* Penjelasan Pengertian dan Rumus Arus Listrik serta Contoh Soalnya

Pengertian Arus Listrik Dilengkapi Pembahasan tentang Sifat, Jenis, Rumus, dan Contoh Soal

Blogdope.comPengertian dan rumus arus listrik dilengkapi dengan pembahasan tentang sifat, jenis, dan contoh soal. Halo, Sobat Blogdope.com! Kita bertemu lagi dalam seri artikel Fisika. Kesempatan kali ini kita akan membahas pengertian arus listrik.

Listrik sudah hampir menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Hampir seluruh peralatan penunjang aktivitas sehari-hari menggunakan listrik sebagai sumber daya utama.

Kita mengenal dua jenis arus listrik, yaitu arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak balik (AC).

Nah, paparan berikut menjelaskan secara detil pengertian arus listrik. Selain itu juga akan dibahas tentang sifat arus listrik, jenis-jenis arus listrik.

Tidak lupa juga bahasan mengenai rumus arus listrik dan contoh soalnya.

Baca : Apakah yang Dimaksud dengan Arus Listrik Bolak Balik? Bagaimana Rumus dan Contoh Soalnya?

Simak selengkapnya ya!

Pengertian Arus Listrik dan Penjelasannya

pengertian dan rumus arus listrik
Arus Listrik: Pengertian, Sifat, dan Rumus serta Contoh Soalnya

Pertanyaan yang mungkin sering muncul dalam benak kita adalah apakah yang dimaksud dengan arus listrik?

Pengertian arus listrik adalah banyaknya muatan aliran listrik listrik yang mengalir dari satu titik ke titik lainnya pada sebuah rangkaian listrik tiap satuan waktu.

Arus listrik itu sendiri dapat muncul saat terjadi beda potensial pada rangkaian penghantar listrik.

Kejadian tersebut kita kenal dengan istilah beda potensial antara dua titik.

Prinsip yang harus selalu kita ingat terkait arus listrik ialah semakin besar perbedaan yang ada maka nilai arus listrik juga semakin besar.

Berikut beberapa hal penting mengenai arus listrik.

  • Secara internasional untuk menyatakan besaran arus listrik menggunakan satuan Ampere (A).
  • Lambang atau simbol arus listrik dinyatakan dengan huruf I (current).
  • Arus listrik mengalir dari arah muatan positif ke arah muatan negatif.

Di kalangan masyarakat internasional, seringkali muncul perbedaan pendapat terkait arah arus listrik.

Pertanyaannya adalah apakah arus listrik mengalir dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda), ataukah justru sebaliknya?

Teori kelistrikan jelas menyebutkan bahwa arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Potensial tinggi erat kaitannya dengan kutub positif. Sedangkan potensial rendah terkait dengan kutub negatif.

Dengan kata lain arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

Faktanya, partikel pembawa muatan listrik pada sebuah penghantar adalah elektron. Sedangkan elektron itu sendiri bermuatan negatif.

Baca Juga: Biografi JJ Thomson Ilmuwan Penemu Unsur Elektron

Lalu bagaimana kesimpulannya?

Telah menjadi kesepakatan secara internasional bahwa aliran listrik terbagi ke dalam dua jenis, yaitu aliran arus listrik positif dan aliran arus listrik negatif.

1. Aliran Arus Listrik Positif

Arus listrik positif adalah arus listrik yang timbul dan bergerak dari kutub positif menuju ke kutub negatif pada suatu rangkaian penghantar.

Adapun rangkaian penghantar listrik sederhana terdiri atas sumber tegangan (baterai), penghantar, dan beban.

Ciri khas muatan listrik positif adalah keluar dari kutub positif dan masuk ke kutub negatif.

2. Aliran Arus Listrik Negatif

Karakteristik aliran arus listrik negatif ialah keluar dari kutub negatif dan masuk ke kutub positif. Aliran lisrik negatif juga kita kenal dengan sebutan aliran elektron.

Jenis Arus Listrik

Jika kita lihat dari arah aliranya, maka arus listrik dapat dikelompokkan menjadi dua. Yaitu:

1. Arus Listrik Searah / DC (Direct Current)

Arus listrik searah / DC (Direct Current) adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah.

Jika kita ilustrasikan, maka arus listrik searah dapat kita gambarkan dalam diagram sebagai berikut.

Arus Listrik Searah

Diagram tersebut menyatakan hubungan arus terhadap waktu pada jenis arus listrik searah (DC). Ciri spesifik pada arus listrik searah ialah nilai arus listrik bersifat tetap setiap waktunya.

2. Arus Listrik Bolak balik / AC (Alternatif Current)

Pengertian arus listrik bolak balik / AC (Alternating Current) adalah arus yang arah dan juga besarnya akan selalu berubah ubah setiap saat. Arus bolak balik pada dunia kelistrikan sangat banyak digunakan.

Perhatikan diagram arus listrik bolak balik berikut ini.

Perbedaan pokok diagram di atas dengan diagram arus listrik searah ialah pola arus yang timbul. Pada jenis arus listrik bolak balik nilai arus listrik berganti dari positif ke negatif dan terus berulang setiap waktu.

Sifat Arus Listrik

Sifat arus listrik timbul dari aliran energi pada suatu rangkaian. Dengan kata lain, arus listrik dapat menghasilkan serangkaian energi. Adapun jenis-jenis energi yang ditimbulkan oleh arus listrik adalah:

1. Pertama, Energi Panas

2. Kedua, Energi Magnet

3. Ketiga, Energi Cahaya

4. Keempat, Reaksi Kimia

Rumus Arus Listrik dan Contoh Penggunaannya

Untuk menentukan besaran arus listrik, kita dapat menggunakan rumus berikut.

I = q/t

Di mana,

I = Arus listrik, dinyatakan dengan satuan Ampere (A)

q = Muatan listrik yang mengalir, dinyatakan dengan satuan Coulomb (C)

t = Waktu yang diperlukan

Contoh penggunaan rumus arus listrik di atas dalam kehidupan sehari-hari misalnya:

Sebuah penghantar listrik dialiri arus listrik sebesar 10 A selama 4 menit. Tentukan berapa banyak muatan listrik yang mengalir?

Untuk menyelesaikan permasalahan di atas, langkah-langkahnya sebagai berikut.

Diketahui : I = 10 A

t = 4 menit = 20 s

Ditanya : q…?

Jawab :

I = q/t

10 = q/240

q = 240 x 10 = 2400 C

Jadi banyaknya muatan listrik yang mengalir pada penghantar tersebut adalah 2400 C.

Contoh Soal tentang Arus Listrik

Untuk lebih memperdalam pemahaman kalian tentang arus listrik, berikut admin sajikan contoh soal perhitungan arus listrik.

Soal 1

Sepotong kawat penghantar listrik di aliri muatan listrik sebesar 360 C selama 3 menit, berapa kuat arusnya?

Jawab:

Diketahui

t = 3 menit = 180s

q = 360C

Penyelesaian

I = q/t

= 360/180

= 2A

Jadi kuat arus yang mengalir pada kawat penghantar tersebut adalah 2A.

Soal 2

Perhatikan rangkaian di bawah ini.

Contoh Soal Arus Listrik

Berapakah besar arus listrik yang mengalir pada I5?

Langkah-langkah penyelesaian soal di atas sebagai berikut.

Diketahui

1. Imasuk = I1, I2, dan I4

2. Ikeluar = I3 dan I5

3. I1 = 2A

4. I2 = 5A

5. I4 = 2A

6. I3 = 3A

Penyelesaian

Imasuk = Ikeluar

I1+I2+I4 = I4+I5

2+5+2 = 2+I5

I5 = 7A

Jadi arus yang mengalir pada I5 sebesar 7A

Bagaimana, mudah bukan menghitung arus listrik?

Baca Juga:

Kiranya cukup sampai di sini dulu pembahasan mengenai pengertian arus listrik. Kita bertemu kembali pada seri artikel Fisika dengan topik kelistrikan lainnya.

Tetap semangat dalam belajar, pantang menyerah!

Terima kasih.

Leave a Reply