kasuari atau Casuarius memiliki ruas dengan jumlah jari depan tiga buah. Selain itu, burung Kasuari atau Casuarius memiliki kuku-kuku yang tajam dan bisa mencapai panjang 12cm.

Bentuk kaki-kaki yang kuat dan kokoh yang dilengkapi dengan kuku-kuku panjang menjadi senjata burung Kasuari atau Casuarius untuk berlindung dari hewan-hewan predator lainnya. Bentuk kaki yang kokoh kuat dan dilengkapi kuku yang tajam juga digunakan burung Kasuari atau Casuarius untuk berenang dan juga melompat.

6. Burung Kasuari atau Casuarius jantan memiliki tugas untuk mengerami telur

Normalnya, pengeraman telur dilakukan oleh hewan berjenis kelamin betina. Namun tidak demikian dengan burung Kasuari atau Casuarius. Burung Kasuari atau Casuarius jantan-lah yang memiliki tugas untuk mengerami telur.

Pada saat bertelur, burung Kasuari atau Casuarius betina dapat menghasilkan telur sampai dengan 8 (delapan) butir. Berat masing-masing telur tersebut dapat mencapai 584gram.

Berat keseluruhan telur yang dihasilkan oleh burung Kasuari atau Casuarius betina dapat mencapai 4.672gram atau sekitar 4,7kg! Luar biasa.

Tugas mengerami telur kemudian membesarkan serta melindungi anak-anak burung Kasuari atau Casuarius sepenuhnya menjadi tugas dari burung Kasuari atau Casuarius jantan.

Burung Kasuari atau Casuarius betina akan kawin dengan beberapa burung Kasuari Jantan dan kemudian bertelur di sarang mereka masing-masing selama musim kawin.

Burung Kasuari atau Casuarius jantan kemudian bertugas mengerami telur-telur yang dihasilkan oleh burung Kasuari atau Casuarius betina selama kurang lebih 50 hari. Burung Kasuari atau Casuarius jantan tetap berada di sarangnya untuk membesarkan anak-anaknya sampai mereka berusia sekitar 9 bulan.

7. Burung Kasuari atau Casuarius terkenal sebagai hewan pemalu dan bersifat teritorial

Burung Kasuari atau Casuarius cenderung menghindari interaksi dengan manusia sepanjang hidupnya, karena burung Kasuari termasuk hewan dengan sifat pemalu.

Pola hidup burung Kasuari atau Casuarius juga soliter atau menetap serta memiliki daerah teritorial tertentu.

Jika pada suatu ketika daerah teritorinya didekati, burung Kasuari atau Casuarius bisa berubah sifat dari burung pemalu menjadi sangat agresif sebagaimana hewan liar lainnya.

Menggunakan kekuatan sepasang kakinya yang kokoh dan memiliki kuku-kuku tajam, burung Kasuari atau Casuarius akan berusaha mempertahankan diri dan daerah teritorinya dari segala macam gangguan. Termasuk di dalamnya gangguan yang disebabkan oleh kehadiran manusia.

Serangan yang dilakukan oleh burung Kasuari atau Casuarius terhadap manusia bisa berakibat sangat fatal.

8. Burung Kasuari atau Casuarius dapat hidup hingga umur 50 sampai 80 tahun

Burung Kasuari atau Casuarius dapat mencapai umur hidup hingga 50 tahun sampai dengan 80 tahun dalam habitatnya yang normal.

Meskipun demikian, pada kenyataannya jumlah populasi burung Kasuari atau Casuarius turun secara drastis. Bahkan secara resmi, Pemerintah Republik Indonesia sudah memasukkan burung Kasuari atau Casuarius sebagai hewan yang langka dan dilindungi oleh negara.

Penurunan jumlah populasi burung Kasuari atau Casuarius diantaranya disebabkan oleh perburuan liar dan kerusakan habitat hidupnya yang alami. Kerusakan habitat hidup burung Kasuari atau Casuarius diantaranya dipicu oleh perubahan atau konversi lahan menjadi lahan pertanian dan pemukiman.

Baca Juga:

Demikian artikel mengenai 8 Fakta Unik dan Menarik tentang Kasuari (Casuarius) Burung Besar Khas Papua. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...