Model Penelitian Tindakan Kelas/PTK (Classroom Action Research) beserta Pola dan Tahapan-tahapannya

Cermati! Inilah Model, Pola, dan Tahapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Blogdope.com – Model PTK Beserta Pola dan Tahapannya. Guru dituntut untuk mengembangkan keprofesionalannya, diantaranya dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Untuk itu harus memahami model penelitian tindakan kelas beserta pola dan tahapannya.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam istilah lain sering disebut dengan Classroom Action Research adalah suatu bentuk rancangan penelitian yang dibuat dan didesain secara khusus untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Tujuan dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul selama pembelajaran serta untuk mengembangkan strategi pembelajaran dalam rangka pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan pembelajaran.

Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah guru yang berperan sebagai peneliti sekaligus pelaksana pembelajaran di kelas.

Seorang guru akan memperoleh sebutan teacher researcher bilamana ia melaksanakan pembelajaran sekaligus melakukan penelitian tindakan kelas.

Dalam pelaksanaan perannya sebagai seorang guru peneliti (teacher researcher), kewajiban guru adalah menyelesaikan permasalahan yang timbul di kelasnya kemudian mengaktualisasikannya ke dalam bentuk karya ilmiah.

Karya ilmiah yang disusun oleh guru sebagai hasil dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas memuat strategi pembelajaran inovatif sebagai solusi pemecahan masalah pembelajaran yang ditemui.

Karya ilmiah hasil dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru kemudian dapat dijadikan sebagai referensi bagi guru-guru yang lain untuk melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas bilamana mendapati permasalahan yang serupa.

Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas harus mempertimbangkan dan memilih model penelitian tindakan kelas yang dikehendaki.

Sebenarnya tidak terdapat patokan atau standar baku dalam pemilihan model penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan oleh guru.

Satu-satunya pertimbangan yang bisa digunakan dalam memilih model penelitian tindakan kelas adalah kemampuan yang dimiliki oleh guru dan efektifitas serta efisiensi penelitian.

Baca Juga:
1. Lingkup Pelaksanaan Kegiatan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)

2. Prinsip Dasar Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

3. Peran Institusi Terkait dalam PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)

Model PTK Beserta Pola dan Tahapannya

Beberapa ahli telah mengembangkan kurang lebih tiga model penelitian tindakan kelas yang paling terkenal.

Tiga model penelitian tindakan kelas yang paling terkenal dan biasa diterapkan adalah:

1) model Kurt Lewin,

2) Model Kemmis & McTaggart, dan

3) Model John Elliot.

Pada prinsipnya, ketiga model penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh para ahli tersebut memiliki pola dasar yang sama yaitu terdapatnya siklus serangkaian kegiatan penelitian.

Penelitian Tindakan Kelas Model Kurt Lewin (1946)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin adalah model yang paling banyak diaplikasikan oleh guru dan menjadi model yang menjadi acuan pokok pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK).

Kurt Lewin merupakan orang pertama yang memperkenalkan metode action research. Dinyatakan pula oleh Kurt Lewin bahwa dalam sebuah siklus penelitian tindakan kelas terdiri empat tahapan, meliputi:

1. perencanaan (planning),

2. tindakan (acting),

3. pengamatan (observing), dan

4. refleksi (reflecting).

Adapun sistematika penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin digambarkan sebagai berikut.

Pola PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kemmis & Mc. Taggart (1988)

Model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc Taggart secara prinsip merupakan pengembangan dari penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin.  Tidak terdapat perbedaan mendasar yang sifatnya prinsipil diantara kedua model tersebut.

Penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart banyak digunakan oleh guru karena komposisinya sederhana dan mudah dipahami.

Rancangan penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart menggunakan pola spiral yang di dalamnya termuat beberapa siklus tindakan.

Pada tiap-tiap siklus penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart memuat tahapan-tahapan yang terdiri atas:

1. perencaan (planning),

2. pelaksanaan dan pengamatan (act and observe), dan

3. refleksi (reflect).

Ketiga tahapan penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart tersebut berlangsung secara berulang-ulang sampai terpenuhinya tujuan penelitian atau tercapainya tolok ukur keberhasilan penelitian.

Adapun sistematika penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart dapat diamati pada gambar berikut.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model John Elliot (1991)

John Elliot (1991) mengembangkan model penelitian tindakan kelas (PTK) yang sifatnya lebih rinci daripada penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin dan model Kemmis & MacTaggart.

Pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh John Elliot memiliki siklus yang mana di dalamnya terdiri atas beberapa aksi, biasanya berjumlah tiga sampai dengan lima aksi atau tindakan.

Setiap siklus tindakan memiliki kemungkinan terdiri atas beberapa langkah yang diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan pembelajaran.

Sistematika penelitian tindakan kelas (PTK) menurut John Elliot dapat diamati pada gambar berikut ini.

Baca Juga:
1. Pengertian Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

2. Komponen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

3. Lingkup Pelaksanaan Kegiatan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)

Tahapan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Simpulan yang dapat diambil dari ketiga model penelitian tindakan kelas (PTK) adalah ketiganya secara umum memiliki pola dasar yang terdiri atas empat tahapan, yaitu:

1) penyusunan rencana (planning),

2) pelaksanaan tindakan (acting),

3) pengamatan (observing), dan

4) refleksi (reflecting).

Tahapan pelaksanaan dan pengamatan dalam kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) pada prinsipnya dilakukan secara bersamaan, meskipun menggunakan model penelitian tindakan kelas yang berbeda.

Alur model penelitian tindakan kelas (PTK) dalam bentuk sederhana dapat digambarkan sebagai berikut.

Demikian artikel mengenai Tiga Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) beserta Pola dan Tahapannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: