Model Penilaian Karakter pada Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

MODEL PENILAIAN KARAKTER PADA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)

model penilaian karakter PPKBangsa yang besar dan bermartabat tumbuh dari karakter dan jati diri yang kuat. Oleh sebab itu pembangunan karakter bangsa merupakan kebutuhan mutlak dalam proses berbangsa. Artikel ini akan memaparkan model penilaian karakter dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Pembangunan karakter bangsa yang diterapkan di sekolah dalam wujud pendidikan karakter merupakan salah satu upaya membantu peserta didik untuk mengenal, menyadari, dan menghayati aspek-aspek sosial, moral, dan etika.

Aspek-aspek pendidikan karakter itulah yang nantinya menjadi acuan peserta didik dalam bersikap dan berperilaku. Sikap dan perilaku yang terangkum dalam pendidikan karakter tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.

Sebagaimana tercantum dalam UU Sisdiknas, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Perpres Nomor 87 Taun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter telah diterapkan dan terus diintensifkan pelaksanaannya. Sejalan dengan itu, maka diperlukan bahasan yang dapat memberi masukan dan wawasan kepada pendidik dan sekolah dalam melakukan penilaian karakter.

Mengingat ruang lingkup karakter yang demikian luas, dalam artikel ini akan diberikan contoh suatu karakter dapat dinilai dengan menggunakan indikator perilaku.

Pendidikan Karakter

Pembangunan karakte rtelah menjadi salah satu program prioritas pembangunan nasional sebagaimana dicantumkan dalam RPJPN tahun 2005-2025.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan gerakan pendidikan di sekolah yang dilaksanakan dalam rangka untuk memperkuat karakter peserta didik melalui proses harmonisasi hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga.

Tentu saja dengan dukungan dan pelibatan publik serta kerja sama yang erat dan harmonis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Baca Juga:  Pengertian Media Pembelajaran dan Jenis-jenisnya

Pelaksanaan program PPK didasarkan pada filosofi pendidikan karakter yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yang erat kaitannya dengan olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik).

Lima Nilai Utama Karakter

Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan pada Penguatan Pendidikan Karakter dikristalisasi ke dalam lima nilai utama karakter, meliputi:

  • Religius
  • Nasionalis
  • Mandiri
  • Integritas
  • Gotong royong

Pada prinsipnya, pendidikan karakter merupakan sebuah proses pembiasaan atau habituasi yang membutuhkan waktu, berkesinambungan, terpadu, dan komprehensif di dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler (Krischenbaum, 1995: 8).

Oleh sebab itu, pendidikan karakter seyogyanya memadukan unsur hidden curriculum dan academic curriculum.

Sedangkan prinsip dalam pelaksanaan PPK yaitu: 1) berorientasi pada berkembangnya potensi peserta didik secara menyeluruh dan terpadu, 2) keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan, 3) berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Lima nilai utama karakter sebagaimana disebutkan di atas merupakan bentuk kristalisasi dari 18 nilai karakter yang disarikan dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Karakter pada peserta didik akan berpengaruh terhadap penumbuhan semangat belajar dan optimalisasi peotensi diri, kecintaan terhadap tanah air dan bangsa, serta kemampuan menjawab tantangan zaman.

Dalam pengembangan pendiidkan karakter, sekolah memiliki peranan yang sangat penting, karena sekolah merupakan pusat pembudayaan yang strategis dalam pembentukan karakter positif peserta didik

Sebagai upaya untuk mendukung pelaksanaan proses pendidikan karakter di sekolah, pendidik dan warga sekolah dapat memberikan contoh nyata dan keteladanan dalam penerapan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas dalam lingkungan sekolah.

Hakikat pendidikan karakter sebenarnya bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dan sikap serta perilaku yang baik sebagai upaya untuk membentuk karakter peserta didik di sekolah.

Baca Juga:  Kisi-kisi Asesmen Pembelajaran Awal Bahasa Indonesia Kelas IV SD

Tujuan utama penilaian karakters bukanlah untuk memberi nilai terhadap karakter peserta didik, melainkan untuk memperoleh informasi mengenai sejauh mana perkembangan karakter peserta didik. dengan demikian dapat ditempuh usaha-usaha pengembangan atau penguatan karakter yang tepat.

Tujuan dan Ruang Lingkup Penilaian Karakter

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa tujuan penilaian karakter adalah untuk memperoleh informasi terkait perkembangan karakter peserta didik. Dalam pelaksanaannya diperlukan acuan berkaitan dengan nilai karakter yang perlu dikembangkan atau dikuatkan.

Acuan yang disusun juga harus mencantumkan teknik-teknikyang dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap nilai karakter yang diharapkan.

Setiap jenjang pendidikan memiliki perilaku yang dapat diamati dan indikator yang berbeda. Rubrik penilaian menggambarkan empat tahapan, yaitu:

Tahapan Penilaian Karakter

  1. Memerlukan Bimbingan (MB)
  2. Mulai Berkembang (MBK)
  3. Berkembang (B)
  4. Membudaya (M)

Tahapan yang menjadi puncak tujuan adalah Membudaya (M). Tahapan ini menunjukkan kematangan untuk suatu karakter. Untuk peserta didik yang belum mencapai tahap Membudaya perlu memperoleh perhatian dan perlakuan dalam rangka pembinaan.

Sekolah dapat melakukan pengembangan sendiri terhadap indikator nilai karakter yang disesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Pelaporan hasil penilaian karakter disajikan berdasarkan empat tahapan capaian.

Laporan hasil penilaian karakter tersebut tidak hanya berguna bagi sekolah melainkan juga berguna bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan karakter anak.

Baca Juga:

Demikian paparan terkait Model Penilaian Karakter pada Program Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK. Sekiranya bermanfaat, silahkan bagikan atau share.

Tuliskan juga komentar, saran, ataupun kritik demi tertingkatnya kualitas blog ini pada masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *