* Ini Dia, Fakta Unik Virus Paling Mematikan di Dunia

Ini Dia, 6 Virus Paling Mematikan di Dunia dan Serangkaian Fakta Unik di Dalamnya!

Blogdope.comIni Dia, 6 Virus Paling Mematikan di Dunia dan Serangkaian Fakta Unik di Dalamnya! Kita mengenal virus sebagai bagian dari kelompok mikroorganisme. Sehingga secara umum virus berukuran sangat kecil. Bahkan ukuran virus mencapai milimikron.

Dengan demikian kita hanya dapat mengamati virus dengan bantuan mikroskop.

Sejak bertahun-tahun lalu, virus sudah menjelma menjadi ancaman bagi kesehatan manusia di dunia. Beragam jenis penyakit yang menyerang manusia berasal dari infeksi virus.

Dua diantara penyakit manusia yang muncul karena virus adalah flu dan pilek.

virus paling mematikan di dunia
Jenis-jenis Virus Paling Mematikan di Dunia

Baca Juga : Terbukti Ampuh! Beginilah 10 Cara Mudah Menurunkan Berat Badan

6 Jenis Virus Paling Mematikan di Dunia

Faktanya, tidak hanya manusia yang bisa terserang oleh virus. Pada prinsipnya, seluruh makhluk hidup dapat menjadi target infeksi virus di dunia.

Virus membutuhkan individu lain untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Dengan kata lain, virus tidak dapat hidup tanpa memiliki inang. Oleh sebab itu, sebuah virus tak ubahnya seperti parasit yang menempel pada individu lain.

Struktur Tubuh Virus

Virus sebenarnya memiliki struktur tubuh yang sangat sederhana. Struktur tubuh virus hanya terdiri atas kepala dan ekor.

Bagian kepala virus mengandung DNA/RNA. Inilah yang berperan sebagai material genetik sebuah virus.

Sedangkan pada bagian ekor virus terdapat selubung ekor dan serabut ekor. Serabut ekor pada tubuh virus berfungsi sebagai reseptor atau penerima rangsang. Sedangkan selubung ekor memiliki peran untuk menginfeksi dan menghancurkan lapisan kulit.

Struktur tubuh virus
Ilustrasi Struktur Tubuh Virus

Baca Juga : Terungkap! Beginilah Rahasia Kemampuan Super Kutu Loncat untuk Meloncat

Penghancuran lapisan kulit pada bakteri atau sel oleh selubung ekor bertujuan agar virus bisa memasukkan RNA/DNA kepada sel inang. Sehingga nantinya virus dapat berkembang biak.

Meskipun virus sangat mudah berkembang, beberapa jenis penyakit yang ditimbulkannya dapat sembuh sendiri. Dengan catatan manusia yang terinfeksi virus memiliki kekebalan tubuh yang kuat.

Akan tetapi tahukah Anda, bahwa terdapat setidaknya 6 virus yang paling mematikan di dunia?

Virus paling mematikan di dunia ini mampu menimbulkan penyakit yang bahkan belum ada obatnya sampai saat ini.

Ulasan di bawah ini akan menjelaskan dengan detil 6 jenis virus paling mematikan di dunia dan serangkaian fakta unik di dalamnya.

Fakta Unik 5 Virus Paling Mematikan di Dunia

1. Human Immunodeficiency Virus (HIV)
virus paling mematikan
Ilustrasi Virus HIV dalam Darah Manusia, Jenis Virus Paling Mematikan di Dunia

Peringkat pertama jenis virus paling mematikan di dunia ditempati oleh virus HIV. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah jenis virus yang sangat mematikan.

Target infeksi virus HIV adalah sel sistem kekebalan tubuh manusia.

Sampai saat ini, para ahli belum dapat menemukan obat atau antivirus yang dapat mencegah dan mengobat infeksi akibat virus HIV.

Penggunaan istilah HIV untuk virus ini sudah digunakan sejak tahun 1986.

Ketika itu, Luc Montagnier seorang ahli dari Perancis mengusulkan pertama kali nama HIV untuk retrovirus penyebab AIDS.

Penularan virus HIV dapat terjadi melalui hubungan kelamin, seks oral, anal seks (hubungan seks melalui anus), transfusi darah.

Selain itu juga dapat menular melalui penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi virus HIV secara bersama-sama.

Dan yang lebih berbahaya lagi, virus HIV ini dapat menular antara ibu dan bayinya selama masa kehamilan, kelahiran, dan periode menyusui.

Sistem kekebalan tubuh manusia yang terinfeksi oleh virus HIV dapat menurun secara drastis. Sehingga manusia dapat dengan mudah terserang penyakit, bakteri, virus, dan jenis infeksi lainnya.

Tubuh manusia tidak bisa memusnahkan infeksi virus HIV sepenuhnya. Sekali seorang manusia terinfeksi virus HIV, maka ia akan memiliki virus ini sepanjang hidupnya.

Baca Juga : 8 Fakta Unik dan Menarik tentang Kumbang yang Perlu Anda Ketahui

2. Ebola Virus
virus HIV
Virus Ebola, Menyebar dari Afrika Mematikan Dunia

Baca Juga : Inilah 7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Ginjal

Virus Ebola menempati peringkat 2 daftar 5 jenis virus paling mematikan yang terdapat di dunia. Virus ini memiliki nama lain Virus Kongo.

Pada dasarnya, virus Ebola berasal dari genus Ebolavirus. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini kemudian disebut dengan penyakit ebola atau Ebola Disease.

Tubuh yang terinfeksi oleh serangan virus Ebola akan mengalami gangguan pada sistem imun dan organ-organ tubuh lainnya. Di samping itu, virus Ebola juga menyebabkan jumlah sel pembeku darah pada tubuh manusia.

Akibatnya terjadi pendarahan yang sangat serius dan tidak terkendali.

Virus Ebola bersifat sangat menular dan berbahaya. Penularan virus ini dapat terjadi hanya dengan kontak langsung melalui cairan tubuh atau kulit.

Sejarah pernah mencatat betapa berbahayanya infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola.

Lebih dari 90% pasien yang terinfeksi oleh virus Ebola tidak dapat bertahan hidup. Pasien-pasien Ebola ini hanya memiliki waktu sekitar 1 minggu untuk hidup. Dari mulai terjangkit virus sampai akhirnya menemui ajal.

Adapun gejala yang timbul akibat infeksi virus Ebola misalnya muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar anus, serta demam yang sangat tinggi.

Awalnya, virus Ebola berasal dari salah satu spesies kera yang terdapat di Kongo. Negara Kongo adalah sebuah negara kecil yang terletak di benua Afrika. Dari situlah kemudian virus Ebola menyebar ke manusia.

Endemi virus Ebola masih berada di daratan Afrika. Beberapa studi bahkan menyatakan belakangan ini virus Ebola sudah mencapai Filipina.

3. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS Virus)

Virus SARS menempati peringkat 3 dari daftar 5 jenis virus paling mematikan di dunia. SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit pernafasan akut ini disebabkan oleh virus Corona SARS (SARS-CoV).

Seorang manusia yang terinfeksi oleh SARS akan mengalami gangguan pernafasan yang sangat akut. Gangguan pernafasan akut ini dapat terjadi dalam waktu singkat dan menyebabkan kematian dengan cepat.

Penyakit SARS menjelma menjadi penyakit menular dan sangat berbahaya. Ia dapat menular dengan mudah dan tidak mengenal target infeksi. Siapapun dapat terkena penyakit SARS, terutama orang tua.

virus SARS
SARS, Menyerang Sistem Pernapasan dan Paling Mematikan

Baca Juga : Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Rutin Mengkonsumsi Air Putih

Penyebaran Virus SARS

Keberadaan virus SARS pertama kali muncul di Provinsi Guangdong, Cina bagian Selatan. Tepatnya terjadi pada tanggal 16 November 2002.

Dengan jangka waktu hanya 3 bulan semenjak pertama kali terdeteksi, virus SARS mampu menginfeksi sedikitnya 305 jiwa dengan resiko kematian mencapai 5 kasus.

Ketika itu kasus-kasus SARS tersebut oleh para tenaga kesehatan diasumsikan sebagai penyakit radang paru-paru yang tidak khas. Dunia mengenal radang paru-paru ini dengan sebutan Pneumonia Atipical.

Identifikasi penyakit SARS pertama kali terjadi pada bulan Februari 2003.

Dr. Carlo Urbani berhasil menemukan penyakit ini pada diri seseorang yang bepergian dari China ke Vietnam melalui Hong Kong.

Sayangnya, pasien tersebut akhirnya meninggal dunia. Bahkan Dr. Carlo Urbani pun turut menjadi korban meninggal. Setelah itu, dengan cepat penyakit SARS menyebar ke seluruh dunia.

Ribuan orang di benua Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika menjadi korban serangan virus SARS. Pada puncak penyebarannya, kasus penyakit SARS baru dapat mencapai 200 kasus tiap hari.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus SARS adalah demam di atas 38 derajat celcius. Demam ini kemudian memicu terjadinya sesak napas.

Sampai saat ini, belum ada vaksin antivirus yang dapat mencegah atu mengobati SARS. Penanggulangan pada pasien penyakit SARS hanya mengandalkan alat bantu pernapasan.

4. Virus Herpes Simpleks Penyebab Ensefalitis atau Radang Otak

Radang otak atau ensefalitis menempati peringkat 4 dari daftar 5 virus paling mematikan di dunia. Penyakit radang otak adalah sejenis peradangan atau inflamasi yang terjadi pada bagian otak.

Penyakit radang otak dapat terjadi pada siapa saja. Meskipun demikian, resiko tertinggi tetap terjadi pada anak-anak dan lansia.

Hal itu karena pada kedua rentang usia tersebut sistem kekebalan tubuh cenderung lemah.

Gejala awal terjadinya peradangan pada otak misalnya sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-pegal. Sekilas gejala-gejala awal ini sangat ringan. Tetapi jangan pernah meremehkan akibatnya.

Kondisi pasien penderita penyakit radang otak akan mengalami penurunan secara drastis. Indikasi penurunan kondisi ini bahkan menjadi sangat serius.

Misalnya kejang, linglung, halusinasi, otot lemas, kelumpuhan wajah dan bagian tubuh tertentu, serta gangguan penglihatan.

Serangan penyakit radang otak sekilas memiliki gejala awal serupa dengan flu. Itulah sebabnya penyakit ini menjadi sulit terdeteksi.

Jenis virus yang diduga menjadi penyebab penyakit radang otak adalah virus Herpes Simpleks. Hal ini berasal dari fakta bahwa pada kasus radang otak jenis virus Herpes Simpleks paling banyak ditemukan.

Herpes Simplex adalah virus yang menyebabkan terjadinya penyakit herpes yang menyerang mulit dan alat kelamin.

Radang otak juga dapat disebabkan oleh virus yang berasal dari hewan. Misalnya virus rabies.

Selain itu juga dapat berasal dari virus yang disebarkan oleh nyamuk dan caplak.

5. Virus Hepatitis B (VHB)
virus hepatitis b paling mematikan
Ilustrasi Virus Hepatitis B, Jenis Virus Paling Mematikan Menyerang Liver

Baca Juga :

Kenali, Inilah 7 Fakta Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Virus Hepatitis B menyebabkan terjadinya penyakit hepatitis tipe B yang menyerang organ hati. Penyakit oleh infeksi virus ini menempati peringkat 5 dari daftar 6 virus paling mematikan.

Berasal dari famili virus Hepadnavirus, virus Hepatitis B dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada organ hati secara akut.

Sebagian besar kasus Hepatitis B dapat berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Semua golongan umur rentan terhadap serangan virus Hepatitis B. sedangkan gejala yang muncul akibat serangan virus Hepatitis B diantaranya nyeri pada perut, warna urine coklat gelap, demam tinggi, nyeri otot.

Selain itu juga menghilangnya nafsu makan, mual dan muntah, mudah lelah, serta kulit dan bagian mata menguning.

Banyak penderita gejala infeksi virus Hepatitis B yang tidak menyadarinya. Karena gejala virus Hepatitis B biasanya baru muncul sekitar satu sampai empat bulan setelah terinfeksi.

Untuk menekan pertumbuhan virus Hepatitis B, dokter biasanya memberikan obat Hepatitis B. Ingat, ini hanya menekan pertumbuhan virus. Sama sekali bukan untuk mengobatinya!

Dengan demikian, seseorang yang terinfeksi oleh virus Hepatitis B harus melakukan pengobatan sepanjang hidupnya.

6. Virus H5N1 dan H7N9 Penyebab Flu Burung
virus flu burung
Virus Flu Burung dan Variannya Termasuk Jenis Virus Paling Mematikan di Dunia

Baca Juga : 

Ternyata Kadar Asam Urat Tinggi Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Urutan terbawah dari daftar 6 jenis virus paling mematikan ditempati oleh virus H5N1 dan H7N9. Kedua jenis virus ini sama-sama menyebabkan penyebaran penyakit flu burung.

Flu burung merupakan jenis penyakit influenza tipe A. Penyakit ini ditularkan oleh burung atau unggas yang lain kepada manusia.

Faktanya, penyebaran virus flu burung ini dapat menyebar ke spesies-spesies makhluk hidup yang lain di dunia. Misalnya babi, kucing, anjing, harimau.

Virus H5N1 dan H7N9 mampu memicu terjadinya wabah penyakit flu burung yang terjadi di daratan Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa negara di Eropa.

Sedangkan gejala yang umum ditemukan akibat virus flu burung misalnya demam tinggi dan keluhan pernafasan.

Infeksi virus flu burung berlangsung dengan sangat cepat. Oleh sebab itu, pasien dengan indikasi penyakit ini harus segera memperoleh penanganan secara medis.

Masa Inkubasi Virus Flu Burung di dalam Tubuh

Inkubasi virus flu burung dalam tubuh manusia berlangsung selama kurang lebih 3 sampai 5 hari. Mulai dari proses masuk sampai dengan timbulnya gejala

Adapun gejala-gejala lain yang dapat menjadi indikasi infeksi virus flu burung misalnya demam, sakit keala, pegal-pegal, batuk, pilek, dan sesak nafas.

Sebelum gejala di atas muncul pada pasien flu burung, biasanya penderita mengalami muntah, sakit perut, diare, mimisan, serta nyeri pada dada.

Penyakit flu burung dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang sangat membahayakan nyawa penderita. Oleh sebab itu penanganan yang cepat dan tepat harus segera dilakukan.

Baca Juga :

Nah, itulah 6 jenis virus paling mematikan di dunia beserta fakta unik yang terdapat di dalamnya. Pesan penting bagi kita untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta yang tidak kalah penting adalah turut berperan aktif menjaga kelestarian alam.

Disadari atau tidak, sebenarnya perilaku manusia-lah yang menyebabkan alam bereaksi seperti memunculkan virus mematikan, bencana alam, dan sebagainya.

Leave a Reply