Memutus Bagian Tubuh untuk Berkembang Biak, Kok Bisa? Inilah 8 Fakta Unik tentang Cacing Pipih.

Blogdope.com ā€“ Inilah 8 Fakta Unik tentang Cacing Pipih yang Perlu Anda Ketahui

Cacing pipih merupakan hewan yang bentuk tubuhnya pipih dan tidak memiliki segmen. Bentuk tubuh yang tidak memiliki segmen ini membuat batas antara bagian kepala, dada, dan perut menjadi tidak jelas. Inilah 8 fakta unik tentang cacing pipih yang perlu Anda ketahui.

Meskipun segmen tubuhnya tidak jelas, cacing pipih tetap memiliki organ tubuh lainnya, otak, sistem pencernaan, dan juga sistem ekskresi meskipun tidak sempurna.

Bagian tubuh cacing pipih terdiri atas susunan tiga lapisan embrionik atau tripbloblastik. Ketiga lapisan embrionik pada tubuh cacing pipih tersebut terdiri atas lapisan: 1) endoderm, 2) ektoderm, dan 3) mesoderm.

Cacing pipih juga disebut sebagai hewan triploblastik aselomata, karena cacing pipih tidak memiliki rongga pada bagian tubuhnya (aselomata).

Di balik kesederhanaan susunan bentuk tubuh, cacing pipih memiliki beragam keunikan. Diantaranya adalah kemampuan memperbanyak diri sendiri.

Dalam melakukan proses perkembangbiakan, cacing pipih akan melakukan fragmentasi. Fragmentasi cacing pipih adalah upaya untuk memutuskan bagian tubuh menjadi sebuah individu yang baru.

Selain itu, masih terdapat beberapa fakta tentang cacing pipih. Inilah 8 fakta unik tentang cacing pipih yang perlu Anda ketahui.

BACA JUGA :   Setia pada pasangan? Belajarlah dari burung bangau.

1. Cacing Pipih Termasuk Kelompok Filum Platyhelminthes

Cacing pipih merupakan hewan yang termasuk ke dalam keluarga filum Platyhelminthes. Sebutan Platyhelminthes merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, di mana platy berarti pipih dan helminthes berarti cacing.

Selain filum Platyhelminthes, cacing pipih juga termasuk ke dalam kelompok bilateria. Pengelompokkan cacing pipih ke dalam kelompok bilateria ini disebabkan oleh cacing pipih yan tidak memiliki tubuh simetris bilateral.

2. Mulut Embrio Cacing Pipih Terbentuk Lebih Awal Daripada Anus

Fakta Unik Cacing Pipih, Mampu Melakukan Fragmentasi Tubuh

Selain tergolong filum platyhelminthes dan bilateria, cacing pipih juga dikelompokkan ke dalam Protosmia.

Pengelompokkan cacing pipih ke dalam protosmia ini dilandasi bahwa pada proses perkembangan embrionya mulut embrio cacing pipih terbentuk lebih dahulu daripada anus cacing pipih.

3. Pertukaran Udara pada Cacing Pipih Dilakukan Secara Difusi

Fakta unik tentang cacing pipih yang lain adalah cacing pipih ini tidak memiliki organ khusus yang digunakan untuk bernapas. Pertukaran udara pada proses pernapasan cacing pipih berlangsung secara difusi. Difusi pernapasan cacing pipih terjadi adantara permukaan tubuh dengan air.

Dengan sistem pernapasan yang semacam ini (difusi), berakibat sebagian besar cacing pipih tidak memiliki bentuk tubuh mikroskopis menyerupai pita atau mengambil bentuk lain serupa daun pipih.

BACA JUGA :   Elang Hewan Monogami yang Berumur Panjang

4. Cacing Pipih Mudah Dehidrasi

Akibat lain dari ketidakpunyaan organ khusus bernafas pada cacing pipih dan proses bernafas dilakukan secara difusi mengakibatkan cacing pipih sangat mudah mengalami dehidrasi.

Dehidrasi adalah kondisi di mana terjadi kekurangan asupan cairan pada tubuh.

Untuk menghindari terjadinya dehidrasi, maka cacing pipih selalu hidup pada ekosistem yang memiliki persediaan air berlimpah atau pada daratan yang bersifat lembab.

5. Cacing Pipih Merupakan Hewan Hermaprodit

Hermaprodit merupakan golongan hewan yang organ reproduksi jantan dan betina berada dalam satu tubuh.

Cacing pipih termasuk ke dalam golongan hewan hermaprodit, karena di dalam tubuhnya memiliki organ reproduksi jantan dan betina sekaligus.

Meskipun termasuk ke dalam golongan hewan hermaprodit atau memiliki dua alat kelamin dalam tubunya, perkembangbiakan cacing pipih tetap berlangsung secara seksual dan dilakukan antara dua individu melalui proses fertilisasi internal.

6. Cacing Pipih Memutuskan Bagian Tubuhnya untuk Membentuk Individu Baru

Pemutusan bagian tubuh untuk membentuk individu baru atau dikenal dengan proses fragmentasi dilakukan oleh cacing pipih.

Fragmentasi merupakan ciri khas perkembangbiakan cacing pipih yang dilakukan secara vegetatif.

Bagian-bagian tubuh cacing pipih yang terpisah dari bagian induknya sebagai akibat dari proses fragmentasi kemudian akan menjadi individu atau organisme baru.

BACA JUGA :   Fakta Unik Dibalik Keindahan Burung Kasuari

7. Cacing Pipih Sangat Sensitif Terhadap Cahaya

Cacing pipih merupakan hewan yang tergolong memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap cahaya.

Contoh cacing pipih yang selalu berlindung dari paparan cahaya dengan hidup dan bersembunyi di bawah bebatuan adalah Planaria.

Sedangkan kelompok cacing pipih yang hidup dan berlindung dari paparan cahaya di balik kelembaban lumut adalah Bipalium.

8. Sisa Makanan Cacing Pipih Dibuang Melalui Mulut

Cacing pipih merupakan hewan yang sama sekali tidak memiliki anus sebagai bagian pembuangan sisa makanan atau ekskresi.

Sisa makanan pada cacing pipih dibuang melalui bagian mulut.

Selain tidak memiliki anus, cacing pipih juga tidak memiliki sistem transportasi makanan. Makanan beredar dalam cacing pipih melalui sistem fastrovaskuler.

Demikian artikel Inilah 8 Fakta Unik tentang Cacing Pipih yang Perlu Anda Ketahui. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *