Keterampilan Menulis dalam Bahasa Indonesia Bagian 1

Blogdope.com – Salah satu materi tes kompetensi profesional Bahasa Indonesia yang diujikan dalam tes seleksi PPPK tahun 2021 adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan bagian dari keterampilan berbahasa, dalam hal ini bahasa Indonesia. Paparan berikut menjelaskan keterampilan menulis Bahasa Indonesia pada tes PPPK tahun 2021.

Selain untuk kepentingan persiapan diri menghadapi tes PPPK dan CPNS mata uji kompetensi profesional Bahasa Indonesia, materi keterampilan menulis juga dapat bermanfaat untuk umum.

keterampilan menulis dalam bahasa indonesia
Keterampilan Menulis

Dasar penyusunan artikel keterampilan menulis pada materi tes Bahasa Indonesia seleksi PPPK dan CPNS tahun 2021 adalah bahan tes PPPK tahun 2021 bidang studi Bahasa Indonesia.

Adapun penyajian materi tes keterampilan menulis Bahasa Indonesia ini sebisa mungkin menggunakan bentuk yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami.

Di samping itu, materi yang tersaji juga merupakan materi tes PPPK kompetensi profesional Bahasa Indonesia utamanya keterampilan menulis yang sangat sering keluar dalam ujian.

Adapun bentuk penyajian berupa paparan sederhana agar pembaca dalam hal ini calon peserta tes PPPK dan CPNS tahun 2021 dapat langsung memahami inti materi keterampilan menulis Bahasa Indonesia. Sehingga lebih mudah dalam proses belajar dan mempersiapkan diri.

Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia dalam Tes PPPK Tahun 2021

Pada kesempatan ini, paparan tentang keterampilan menulis Bahasa Indonesia sebagai referensi materi tes PPPK dan CPNS tahun 2021 memuat unsur konsep dasar, pengertian menulis, ragam dan faktor pendukung menulis, pendekatan proses menulis, tahap-tahap menulis, dan cara memperoleh ide.

Anda dapat juga menyajikan video interaktif di bawah ini untuk memperoleh gambaran awal mengenai keterampilan menulis Bahasa Indonesia.

Konsep Dasar Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia

Keterampilan menulis, dalam hal ini menulis dalam Bahasa Indonesia adalah kemampuan seseorang dalam menuangkan ide, gagasan, atau gambaran yang ada dalam pikirannya.

Sedangkan bentuk penuangan ide tersebut berupa karya tulis yang dapat dibaca oleh orang lain. Selain itu juga memudahkan orang lain untuk memahami dan mengerti gagasan penulis.

Seorang ahli bahasa menyatakan bahwa “writing is a powerfull took for getting thing done and a language skill to convey knowledge and information” (McArthur, 2007: 2).

Kutipan tersebut apabila diterjemahkan secara sederhana dapat bermakna bahwa menulis merupakan keterampilan berbahasa untuk menyampaikan gagasan dan informasi.

Konsep dasar keterampilan menulis tersebut memperoleh penguatan dari pendapat Ariadinata (2009: 5), yang menyataan bahwa menulis merupakan sarana paling ampuh untuk menyampaikan gagasan.

Kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik merupakan kompetensi dasar untuk menjadi seorang penulis yang baik.

Oleh sebab itu, di banyak negara maju mewajibkan penguasaan keterampilan menulis pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Kesimpulannya untuk menjadi penulis yang baik perlu kiranya memperhatikan syarat-syarat penguasaan keterampilan menulis.

Adapun syarat-syarat penguasaan keterampilan menulis Bahasa Indonesia mencakup hal-hal sebagai berikut.

Pertama, kemampuan menggali masalah. Seorang penulis yang baik harus mampu menggali masalah mulai dari akar sampai puncak serta menentukan solusi penyelesaiannya.

Kedua, kemampuan untuk menuangkan gagasan ke dalam kalimat dan paragraf. Jenis kemampuan ini memerlukan latihan sepanjang hayat.

Ketiga, penguasaan teknik penulisan misalnya penerapan tanda baca atau pungtuasi.

Keempat, memiliki perbendarahaan kata yang memadai.

Sementara itu, bagi pelajar keterampilan menulis berguna untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan atau memberitahukan, dan bahkan untuk mempengaruhi.

Secara umum seseorang yang dapat menyusun gagasan, pikiran, argumen, serta menuangkannya dengan jelas ke dalam bentuk karya tulis akan dapat mencapai maksud dan tujuan menulis.

Perlu dipahami bersama bahwa kejelasan gagasan tergantung pada penalaran, pengorganisasian, penggunaan bahasa, ejaan, dan tanda baca.

Aspek Bahasa dalam Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia

Selanjutnya, sebagaimana bentuk keterampilan berbahasa yang lain dalam Bahasa Indonesia, keterampilan menulis juga mensyaratkan penguasaan aspek bahasa.

Adapun aspek bahasa yang menjadi syarat keterampilan menulis mencakup:

Pertama, penguasaan terhadap kaidah-kaidah sintaksis secara aktif,

Kedua, memiliki perbendaharaan kata yang memadai,

Ketiga, kemampuan untuk menemukan gaya penulisan atau genre yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan, dan

Keempat, memiliki tingkat penalaran atau logika yang baik.

Pendapat tentang syarat penguasaan aspek bahasa tersebut disampaikan oleh Gorrys Keraf (2004: 35).

Pengertian Menulis

Menulis bukan hanya sekedar upaya untuk melukiskan simbol-simbol belaka. melainkan juga kemampuan mengungkapkan pikiran, gagasan, permasalahan, dan juga argumen ke dalam bentuk bahasa tulis.

Penulisan bahasa tulis pun tidak bisa sembarangan. Harus tersusun sehingga membentuk susunan kalimat dan paragraf yang utuh dan kohesif.

Sehingga menulis merupakan salah satu sarana berkomunikasi untuk melakukan negosiasi dan transaksi dalam rupa bahasa tulis.

Artikel Struktur Teks Negosasi membahas secara lengkap bagaimana cara melakukan negosiasi yang baik dan benar.

Baca Juga: 

Penulis mutlak mengetahui tujuan penulisan yang bermula dari pemahaman bahwa menulis merupakan bentuk negosiasi dan transaksi.

Callagham dan Rotheri (1993: 34) menyatakan bahwa seorang penulis harus memahami konteks situasi dan konteks budaya yang melingkupi kegiatan menulisnya.

Oleh sebab itu, kegiatan menulis memerlukan pendekatan dan strategi yang tepat agar tujuan menulis dapat tercapai.

Ragam dan Faktor-faktor Pendukung dalam Keterampilan Menulis

Ragam karya tulis terbagi menjadi dua jenis, yaitu ragam fiksi atau sastra dan ragam nonfiksi. Istilah yang umum adalah karya fiksi untuk ragam karya sastra. Adapun contoh ragam karya fiksi misalnya novel, cerpen, puisi, cerita rakyat, dan sebagainya.

Sementara itu, ragam nonfiksi menurut strukturnya terbagi menjadi dua jenis yaitu ragam ilmiah dan faktual.

Ragam Karya Tulis Ilmiah

Pengertian ragam karya tulis ilmiah faktanya merupakan bentuk karangan yang penulisannya mengikuti kaidah-kaidah keilmiahan dari sisi isi bahasa maupun sistematikanya.

Ragam karya tulis ilmiah biasa bermanfaat untuk keperluan ilmiah ataupun akademis.

Sedangkan contoh ragam karya tulis ilmiah dapat berupa esai, makalah, artikel, proposal, dan laporan penelitian.

Bentuk Ragam Karya Tulis Ilmiah

Beberapa bentuk ragam karya tulis ilmiah beserta konsep pengertiannya sebagai berikut.

Pertama, esai. Ragam karya tulis esai adalah tulisan yang membahas satu masalah berdasarkan pemikiran dan sudut pandang penulisnya.

Kedua, makalah. Pengertian makalah mengarah pada karangan yang membahas suatu permasalahan secara logis, sistematis, dan lengkap.

Ketiga, artikel. Konsep artikel merupakan karya tulis hasil pemikiran atau penelitian yang tersaji dengan jelas, sistematis, dan sesuai kaidah penulisan yang baku.

Keempat, proposal. Proposal adalah karya tulis yang berisi rancangan kegiatan atau rancangan penelitian sebelum kegiatan atau penelitian berlangsung.

Kelima, laporan. Pengertian laporan adalah dokumen yang menyampaikan informasi terkait sebuah permasalahan dalam bentuk fakta-fakta yang mengarah pada pemikiran dan tindakan yang diambil.

Ragam Karya Tulis Faktual

Karya tulis faktual adalah proses komunikasi atau pemberian ide, gagasan, dan pikiran menggunakan bahasa tulis berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Pada hakikatnya, ragam karya tulis faktual berisi kejadian atau fakta yang benar-benar terjadi. Beberapa ragam karya tulis faktual dalam kehidupan sehari-hari selengkapnya sebagai berikut.

Pertama, Teks deskripsi. Teks deskripsi adalah bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. sehingga pembaca dapat mencitra apa yang terlukiskan dalam teks sesuai dengan citra penulisnya.

Adapun kegiatan mencitra mencakup melihat, mendengar, meraba, mencium, dan merasakan yang merupakan fungsi dasar indra pada manusia.

Penjelasan lengkap mengenai fungsi dasar indra pada manusia dapat Anda simak pada artikel Kenali 5 Jenis Alat Indra pada Manusia dan Fungsinya.

Kedua, Teks narasi atau  naratif. Bentuk ragam karya tulis faktual yang berupa teks narasi atau naratif merupakan karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa atau kejadian menurut urutan terjadinya.

Dengan kata lain penyajiannya berdasarkan kronologis peristiwa. Sedangkan tujuannya adalah untuk memberi makna pada sesuatu atau rentetan kejadian sehingga pembaca dapat memetik hikmahnya.

Pembahasan lengkap mengenai teks narasi dapat Anda peroleh pada artikel Struktur Teks Cerita Inspiratif dan Penjelasannya.

Ketiga, teks eksposisi. Pengertian teks eksposisi adalah karangan yang bertujuan untuk mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, dan mengevaluasi suatu persoalan dalam upaya memberikan informasi kepada pembaca.

Keempat, teks eksplanasi. Konsep teks eksplanasi merupakan karangan yang menyajikan proses terjadinya suatu fenomena alam atau fenomena sosial.

Artikel Cara Menulis Teks Eksplanasi dengan Teknik yang Mudah dan Cepat dapat menuntun Anda memahami apa dan bagaimana teks eksplanasi.

Baca Juga: 

Kelima, teks prosedur. Jenis teks prosedur adalah bentuk karangan yang berisi rangkaian kejadian atau peristiwa yang tersaji secara runtut.

Faktor yang Mendukung Keterampilan Menulis

Untuk dapat menulis dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor pendukung keterampilan menulis Bahasa Indonesia, mencakup aspek isi, bahasa, dan penyajian.

Setiap aspek memiliki unsur-unsur yang masing-masing berbeda.

Untuk aspek isi, berhubungan erat dengan ketersediaan ide, gagasan, atau temuan yang akan disampaikan dalam tulisan.

Sedangkan pada aspek bahasa, seorang penulis harus menguasai pilihan kata atau diksi, penulisan paragraf, ejaan, serta tanda baca.

Sementara itu, aspek penyajian terkait dengan kemampuan seseorang dalam menguasai sistematika dan ketentuan penulisan yang baku.

Di sisi lain, strategi menulis yang inovatif juga merupakan syarat pokok untuk meningkatkan kualitas karya tulis.

Strategi menulis yang inovatif di dalamnya termasuk upaya untuk menyajikan sistem pengajaran menulis yang kreatif dan inovatif.

Perubahan strategi menulis yang inovatif turut memicu terjadinya pergeseran pendekatan produk.

Adapun pendekatan produk ini erat hubungannya dengan pendekatan pembelajaran menulis yang tadinya menekankan pada hasil tulisan berubah menjadi pendekatan proses.

Pada pendekatan proses orientasinya menjadi pendekatan pembelajaran menulis yang menekankan bagaimana caranya menulis yang kreatif dan inovatif.

Dalam prosesnya, seorang penulis perlu menguasai pengetahuan tentang struktur bahasa. Faktanya, struktur bahasa dalam Bahasa Indonesia mencakup pilihan kata atau diksi, kalimat efektif, dan paragraf efektif.

Paparan yang lebih jelas tentang struktur bahasa dalam Bahasa Indonesia dapat Anda simak pada uraian berikut.

Diksi atau Pilihan Kata

Menurut pendapat Keraf (2009), pemakaian pilihan kata atau diksi dalam sebuah karangan adalah sebagai berikut.

a. Diksi atau pilihan kata mencakup pengertian kata-kata untuk menyampaikan suatu gagasan, ungkapan, dan gaya bahasa yang tepat sesuai situasi.

b. Pilihan kata atau diksi merupakan kemampuan penulis untuk membedakan secara tepat nuansa makna dengan gagasan yang ingin disampaikan pada pembaca.

c. Diksi dapat berhasil guna bila didukung dengan pengetahuand an penguasaan sejumlah besar kosakata dan kemampuan komunikatif secara keseluruhan.

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang harus dapat memberi informasi kepada pembaca secara tepat seperti harapan penulis (Akhadiah, 2003: 116).

Agar menjadi sebuah kalimat yang efektif harus memenuhi setidaknya enam syarat, yaitu:

1. Kesatuan gagasan dalam kalimat, adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.  Dengan kata lain tidak boleh terdapat lebih dari satu ide pokok pada sebuah kalimat. Dengan satu ide tersebut kalimat boleh berbentuk panjang ataupun pendek.

2. Koherensi atau kepaduan, adalah hubungan timbal balik yang tepat antar unsur pembentuk kalimat.

3. Keparalelan atau kesejajaran, adalah pemakaian bentuk gramatikal yang sama untuk bagian-bagian kalimat tertentu atau unsur-unsur yang sama derajatnya dengan pola kalimat yang sama.

4. Ketepatan, merupakan kesesuaian pemakaian unsur-unsur yang membangun suatu kalimat sehingga terbentuk sebuah pengertian yang bulat dan pasti.

5. Kehematan

6. Kelogisan, adalah alur berpikir atau penalaran yang masuk akal. Kata-kata dalam sebuah kalimat tidak boleh menimbulkan makna ganda atau ambigu, serta tidak boleh mengandung dua pengertian.

Paragraf Efektif

Kuncoro (2009: 72) menyatakan bahwa paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan yang penulisannya dimulai dengan baris baru.

Sedangkan Akhadiah (1999: 144) menyatakan bahwa paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Faktanya, dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut.

Seluruh kalimat dalam paragraf mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, penjelas, sampai dengan kalimat penutup menjadi unsur pendukung buah pikiran.

Himpunan kalimat-kalimat tersebut saling bertalian dalam satu rangkaian kesatuan gagasan.

Ciri Paragraf yang Efektif

Adapun ciri paragraf yang efektif sebagai berikut.

Pertama, kalimat pertama pada paragraf menjorok ke dalam sebanyak delapan ketukan.

Kedua, paragraf mempunyai satu pokok pikiran atau satu gagasan utama.

Ketiga, setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang. Sedangkan fungsi kalimat pengembang itu sendiri untuk menguraikan, menjelaskan, atau menerangkan pikiran utama dalam kalimat topik.

Keempat, paragraf memiliki pikiran penjelas, padu, mengandung kesatuan ide, serta menggunakan ejaan yang benar.

Nah, cukup jelas bukan?

Pembahasan mengenai syarat paragraf yang efektif, ciri gagasan pengembang, tahapan menulis akan dipaparkan pada artikel Keterampilan Menulis dalam Bahasa Indonesia Bagian 2.

Baca Juga:

Demikian artikel Keterampilan Menulis dalam Bahasa Indonesia Bagian 1. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: