* Kebijakan Fiskal: Pengertian, Jenis, dan Instrumennya

Pengertian Kebijakan Fiskal Lengkap dengan Instrumen, Jenis, dan Contoh yang Tepat

Blogdope.comPengertian kebijakan fiskal lengkap dengan instrumen, jenis, dan contoh yang tepat. Kebijakan fiskal adalah regulasi yang bertujuan untuk mempertahankan kestabilan ekonomi.

Pemerintah perlu untuk menerbitkan kebijakan fiskal yang mengatur setiap transaksi pelaku pasar. Dengan demikian tingkat perekonomian dapat dijaga agar stabil.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebijakan fiskal? Apa saja yang termasuk instrumen kebijakan fiskal?

Paparan di bawah ini akan menjelaskan secara lengkap pengertian kebijakan fiskal dan instrumen yang umum terdapat dalam kebijakan fiskal.

Selain itu juga akan membahas jenis kebijakan fiskal dan contoh yang tepat.

Baca: Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya

Pengertian Kebijakan Fiskal

pengertian dan instrumen kebijakan fiskal
Pengertian Kebijakan Fiskal dan Jenis Instrumennya

Arti kebijakan fiskal secara umum adalah kebijakan yang diambil oleh negara dengan tujuan tertentu dan dilakukan dengan cara peningkatan atau pengurangan pemasukan dan belanja negara.

Adapun tujuan pemberlakukan kebijakan fiskal sangatlah luas dan banyak.

Salah satu di antaranya adalah pengurangan pengangguran serta pencapaian target perkembangan ekonomi.

Peralatan utama yang diperlukan oleh negara untuk memberlakukan kebijakan fiskal adalah pajak dan pengeluaran negara.

Instrumen Kebijakan Fiskal

Dalam menerapkan kebijakan fiskal, negara memiliki serangkaian alat utama. Pajak dan semua bentuk pengeluaran pemerintah merupakan contoh instrumen kebijakan fiskal yang paling populer.

Berikut instrumen kebijakan fiskal lainnya.

1. Pengeluaran

Instrumen kebijakan fiskal yang pertama berupa pengeluaran. Adapun pengeluaran di sini adalah segala bentuk pembelanjaan yang dilakukan oleh negara untuk membiayai kegiatan ekonomi negara.

Beberapa contoh pos pengeluaran misalnya dana operasional, pengadaan bantuan, pembangunan infrastruktur.

2. Pajak

Pajak juga termasuk ke dalam salah satu alat instrumen kebijakan fiskal yang utama. Keadaan ekonomi negara merupakan parameter untuk menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga.

Misalnya, jika pemasukan negara bernilai kecil maka pajak akan naik.

3. Anggaran

Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal yang berfungsi sebagai cadangan atau simpanan.

Keberadaan cadangan atau simpanan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga bila terjadi kondisi tertentu. Misalnya jika terjadi inflasi, pemerintah akan mengambil dana anggaran untuk disuntikkan bagi masyarakat.

Dengan demikian kegiatan perekonomian bisa tumbuh dan menggeliat lagi.

4. Utang Publik

Pemasukan yang diperoleh pemerintah bisa berasal dari pinjaman atau pembayaran utang masyarakat kepada negara.

Instrumen kebijakan fiskal berupa utang publik ini juga menjadi alat untuk menghindari inflasi.

Jenis Kebijakan Fiskal

Secara umum, jenis kebijakan fiskal terbagi ke dalam 2 (dua) kategori. Kedua kategori jenis kebijakan fiskal tersebut adalah kebijakan fiskal berdasarkan teori, dan kebijakan fiskal berdasarkan jumlah pemasukan dan pengeluaran.

Berikut pembahasan jenis kebijakan fiskal selengkapnya.

1. Kebijakan Fiskal berdasarkan Teori

Kebijakan fiskal berdasarkan teori masih terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

a. Kebijakan fiskal fungsional

Kebijakan fiskal fungsional adalah penerapan kebijakan fiskal yang berdasar pada pengamatan terhadap pengeluaran dan pendapatan negara yang berlandaskan pada akibat tidak langsung dari peningkatan peluang kerja.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa peluang kerja ternyata berimbas secara tidak langsung terhadap pemasukan negara.

b. Kebijakan fiskal yang disengaja

Kebijakan fiskal yang disengaja adalah upaya manipulasi anggaran yang dilakukan secara langsung.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk memberlakukan kebijakan fiskal ini adalah pengubahan belanja negara, perubahan sistem penarikan pajak dan perubahan pengolahan pajak.

c. Kebijakan fiskal yang tidak disengaja

Arti kebijakan fiscal yang tidak disengaja lekat dengan Tindakan pengendalian alur bisnis. Dalam hal ini agar tidak bergejolak dan tidak terprediksi.

Beberapa contoh alat jenis kebijakan fiscal ini misalnya pajak progresif, asuransi pengangguran, kebijakan harga, serta proposal.

2. Kebijakan Fiskal Berdasarkan Jumlah Pemasukan dan Pengeluaran

a. Kebijakan Fiskal Seimbang

Kebijakan fiskal seimbang adalah penyeimbangan jumlah pemasukan dengan pengeluaran. Regulasi ini akan menimbulkan dampak positif. Contohnya pemerintah tidak perlu mengajukan kredit modal.

Di sisi lain juga ada dampak negatifnya. Misalnya keadaan ekonomi menjadi lebih terpuruk bila kebijakan diambil pada saat keadaan ekonomi negara tidak baik.

b. Kebijakan Fiskal Surplus

Pengertian kebijakan fiskal adalah kebijakan guna menangani inflasi. Pengambilan kebijakan ini dilakukan dengan cara membuat pemasukan lebih besar daripada pengeluaran.

c. Kebijakan Fiskal Defisit

Jenis kebijakan fiskal defisit dilakukan dengan cara meningkatkan pengeluaran daripada pemasukan. Cara ini manjur untuk menggairahkan Kembali pasar.

Akan tetapi berimbas buruk terhadap keadaan keuangan negara. Karena berpotensi dalam kondisi minus secara terus menerus.

d. Kebijakan Fiskal Dinamis

Kebijakan fiskal dinamis adalah upaya pertumbuhan pendapatan yang tumbuh seiring berjalannya waktu.

Tujuannya untuk menutup semua pengeluaran yang ada.

Tujuan Penerapan Kebijakan Fiskal

Pemberlakukan kebijakan fiskal dan jenis-jenisnya tentu memiliki sejumlah tujuan. Tujuan tersebut pada akhirnya berimbas secara makro terhadap perekonomian negara.

Berikut paparan tujuan penerapan kebijakan fiskal.

1. Peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan Pertumbuhan Ekonomi

Peningkatan PDB suatu negara dapat tercapai salah satunya melalui penerapan kebijakan fiskal. Imbasnya pertumbuhan ekonomi juga akan turut terpicu ke arah positif.

Beberapa instrumen yang dipakai untuk mengukur PDB di antaranya: bea cukai, PBB, pajak penghasilan, devisa negara, impor, pariwisata, dan lain sebagainya.

Singkatnya, tujuan penerapan kebijakan fiskal jelas untuk meningkatkan pemasukan negara.

Di sisi lain, kebijakan fiskal juga dapat menutup sektor pengeluaran negara. Misalnya pembelian alat pertahanan negara, pembangunan fasilitas publik, proyek pemerintah, serta bentuk program kesejahteraan rakyat lainnya.

2. Perluasan Lapangan Kerja dan Pengurangan Pengangguran

Telah kita ketahui bersama bahwa tujuan utama penerapan kebijakan fiskal adalah untuk kepentingan publik.

Misalnya untuk peningkatan taraf hidup masyarakat. Hal itu dapat tercapai tentu dengan sejumlah prasyarat yang harus terpenuhi.

Salah satunya tersedianya lapanga kerja yang memadai. Sehingga jumlah pengangguran rendah dan imbasnya akan memperbaiki lingkaran ekonomi masyarakat.

Secara tidak langsung hal tersebut juga berimbas pada sektor sosial budaya.

3. Stabilisasi Harga Komoditas dan Penanganan Inflasi

Harga komoditas yang mengalami penurunan tentu berakibat pada laba yang diperoleh pelaku ekonomi swasta.

Di sisi lain, jika harga jual dinaikkan untuk mengejar laba pasti akan berujung pada inflasi. Terjadinya inflasi tentu berdampak buruk pada penurunan daya beli masyarakat.

Utamanya bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Faktanya, inflasi sebenarnya juga memiliki keuntungan. Misalnya jika kita lihat dari aspek terbukanya lapangan kerja.

Di sinilah peran kebijakan fiskal untuk menstabilkan tingkat inflasi.

Contoh Kebijakan Fiskal yang Pernah Dilakukan di Indonesia

Indonesia pernah beberapa kali menerapkan kebijakan fiskal. Penerapan kebijakan fiskal ini untuk mengantisipasi beberapa kondisi.

Berikut admin sampaikan beberapa contoh kebijakan fiskal yang pernah dilakukan di Indonesia.

1. Pengampunan Pajak (Tax Amnesty)

Indonesia pernah menerapkan kebijakan fiskal berupa tax amnesty atau pengampunan pajak. Ini terjadi sekira pada tahun 2017.

Sasaran penghapusan beban pajak adalah badan usaha dan perseorangan yang tidak melaporkan jumlah kekayaan.

Di utamakan aset warga negara Indonesia yang di simpan di luar negeri.

Pada saat kebijakan ini diterapkan, terjadi lonjakan nilai pelaporan pajak yang sangat fantastis. Terdapat sekurangnya 4000 triliun rupiah.

Dari jumlah tersebut, negara memperoleh pemasukan mencapai 130 triliun rupiah.

Bagi badan usaha ataupun perorangan yang mau melaporkan aset beserta seluruh laporan pajak tertunda tidak akan dikenai sanksi.

2. Pengurangan Subsidi BBM

Kebijakan fiskal berupa pengurangan dan pencabutan subsidi BBM juga pernah dilakukan di negara kita.

Meskipun pencabutan subsidi ini tidak berlaku untuk semua kalangan.

Pemerintah masih memberikan subsidi BBM bagi rakyat miskin.

Melalui penerapan kebijakan fiskal berupa pencabutan subsidi BBM ini pemerintah bisa meningkatkan pemerataan pembangunan Kesehatan dan Pendidikan.

3. Pemberlakuan Bebas Visa

Sektor pariwisata, terutama wisatawan luar negeri, merupakan penyumbang besar pemasukan negara.

Pemerintah menerbitkan ketetapan bebas visa masuk Indonesia untuk warga negara asing tertentu.

Negara berharap semakin banyak wisatawan asing yang datang ke Indonesia dan membelanjakan uangnya.

Kesimpulannya, penerapan kebijakan fiskal memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Akan tetapi tentu saja penerapannya tidak bisa semena-mena. Tetap harus melihat terlebih dahulu kondisi perekonomian teraktual.

Artikel Terkait:

Simak, Inilah Beberapa Instrumen Kebijakan Moneter yang Perlu Anda Ketahui!

Demikian paparan lengkap mengenai pengertian kebijakan fiskal. Admin berharap semoga penjelasan dalam paparan di atas dapat menambah luas khasanah pengetahuan dan wawasan Anda.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply