Kebahasaan Teks Laporan Hasil Percobaan

 

kebahasaan teks laporan hasil percobaan

Blogdope.comKebahasaan teks laporan hasil percobaan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pada artikel sebelumnya telah dibahas masalah teks laporan percobaan secara umum (Baca: Inilah 5 Cara Mudah Menulis Teks Laporan)

Anda tentu masih ingat bahwa teks laporan hasil percobaan pada umumnya bermanfaat untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa atau kebahasaan pada teks laporan hasil percobaan cenderung menggunakan ragam bahasa baku.

Nah, pada perjumpaan kali ini kita akan bersama-sama belajar mengenai kebahasaan teks laporan hasil percobaan.

Secara umum, kebahasaan teks laporan percobaan dapat bermakna sebagai penggunaan bahasa yang berkaitan dengan kaidah atau aturan berbahasa.

Sedangkan kaidah atau aturan berbahasa tersebut adalah bahasa yang digunakan dalam teks laporan hasil percobaan.

Mari kita mulai pembahasan lengkap mengenai kebahasaan teks laporan hasil percobaan.

Baca juga: 

Struktur Teks Laporan Hasil Percobaan dan Contoh Analisisnya

Kebahasaan Teks Laporan Hasil Percobaan

Tanda dan indikator yang biasa terdapat dalam teks laporan hasil percobaan mencakup hal-hal sebagai berikut.

1. Menggunakan banyak istilah ilmiah

Istilah-istilah ilmiah yang banyak terdapat dalam teks laporan hasil percobaan tentu saja terbatas pada istilah yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan penelitian itu sendiri. Selain itu juga terdapat pula istilah-istilah yang berkaitan langsung dengan bidang keilmuannya.

Sebagai contoh, misalnya kata: xylem, proses osmosis, ekstrafasikuler, korteks, endodermis, dan sel.

2. Menggunakan kata kerja tindakan

Adapun kata kerja tindakan yang terdapat dalam teks laporan hasil percobaan harus secara faktual menyatakan langkah-langkah, urutan, atau prosedur kegiatan. Atau dengan kata lain menyatakan metode penelitian.

Beberapa contoh kata-kata kerja tindakan dalam teks laporan hasil percobaan misalnya: menyiapkan, membersihkan, memotong, membiarkan, memotong, membentuk, menyalurkan, menyebabkan, mengakibatkan, dan mengisap.

3. Menggambarkan objek percobaan

Pada teks laporan hasil percobaan, untuk menggambarkan objek percobaan menggunakan kata-kata yang berhubungan langsung dengan objek.

Contoh: tanaman, benda-benda atau hewan, lingkungan tertentu. Misalnya, tanaman pancar air, (xylem, sel, korteks, endodermis).

Baca juga: Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi dan Contohnya yang Tepat

4. Kata-kata Pendefinisan

Ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan salah satunya adalah penggunaan kata-kata yang bersifat pendefinisian. Sedangkan contoh kata-kata pendefinisian, misalnya: merupakan, adalah, ialah, yaitu, yakni, dan disebut.

5. Memakai konjungsi penyebaban

Penggunaan kata hubung atau konjungsi penyebaban dalam teks laporan hasil percobaan berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu alasan.

Beberapa contoh konjungsi penyebaban di antaranya: karena, sebab, sebab itu, dan oleh karena itu.

6. Memakai Kata-kata perincian

Teks laporan hasil percobaan memiliki unsur kebahasaan lainnya berupa penggunaan kata-kata perincian. Contoh: selain tiu, pertama, kedua, ketiga, mula-mula, lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya, dan lain-lain.

7. Menggunakan Gaya Formal

Dari aspek gaya bahasa, teks laporan hasil percobaan menggunakan gaya bahasa formal. Pengertian gaya bahasa formal tidak jauh dari gaya bahasa resmi.

Salah satu indikasi gaya bahasa resmi ialah penggunaan kata ganti sepeti saya, kami, dan penulis. Kata-kata ganti semacam ini umum terdapat di dalam jenis teks laporan hasil percobaan.

8. Penggunaan gambar grafis, diagram, struktur, dan sebagainya

Agar unsur kebahasan pada teks laporan hasil percobaan semakin jelas, maka penggunaan gambar grafis, diagram, struktur, dan sebagainya juga sangat umum.

Selain beberapa jenis gambar grafis tersebut, teks laporan hasil percobaan juga biasa menggunakan tabel, grafik, bagan, dan seterusnya.

9. Penggunaan sinonim dan antonim

Penggunaan sinonim dan antonim pada teks laporan percobaan juga merupakan salah satu ciri kebahasaan yang paling umum. Sinonim ialah persamaan makna suatu kata, sedangkan antonim adalah lawan makna kata.

Sinonim dan antonim yang terdapat pada teks laporan hasil percobaan dapat kita temukan pada bagian langkah-langkah percobaan atau prosedur percobaan.

10. Kata bilangan

Teks laporan hasil percobaan juga banyak menggunakan kata bilangan. Penggunaan kata bilangan pada teks laporan hasil percobaan menunjukkan jumlah kebutuhan bahan percobaan.

Contoh: 2 kilogram, 5 batang, dan lain-lain.

11. Penggunaan kalimat Perintah

Beberapa contoh penggunaan kata-kata dalam kalimat perintah yang terdapat pada teks laporan hasil percobaan misalnya siapkan, aduklah, hindari, tambahkan, tuangkan, sebaiknya, campurkan, dan lain sebagainya.

12. Menggunakan kata hubung

Di dalam teks laporan hasil percobaan juga lazim menggunakan kata-kata hubung. Contoh kata hubung di antaranya: dan, tetapi, bila, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, karena dan sebagainya.

Artikel Populer Lainnya:

Demikian pembahasan lengkap mengenai kebahasaan teks laporan hasil percobaan yang dapat admin sampaikan pada kesempatan ini. Semoga dapat menambah khasanah pengetahuan dan wawasan Anda.

 

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: