Inilah Keunggulan dan Keterbatasan Soal Uraian yang Wajib Diketahui

Blogdope.com – Inilah Keunggulan dan Keterbatasan Soal Uraian yang Wajib Diketahui Guru

Guru sebagai tenaga pendidik dituntut untuk memiliki beragam kompetensi, diantaranya kompetensi penilaian. Salah satu bentuk penilaian yang biasa dilakukan oleh guru adalah tes tulis dengan bentuk instrumen berupa soal uraian. Inilah keunggulan dan keterbatasan soal uraian yang wajib diketahui guru.

Soal-soal tes tulis berbentuk uraian merupakan indikator pengukuran ketercapaian kompetensi peserta didik yang mana peserta didik dituntut untuk mengingat serta mengorganisasikan gagasan yang telah dipelajari sebelumnya.

Gagasan yang telah dipelajari sebelumnya tersebut kemudian dikemukakan dan/atau diekspresikan dalam bentuk tertulis.

Soal-soal uraian ditinjau dari metode penskorannya, dibedakan menjadi dua. Bentuk yang pertama adalah soal uraian objektif, sedangkan bentuk yang kedua adalah soal uraian non-objektif.

Kedua bentuk soal uraian tersebut memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda.

Soal uraian objektif bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menguraikan sebuah konsep yang ditentukan sesuati materi ajar yang sedang atau telah dibelajarkan, penskoran dilakukan secara objektif.

Sementara pada soal bentuk uraian non-objektif bertujuan untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik utamanya kemampuan dalam menguraikan pendapat terhadap sebuah konsep yang telah ditentukan sesuai materi ajar yang telah atau sedang dibelajarkan, penskoran dilakukan secara subjektif.

Dalam melakukan penilaian guru harus merancang pedoman penskoran yang jelas dan rinci untuk dapat menilai soal-soal berbentuk uraian.

Baca Juga:

1. Cara Merencanakan Penilaian Formatif yang Benar

2. Contoh Instrumen Lembar Penilaian Diri dan Antar Teman

3. Langkah-Langkah Pelaksnaan Penilaian Formatif

Kaidah Penulisan Soal Uraian

Terdapat beberapa bentuk kaidah penulisan soal uraian agar memenuhi standar. Kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam penulisan soal berbentuk uraian adalah materi ajar, bangunan soal atau konstruksi, dan penggunaan bahasa.

Berikut penjabaran item-item  yang harus menjadi titik fokus perhatian guru dalam menyusun dan menulis soal berbentuk uraian.

Materi Soal Uraian

Guru harus memperhatikan hal-hal terkait materi soal uraian di bawah ini.

  • Soal uraian yang ditulis harus benar-benar sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.
  • Soal uraian yang disusun oleh guru harus memiliki pokok soal yang bersifat logis bila ditinjau dari sisi materi ajar.
  • Batasan pertanyaan dan jawaban yang akan diukur dalam soal uraian harus jelas.

Konstruksi Soal Uraian

  • Perumusan pokok soal uraian harus tegas dan jelas.
  • Pernyataan terkait materi ajar yang diukur harus tercantum dengan jelas pada rumusan pokok soal.
  • Guru harus menghindari adanya petunjuk ke arah jawaban dalam pembuatan pokok soal.
  • Pemberian stimulus soal harus benar-benar jelas dan berfungsi. stimulus soal dapat berupa grafik, tabel, diagram, gambar, dan lain sebagainya.
  • Kalimat soal uraian atau pertanyaan yang diajukan harus menggunakan bentuk kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai dari peserta didik.

Bahasa Soal Uraian
Bahasa yang digunakan pada soal uraian harus sesuai dengan kaidah ejaan Bahasa Indonesia yang sah dan berlaku.

Soal uraian harus menggunakan kalimat-kalimat yang komunikatif. Kalimat dalam bahasa yang bersifat komunikatif bermakna bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik.

Soal uraian disusun tidak boleh menggunakan bahasa lokal atau bahasa yang berlaku setempat. Hal ini utamanya berlaku jika soal uraian akan diujikan di daerah lain atau di tingkat nasional.

Keunggulan dan Keterbatasan Soal Uraian

Penyusunan Pedoman Penskoran

Dalam melakukan penilaian, seorang guru dan pendidik harus memperhatikan penyusunan pedoman penskoran. Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang memuat penjelasan tentang:

  1. Batasan penulisan soal dan kata-kata kunci yang digunakan sebagai pedoman penskoran soal-soal berbentuk uraian objektif.
  2. Kriteria jawaban yang digunakan sebagai pedoman penskoran soal-soal uraian non-objektif.

Adapun teknik pembuatan pedoman penskoran soal uraian objektif adalah sebagai berikut.

  1. Jawaban benar atau kata kunci jawaban harus dituliskan dengan jelas untuk setiap nomor soal uraian.
  2. Setiap kata kunci memiliki skor 1 (satu).
  3. Kata kunci dari jawaban subpertanyaan harus dirinci menjadi beberapa kata kunci subjawaban. Skor untuk setiap kata kunci masing-masing 1.
  4. Skor dari semua kata kunci yang ditetapkan pada soal dijumlahkan untuk memperoleh skor maksimum pada tiap soal.

Untuk membuat pedoman penskoran yang digunakan pada soal uraian non-objektif sebagai berikut.

  1. Semua jawaban yang dijadikan pedoman penskoran harus dituliskan kriterianya. Kriteria jawaban yang disusun sedemikian rupa hingga pendapat/pandangan pribadi peserta didik yang berbeda-beda dapat diberi skor seturut jawaban uraian yang diberikan.
  2. Rentang skor setiap kriteria jawaban harus ditetapkan. Rentang skor terendah = 0 (nol), sedangkan skor tertinggi ditentukan berdasar keadaan jawaban sesuai tuntutan soal. Skor akan semakin besar manakala jawaban yang diberikan semakin kompleks.
  3. Skor tertinggi dari tiap rentang skor yang telah ditetapkan kemudian dijumlahkan untuk memperoleh skor maksimum dari satu soal.

Prosedur Penskoran pada Soal Uraian

1. Pemberian skor sebaiknya dilakukan per nomor soal yang sama untuk semua jawaban peserta didik agar konsistensi dalam penskoran dan skor yang dihasilkan adil.

a. Pemberian skor pada soal uraian objektif:
 Periksalah jawaban dan cocokkan dengan pedoman penskoran.
 Setiap jawaban yang sesuai dengan kunci diberi skor 1, sedangkan yang tidak sesuai diberi skor 0. Tidak ada skor selain 0 dan 1.

b. Pemberian skor pada soal uraian non-objektif:
 Periksalah jawaban dan cocokkan dengan pedoman penskoran.
 Pemberian skor disesuaikan antara kualitas jawaban dan kriteria jawaban.

2. Hitunglah jumlah skor perolehan peserta didik pada setiap nomor butir soal.

Adapun keunggulan dan keterbatasan soal uraian.

Keunggulan
 Dapat mengukur kemampuan menyajikan jawaban terurai secara bebas, mengorganisasikan pikiran, mengemukakan pendapat, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat sendiri.

Keterbatasan
 jumlah materi atau pokok bahasan relatif terbatas.
 Waktu untuk memeriksa jawaban lama.
 Penskoran relatif subjektif .
 Tingkat reliabilitasnya relatif lebih rendah karena sangat tergantung pada penskor tes.

Demikian ulasan terkait Keunggulan dan Keterbatasan Soal Uraian, semoga bermanfaat.

loading...