* Inilah Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi yang Benar - BlogDope.com

Inilah Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi yang Benar

Blogdope.comInilah Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi yang Benar. Teks eksposisi adalah bentuk tulisan yang bertujuan untuk menjelaskan atau memberikan informasi tentang sesuatu.

Pengertian teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan yang di dalamnya terkandung sejumlah pengetahuan dan informasi.

Sebelum membahas lebih lanjut, pastikan Anda telah subscribe email ke blogdope.com agar tetap memperoleh pembaruan artikel dan informasi yang pasti bermanfaat.

Inilah Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi yang Benar

Artikel Terkait: Penting untuk Dipahami: Pengertian Teks Eksposisi, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya

Teks eksposisi disajikan secara singkat, padat, akurat, dan tentunya mudah untuk dipahami.

Paragraf dalam teks eksposisi berisfat real, nyata, dan ilmiah. Dapat dikatakan bahwa teks eksposisi merupakan jenis teks nonfiksi.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa teks eksposisi adalah jenis atau ragam teks yang memiliki fungsi untuk menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang sesuatu topik.

Ragam teks eksposisi sering digunakan dalam konteks komunikasi sehari-hari. Baik secara lisan maupun tulisan.

Umumnya, sebuah teks eksposisi dapat dilengkapi dengan grafik, gambar, atau statistik untuk memperjelas uraian.

Tidak jarang pula teks eksposisi berupa uraian tentang langkah atau cara atau proses kerja. Bentuk teks eksposisi yang demikian biasa disebut dengan paparan proses.

Materi pembelajaran teks eksposisi merupakan salah satu tagihan wajib bagi peserta didik. Terutama yang duduk di jenjang kelas VIII SMP semester 1.

Keterampilan dan pengetahuan mengenai teks eksposisi bertujuan agar peserta didik dapat mengidentifikasi, menyimpulkan, menelaah struktur dan kaidah kebahasaan, serta dapat menyajikan teks eksposisi.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Secara umum, ciri-ciri teks eksposisi diantaranya adalah :

a. Menjelaskan informasi atau pengetahuan tentang sesuatu hal.

b. Gaya informasi yang bersifat memberi tahu atau menyampaikan informasi.

c. Penyampaian menggunakan bahasa baku dan disampaikan secara lugas.

d. Bersifat netral atau tidak memihak.

e. Fakta dipakai sebagai alat konkritasi dan alat kontribusi.

Tujuan Teks Eksposisi

a. Memberikan informasi yang disertai data dan fakta mengenai suatu permasalahan.

b. Mengangkat sebuah permasalahan melalui sudut pandang ilmiah yang disertai dengan teori penunjang dan bukti-bukti ilmiah.

c. Menjelaskan permasalahan tertentu secara terperinci sehingga pembaca dipastikan dapat memperoleh pemahaman yang utuh.

d. Menggambarkan permasalahan yang tengah dibahas secara komprehensif.

e. Menyampaikan data faktual terkait permasalahan tertentu.

f. Mengutarakan pendapat secara obyektif dan bertanggungjawab didasari oleh fakta dan data terkait.

Struktur Teks Eksposisi

Sebuah teks eksposisi tentu memiliki struktur. Adapun struktur penyusun teks eksposisi terdiri atas: 1) judul, 2) pernyataan umum, 3) argumen atau alasan, 4) penegasan ulang.

Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca : Penting untuk Dipahami: Pengertian Teks Eksposisi, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya

1. Judul

Judul teks eksposisi hendaknya menggambarkan sesuatu yang dibahas dalam teks eksposisi. Selain itu, judul hendaknya ditulis dengan singakt, menarik, dan sarat makna.

2. Pernyataan Pendapat atau Tesis

Tesis teks eksposisi adalah pernyataan awal penulis berupa pengenalan isu, masalah, atau uraian tentang topik yang akan dibahas.

Sebuah tesis biasanya berdasarkan pada suatu pernyataan yang nantinya diperkuat dengan serangkaian argumen.

Bagian tesis berfungsi untuk memperkenalkan topik, sekaligus menempatkan pembaca pada posisi tertentu.

Karena dengan teks tesis yang digunakan penulis ingin mengemukakan pendapat. Sehingga pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat atau berseberangan dengannya.

3. Argumen atau Alasan

Bagian dari teks eksposisi setelah pernyataan pendapat adalah argumen atau alasan. Panjang atau pendeknya bagian ini tergantung pada jumlah argumen yang diperkenalkan oleh penulis.

Sebagian besar argumen telah dinyatakan pada bagian pernyataan umum. Kemudian pernyataan itu disebutkan ulang dan dijabarkan dalam argumen.

Biasanya argumen berbentuk serangkaian paragraf.

Adapun pengembangan argumen menjadi bentuk paragraf ini dilakukan melalui penyajian contoh dan alasan.

4. Penegasan Ulang atau Simpulan

Penegasan ulang atau simpulan dilakukan didasarkan pada argumen yang telah disajikan pada bagian sebelumnya.

Pengulangan ini bersifat pilihan, sehingga tidak semua teks eksposisi memilikinya.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

kaidah kebahasaan teks eksposisi
Paparan Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi yang Wajib Diketahui

Kaidah kebahasaan teks eksposisi mencakup hal-hal sebagai berikut.

Baca : Struktur Teks Eksposisi yang Wajib Diketahui

1. Bahasa Baku

Teks eksposisi wajib ditulis dengan bahasa baku dan penulisannya terarah. Pemilihan kata atau diksi yang digunakan dalam teks eksposisi pun harus sesuai dengan target pembacanya.

Hindari penggunaan istilah yang kurang familiar. Karena penggunaan istilah yang kurang familiar akan menyulitkan pembaca untuk memperoleh informasi dari teks.

2. Kata Leksikal

Kata leksikal berkaitan dengan kata; terkait dengan leksem, serta terkait dengan kosa kata.

Kesimpulannya makna leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

3. Kata Benda atau Nomina

Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak.

Dalam sebuah kalimat, kata benda berkedudukan sebagai subjek kalimat.

Apabila kita lihat dari bentuk dan maknanya, nomina dapat berbentuk nomina dasar mupun nomina turunan.

Contoh nomina dasar misalnya: gambar, meja, rumah, pisau. Sedangkan contoh nomina turunan misalnya: perbuatan, pembelian, kekuatan, dan lain-lain.

4. Kata Kerja atau Verba

Kata kerja atau verba adalah kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat.

Penggunaan kata kerja atau verba dalam sebuah kalimat biasanya berkedudukan sebagai predikat.

Menilik dari bentuknya, verba dibedakan menjadi dua. Yaitu:

a. Verba dasar, merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, dan komposisi). Misalnya: mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dan lain-lain.

b. Verba turunan, merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis. Contoh: melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cucimuka, mempertanggungjawabkan, dan lain-lain.

5. Kata Sifat atau Adjektiva

Adjektiva atau kata sifat merupakan kata-kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang.

Contoh: indah, lunak, lebar, luas, negatif, positif, keruh, dingin, jelek, dan lain-lain.

6. Kata Keterangan atau Adverbia

Kata keterangan atau adverbia adalah kata-kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain.

Contoh: di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.

7. Konjungsi

Konjungsi atau kata hubung dapat digunakan dalam teks eksposisi. Adapun fungsi konjungsi adalah untuk memperkuat argumentasi.

Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis.

Sehingga dalam suatu kalimat dapat saling berkorelasi dan membentuk kalimat yang koheren.

Teks eksposisi dapat juga mengkombinasikan beberapa jenis konjungsi. Sehingga dapat tercipta keharmonisan makna maupun struktur.

Konjungsi temporal dapat digunakan bersamaan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan.

Sedangkan konjungsi sebab akibat digunakan untuk menyuguhkan informasi asal muasal suatu peristiwa.

Di sisi lain, konjungsi penegasan digunakan untuk mengurutkan informasi dari yang kuat menuju ke yang lemah atau sbealiknya.

Contoh-contoh Konjungsi yang Umum Digunakan

Beberapa jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi diantaranya berupa konjungsi:

a. gabungan (dan, serta, dengan)

b. pembatasan (kecuali, selain, asal)

c. tujuan (agar, supaya, untuk)

d. persyaratan (kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana)

e. perincian (yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni)

f. sebab akibat (karena, sehingga sebab, akibat, akibatnya)

g. perbandingan (bagai, seperti, ibarat, serupa, layaknya)

h. penyimpulan (oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian)

Artikel Menarik Lainnya:

Demikianlah paparan lengkap mengenai kaidah kebahasaan teks eksposisi yang benar.

Semoga sajian kaidah kebahasaan yang admin sajikan pada kesempatan ini dapat menambah luas pengetahuan dan wawasan Anda.

Terima kasih sudah berkenan untuk berkungjung ke blogdope.com. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply