Mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Blogdope.com – Mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dikembangkan dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan guru dalam upaya meningkatkan profesionalisme kerjanya.

Penyusunan dan pengembangan mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan peningkatan kompetensi guru dan ketentuan yang berlaku pada praktik pelaksanaan PKB.

Tahapan Mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Adapun tahapan-tahapan dalam mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah sebagai berikut.

No. Fase Tahapan Uraian Kegiatan
1. Tahap 1 Guru melakukan evaluasi diri yang dilakukan setiap awal tahun ajaran dan/atau menjelang akhir tahun ajaran. Guru juga diwajibkan untuk mengikuti kegiatan penilaian kinerja. Untuk guru yang mengajar di lebih dari satu sekolah, maka kegiatan evaluasi diri, PKB, maupun PKB dilakukan di sekolah induknya.
2. Tahap 2 Guru mengikuti proses Penilaian Kinerja Formatif. Kegiatan penilaian kinerja diperlukan untuk menentukan profil kinerja guru dalam rangka penetapan keikutsertaan dalam program peningkatan kinerja untuk mencapai standar kompetensi.
3. Tahap 3 Guru dan koordinator PKB membuat perencanaan kegiatan PKB bersifat sementara untuk kemudian dikonsultasikan dengan koordinator PKB kabupaten/kota dan koordinator KKG/MGMP.
4. Tahap 4 Koordinator PKB Kabupaten/kota bersama dengan kepala sekolah, koordinator KKG/MGMP, dan koordinator PKB tingkat sekolah menetapkan dan menyetujui rencana PKB yang bersifat final.
5. Tahap 5 Guru menerima rencana program PKB yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar sekoleh yang telah dibahas dan disepakati serta ditetapkan.

Rencana program PKB juga memuat sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu setelah guru mengikuti program PKB.

6. Tahap 6 Guru mengikuti program PKB yang telah direncanakan. Sekolah berkewajiban untuk menjamin bahwa kesibukan guru mengikuti kegiatan PKB tidak mengurangi kualitas pembelajaran yang dilaksanakan.
7. Tahap 7 Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan PKB yang dilakukan oleh koordinator PKB.
8. Tahap 8 Guru diwajibkan mengikuti PKG sumatif di akhir tahun ajaran. Hasil PKG sumatif dikonversi ke perolehan angka kredit yang diperhitungkan untuk kenaikan pangkat, jabatan fungsional guru.
9. Tahap 9 Seluruh guru dan koordinator PKB melakukan refleksi kegiatan PKB.

Pelaksanaan kegiatan PKB bagi guru yang memiliki nilai capaian Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang sudah sama atau melebihi standar kompetensi profesi tentu saja berbeda dengan guru yang belum mencapai standar kompetensi profesi.

Bagi guru yang telah memperoleh hasil PKG formatif sama atau di atas standar akan diarahkan untuk mengikuti program PKB yang bertujuan agar guru memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas, memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang.

Sementara bagi guru yang mengikuti program PKB untuk mencapai standar kompetensi profesi atau dengan kata lain untuk guru-guru yang nilai capaian PKG-nya masih di bawah standar harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

  1. Jenis kompetensi yang perlu ditingkatkan
  2. Daya dukung yang tersedia di sekolah
  3. Catatan hasil evaluasi diri, refleksi diri, dan hasil PKG
  4. Target perubahan/peningkatan yang diharapkan akan terjadi setelah guru mengikuti kegiatan PKB

Penyusunan rencana PKB untuk mencapai standar kompetensi profesi perlu mencantumkan tahap pelaksanaannya. Di samping itu, rencana PKB tersebut juga harus mencantumkan pihak-pihak yang terlibat dalam keseluruhan profesi.

Baca:

Tahapan kegiatan PKB untuk mencapai standar kompetensi profesi selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

No. Tahap Uraian
1. Informal
  • Guru bersama koordinator PKB atau kepala sekolah melakukan analisis hasil PKG dan menetapkan solusi.
  • Pemberian waktu selama 4-6 minggu sebelum dilaksanakan penilaian kemajuan pertama untuk mengukur hasil peningkatan kompetensi.
  • Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini harus sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun.
  • Jika guru berhasil meningkatkan kompetensinya dibuktikan dengan nilai PKG yang lebih tinggi daripada nilai formatif, maka diperbolehkan untuk melaksanakan PKB peningkatan profesionalisme.
2. Formal
  • Bila guru belum menunjukkan peningkatan kompetensi pada tahap sebelumnya, maka koordinator PKB bersama kepala sekolah dapat menentukan proses selanjutnya yang harus dilakukan oleh guru.
  • Proses peningkatan kompetensi ditempuh melalui kegiatan pendampingan di sekolah dan/atau dapat juga mengikuti program peningkatan kompetensinya di luar sekolah.
  • Koordinator PKB bersama kepala sekolah wajib memantau keikutsertaan guru dalam kegiatan PKB.
  • Guru yang memiliki nilai PKG sumatif sudah memenuhi standar tidak perlu mengikuti program PKB pencapaian standar kompetensi profesi di tahun berikutnya.

Dalam pelaksanaanya, PKB bagi guru yang hasil penilaian kinerjanya masih di bawah standar dilaksanakan dengan pendampingan dari mentor. Guru pendamping atau mentor adalah guru senior yang kompeten.

Tugas Pokok Guru Pendamping/Mentor PKB

Tugas guru pendamping atau mentor adalah memberikan pendampingan kepada guru peserta PKB. Guru pendamping atau mentor PKB ini dapat berasal dari dalam sekolah maupun dari luar sekolah.

Adapun tugas pokok guru pendamping/mentor PKB diantaranya sebagai berikut.

  1. Melakukan monitoring kegiatan guru peserta PKB pencapaian standar profesi.
  2. Memberikan pembimbingan berdasarkan hasil isian evaluasi diri guru, refleksi diri, portofolio, dan catatan/laporan hasil PKG.
  3. Memberikan masukan dan solusi terkait masalah yang dihadapi guru peserta PKB.
  4. Membuat catatan dan laporan hasil monitoring pelaksanaan PKB dan menetapkan tindak lanjut yang harus dilakukan bila diperlukan.

Masa kerja guru pendamping/mentor PKB adalah 3 (tiga) tahun. Setelah masa kerja habis dilakukan kegiatan evaluasi untuk menentukan masa kerja berikutnya. Pemilihan koordinator PKB, penilai, dan guru pendamping/mentor dilakukan oleh kepala sekolah dengan persetujuan pengawas dan semua guru di sekolah tersebut.

Demikian artikel mengenai Mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: