Menyiapkan Generasi Emas dengan Pendidikan yang Berkualitas

MENYIAPKAN GENERASI EMAS DENGAN PENDIDIKAN 4.0 YANG BERKUALITAS

blogdope.com – Menyiapkan Generasi Emas dengan Pendidikan yang Berkualitas

Menyiapkan generasi emas dengan pendidikan yang berkualitas di era digital yang sudah memasuki tahap 4.0 merupakan visi utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pemerintah dan semua elemen masyarakat semestinya menyadari bahwa pendidikan merupakan inti dari pembangunan manusia (Human Development).  Mahbub Ulhaque (2013) menyatakan bahwa “People are the real wealth of nations”.

Pembangunan manusia (human development) adalah paradigma pembangunan nasional yang lebih fokus untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan agar setiap orang mengembangkan seluruh potensinya secara optimal untuk mengisi kehidupan secara produktif, kreatif sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan mereka (Amartya Sen, 1998).

Perlu disadari oleh seluruh komponen bangsa bahwa terdapat bentuk-bentuk perubahan besar dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.  Utamanya bentuk perubahan besar dalam era industri 4.0.

Beberapa bentuk perubahan besar dalam bidang pendidikan dan pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mulai berkembangnya prinsip demokratisasi pengetahuan. Hal ini memungkinkan untuk terciptanya peluang bagi setiap orang untuk memperoleh pengetahuan dan kecakapan dengan memanfaatkan teknologi.
  2. Berkembangnya Massive Open Online Cource (MOOC). MOOC merupakan salah satu inovasi pembelajaran dalam jaringan (daring, online) yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung, atau berjejaring satu sama lain.
  3. Berkembangnya Artificial Intelligence (AI). AI adalah sebuah mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan yang spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia.
  4. Artificial Intelligence (AI) membantu pembelajaran yang bersifat individual, mampu melakukan pencarian informasi sekaligus menyajikannya dengan cepat, cakurat, dan interaktif.

Disadari maupun tidak, keberadaan MOOC dan AI secara tidak langsung telah mengacak-acak metode pendidikan dan model pembelajaran konvensional yang telah dikenal secara meluas.

BACA JUGA :   Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik

Kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas akan berubah secara total.  Ruang kelas mengalami evolusi ke arah pola pembelajaran digital yang dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh.

Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam penggunaan praktis diskusi dalam jaringan (daring/online).

Pertanyaannya adalah, apakah masih relevan peran guru di masa mendatang?

Perubahan Peran dan Fungsi Guru

Pada era industrialisasi berbasis teknologi seperti sekarang ini, guru tidak mungkin mampu bersaing dengan mesin dalam mengajar. Utamanya yang bersifat hapalan, hitungan, proyeksi/perkiraan, dan peramalan serta pencarian sumber informasi.

Mesin jauh lebih cerdas, cepat, dan efektif dalam melaksanakan tugasnya guna membantu user terkait kebutuhan informasi yang akurat.

Teknologi digital dapat membantu peserta didik untuk belajar secara lebih cepat dan lebih efektif dalam memperoleh pengetahuan, kemampuan, dan kecakapan.

Guru harus lebih cakap dalam mengubah pelajaran yang membosankan dan tidak inovatif, dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang multi stimulan.

Diharapkan dengan keberadaan stimulus yang beragam akan membuat proses belajar lebih menyenangkan dan menarik, sehingga lebih fleksibel dalam memahami hal-hal baru dengan cepat.

Dengan kata lain, fungsi guru harus bergeser secara fundamental ke arah yang berlainan.

Guru yang sebelumnya berfungsi sebagai sumber belajar atau pemberi pengetahuan harus berubah menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator pengembang imajinasi, kreativitas, karakter, serta kerja tim (team work) yang dibutuhkan di masa depan.

Guru akan lebih sukses jika mengajarkan nilai-nilai etika, budaya, kebijaksanaan, pengalaman, hingga empati sosial.  Nilai-nilai inilah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apakah guru-guru saat ini telah disiapkan untuk menghadapi perubahan-perubahan peran yang sangat masif seperti sekarang ini?

BACA JUGA :   Berpikir Komputasi (Computational Thinking)

Penting untuk selalu diingat bahwa revitalisasi ilmu pendidikan dan pendidikan guru sebagai komponen inti dari pengembangan bidang studi kependidikan.

Disinilah letak pentingnya Lembaga Penelitian dan Pengembangan untuk merubah wajah sistem pendidikan di masa depan.

Komponen Inti dalam Sistem Pendidikan Nasional

Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) sebagaimana dimuat dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional mencakup beberapa komponen inti.  Komponen-komponen inti tersebut diantaranya:

  1. Pendidikan dasar untuk semua

Pendidikan dasar dirancang dan diselenggarakan untuk semua warga negara tanpa kecuali dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab negara.  Tujuan utamanya adalah peningkatan kemampuan belajar sepanjang hayat (longlife learning capacity) sebagai bekal untuk dapat belajar lebih lanjut.

  1. Pendidikan untuk bekerja

Pemerintah secara umum, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada khususnya berkewajiban untuk menyiapkan sebagian besar warga negara agar memperoleh kecakapan untuk bekerja atau berusaha.

Selain itu juga harus memiliki sifat “multiproviders”, artinya pendidikan formal, pendidikan nonformal, maupun belajar secara mandiri dirancang untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap orang untuk belajar kemampuan dan kecapan secara mandiri.  Sebagai contoh belajar di sekolah, belajar di tempat kerja, dan belajar secara mandiri sesuai kebutuhannya sendiri.

  1. Pendidikan tinggi akademik dan riset

Bertujuan untuk menyiapkan sebagian kecil warga negara terpilih untuk menjadi pemikir strategis yang unggul dalam inovasi dan riset.

Dampak Era Digital terhadap Pendidikan

Pendidikan adalah sarana penting untuk merubah dan memperbaiki masyarakat.  Maka pendiidkan harus memiliki koneksi global, karena konektivitas global memiliki dampak yang sangat dalam terhadap pendidikan (standards, credentials, recognition)

Era teknologi informasi termasuk di dalamnya perubahan digital yang sedemikian cepat membawa ekses langsung dan tidak langsung terhadap dunia pendidikan.

BACA JUGA :   Menyoal Pergantian USBN menjadi USPBK

Beberapa contoh dampak era digital terhadap pendidikan diantaranya:

  1. Pertukaran guru dan peserta didik antar negara
  2. Dual degree dan twinning program
  3. Mekanisme transfer kredit
  4. Massive Open Online Course (MOOC)
  5. Virtual University
  6. Joint seminars/Conferences
  7. Kerjasama riset antarnegara
  8. Wide Open Educational Resources

Keuntungan Teknologi Digital bagi Dunia Pendidikan

Beberapa bentuk keuntungan teknologi digital bagi dunia pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Akses terhadap pendidikan yang bermutu
  2. Brain circulation phenomenon
  3. Percepatan penguasaan Iptek
  4. Belajar dari best practices
  5. Belajar menjadi lebih kontekstual
  6. Spektrum aplikasi kecakapan yang semakin luas
  7. Distribusi keahlian antarbangsa

Tantangan Kedepan bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan di era digital dan era industri 4.0 harus menjadi sarana ampuh untuk transformasi bangsa melalui penguasaan teknologi.

Tentu saja akan muncul tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan ke depannya.  Beberapa prediksi tantangan yang muncul di masa depan bagi dunia pendidikan sebagai berikut.

  1. Internasionalisasi kurikulum dan standar
  2. Ekosistem pembelajaran antarbudaya
  3. Sistem pendidikan yang kompatibel
  4. Kecakapan abad 21
  5. Kesiapan individu menghadapi perubahan yang sangat dinamis
  6. Pendayagunaan ICT dalam pengelolaan dan pembelajaran
  7. Revolusi peran guru dalam pembelajaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *