Kalkun, Si Pelari Cepat yang Jago Menari

Blogdope.com – 10 Fakta Unik dan Menarik tentang Kalkun yang Perlu Anda Ketahui

Kalkun termasuk ke dalam spesies burung yang memiliki ukuran tubuh besar dari ordo Galliformes. Genus kalkun adalah Meleagris.

Pemberian nama “kalkun” itu sendiri mengambil istilah dari bahasa Belanda, Kalkoen. Dalam bahasa Inggris, kalkun dikenal dengan sebutan Turkeys.

Daging kalkun memiliki pangsa pasar tersendiri. Konon katanya, daging kalkun memiliki cita rasa dan kelezatan yang melebihi daging unggas lainnya. Pada pesta peringatan hari-besar di beberapa negara seringkali menyajikan daging kalkun sebagai hidangan khusus.

Sama halnya ketika perayaan hari besar keagamaan, seperti perayaan Natal dan juga hari Thanksgiving, hidangan yang terbuat dari daging kalkun selalu disediakan sebagai hidangan paling spesial.

Selain dari aspek kualitas dagingnya, ternyata kalkun juga memiliki beberapa fakta unik lainnya. Inilah 10 fakta unik dan menarik tentang kalkun yang perlu Anda ketahui.

1. Kalkun dijuluki Ayam Turki

Kalkun pada zaman dahulu didatangkan oleh Bangsa Eropa melalui Turki. Turki merupakan negara kecil yang terletak di dua benua sekaligus, yaitu Asia dan Eropa.

Karena jalur pengiriman kalkun selalu melalui Turki, banyak yang beranggapan bahwa kalkun memang berasal dari Turki.

Kenyataannya kalkun sebenarnya pertama kali ditemukan di Meksiko dan daerah-daerah di Amerika Utara lain pada sekira 400 tahun yang lalu.

Pada masa invasi bangsa Spanyol ke daratan Amerika, termasuk Meksiko, mereka membawa daging kalkun untuk kemudian disebarkan di benua Eropa.

Bangsa Inggris selalu mengira bahwa kalkun yang memiliki bentuk tubuh besar itu dibawa oleh bangsa Spanyol dari Turki, sehingga orang-orang Inggris menyebut kalkun dengan sebutan “Turkeys”. Sebutan ini masih dipakai sampai sekarang.

BACA JUGA :   Inilah 8 Fakta Unik Seputar Amoeba yang Perlu Anda Ketahui

2. Kalkun bisa berlari kencang dan terbang dalam jarak pendek

Ciri unik dan khas dari kalkun yang membedakannya dengan jenis unggas yang lain adalah kemampuannya untuk berlari kencang meskipun memiliki bentuk badan yang besar.

Bahkan kecepatan berlari kalkun bisa mencapai 80 km/jam. Sangat luar biasa!

Keunggulan dalam kecepatan berlari ini membuat predator di lingkungan sekitarnya tidak dapat mengejar kalkun untuk dimangsa.

Selain dalam hal kecepatan berlari, kalkun ternyata juga dapat terbang, meskipun hanya untuk menempuh jarak yang pendek hanya sekitar 90 meter. Kemampuan ini secara khusus bisa ditemukan pada kalkun yang tumbuh dan hidup liar.

Kalkun yang hidup dan tumbuh secara liar cenderung memiliki ukuran badan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan kalkun hasil ternak.

3. Untuk membedakan jenis kelamin kalkun bisa dengan melihat kotorannya

Untuk membedakan jenis kelamin seekor kalkun dapat dilihat dengan cara yang unik dan sederhana, yaitu dengan hanya melihat bentuk kotorannya.

Kalkun berjenis kelamin jantan memiliki bentuk kotoran yang lurus dan ujungnya melengkung sehingga menyerupai huruf J. Sementara kalkun berjenis kelamin betina memiliki bentuk kotoran melingkar-lingkar mirip spiral.

Baik kalkun berjenis kelamin jantan maupun betina, keduanya memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dan padat berisi jika dibandingkan dengan jenis-jenis unggas yang lain.

Kalkun dapat mencapai berat badan sekira 6 Kg pada saat berumur tiga bulan. Berat badan ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya umur kalkun.

 4. Benjamin Franklin Sangat Memfavoritkan Kalkun

Salah seorang bapak pendiri (founding father) negara Amerika Serikat, Benjamin Franklin ternyata sangat memfavoritkan kalkun. Beliau sangat menyukai burung ini. Bahkan beliau pada suatu ketika pernah mengusulkan agar kalkun diabadikan sebagai burung nasional di Amerika Serikat.

BACA JUGA :   Berbentuk sederhana tapi mampu mengakhiri hidup manusia! Inilah 9 fakta unik tentang cacing pita.

Dalam sebuah surat yang dituliskan oleh Benjamin Franklin kepada anak perempuannya, disebutkan bahwa Benjamin Franklin sangat menyukai burung kalkun yang dulu hanya dapat ditemukan keberadaannya di daratan Amerika.

Menurut pendapat Benjamin Franklin, kalkun juga memiliki makna simbolik yang lebih kuat daripada elang yang saat ini digunakan sebagai lambang nasional Amerika Serikat. Kalkun memiliki karakteristik keberanian.

6. Makan Daging Kalkun Dapat Menyebabkan Mengantuk

Daging kalkun ternyata mengandung senyawa triptofan dan asam amino. Keduanya memiliki fungsi untuk menghasilkan zat serotonin dan neurotransmitter di otak manusia. Serotonin dan neurotransmitter pada manusia berfungsi untuk pengaturan pola tidur.

Daging kalkun yang disajikan bersama dengan bahan-bahan penghasil karbohidrat seperti nasi, kentang, dan roti akan merangsang pelepasan insulin dalam tubuh manusia.

Efek pelepasan insulin dalam tubuh manusia ini akan menimbulkan penyerapan asam amino dari darah ke otot yang lebih besar. Akibatnya akan muncul perasaan rileks dan santai pada manusia yang kemudian mengarahkan ke rasa kantuk.

7. Kalkun mampu bereproduksi secara aseksual

Perlu Anda ketahui bahwa seekor kalkun betin dapat bertelur tanpa didahului proses perkawinan dengan kalkun jantan. Akan tetapi telur yang dihasilkan melalui proses ini cenderung memiliki karakteristik yang lemah untuk bisa menetas menjadi anak kalkun.

Kemampuan kalkun betina untuk melakukan reproduksi secara aseksual ini sebenarnya mendatangkan keuntungan tersendiri bagi peternak. Keuntungan tersebut adalah peternak tidak perlu memelihara pasangan burung kalkun jantan dan betina untuk dapat menghasilkan telur.

8. Telur yang dihasilkan kalkun berukuran lebih besar dan jumlahnya banyak

Memelihara kalkun selain memperoleh keuntungan dari produksi daging, juga mendatangkan keuntungan dari jumlah telur yang dihasilkan oleh kalkun.

BACA JUGA :   Setia pada pasangan? Belajarlah dari burung bangau.

Seekor kalkun betina mampu menghasilkan telur yang berukuran besar dan dalam jumlah yang banyak.

Dalam sekali proses bertelur, seekor kalkun betina akan mampu menghasilkan kurang lebih 12 butir telur. Telur-telur yang dihasilkan tersebut berada dalam kondisi yang subur semuanya dan siap untuk menetas atau ditetaskan.

9. Daging kalkun mengandung zat gizi tinggi dan anti kanker

Daging kalkun selain memiliki cita rasa yang lezat, ternyata juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Kandungan zat gizi yang terdapat dalam daging kalkun diantaranya adalah asam oleat, omega 6, protein esensial, dan juga vitamin B6. Senyawa-senyawa ini merupakan zat yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

Selain zat gizi, dalam daging kalkun juga ditemukan senyawa atau zat yang berfungsi sebagai zat antikanker. Hal ini disebabkan adanya kandungan mineral Zinc dan Selenium dalam daging kalkun.

Mineral Zinc dan Selenium terbukti secara klinis mampu memperbaiki saraf otak yang rusak dan juga mencegah terjadinya abnormalitas pada sel-sel tubuh sebagaimana yang diderita pasien kanker.

10. Untuk menarik perhatian kalkun betina, kalkun jantan akan menari!

Untuk menarik perhatian kalkun betina, kalkun-kalkun jantan akan melakukan kebiasaan unik berupa gerakan menari. Gerakan menari yang dilakukan oleh kalkun jantan ini biasanya dengan menggetarkan bulu-bulu sembari berlari kecil.

Demikian artikel mengenai 10 Fakta Unik dan Menarik tentang Kalkun yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *