* Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya - BlogDope.com

Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya

Blogdope.comPengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya. Seringkali kita mendengar istilah kebijakan moneter dalam bidang ekonomi. Sebenarnya apakah arti dari kebijakan moneter? Artikel ini akan menjelaskan pengertian kebijakan moneter dan tujuannya.

Kebijakan moneter merupakan serangkaian peraturan atau regulasi yang bertujuan untuk mengawasi pergerakan perekonomian di suatu negara.

Imbas penerapan kebijakan moneter tidak hanya mencakup dalam negeri. Tetapi juga berimbas secara langsung pada lajur ekonomi luar negeri.

Mari kita kulik lebih dalam lagi mengenai pengertian kebijakan moneter dan tujuannya.

Pengertian Kebijakan Moneter

pengertian kebijakan moneter
Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuannya

Baca Juga: Pengertian Kebijakan Fiskal Lengkap dengan Instrumen, Jenis, dan Contoh yang Tepat

Secara umum, kebijakan moneter berbentuk regulasi atau aturan-aturan. Regulasi tentang moneter ini dibuat oleh bank sentral suatu negara.

Selain berupa regulasi, kebijakan moneter juga mencakup serangkaian tindakan dan alur komunikasi dari bank sentral kepada pelaku ekonomi.

Salah satu contoh tindakan moneter bank sentral ialah mengelola jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Seperti kita ketahui banyak sekali jenis uang yang beredar di masyarakat. Misalnya uang tunai, kredit, cek, reksa dana, dan lain sebagainya.

Adapun bentuk uang yang menduduki posisi paling penting adalah kredit. Di dalamnya termasuk pinjaman, obligasi, dan hipotek.

Penerapan kebijakan moneter juga bertujuan untuk meningkatkan likuiditas. Sehingga berimbas pada terciptanya pertumbuhan ekonomi secara makro.

Peningkatan likuiditas tentu saja mengurangi potensi terjadinya inflasi.

Beberapa alat yang dipakai oleh bank sentral untuk mengatur likuiditas di antaranya suku bunga, persyaratan cadangan bank. Selain itu juga terdapat jumlah obligasi pemerintah yang harus dimiliki oleh bank.

Keseluruhan alat tersebut mempengaruhi jumlah realisasi kredit yang dapat disalurkan oleh bank kepada masyarakat.

Karena volume pinjaman atau kredit mempengaruhi jumlah uang yang beredar.

Tujuan Kebijakan Moneter

Pemberlakuan kebijakan moneter oleh pemerintah melalui bank sentral tentu memiliki tujuan.

Adapun tujuan kebijakan moneter itu sendiri secara garis besar terbagi menjadi dua kategori. Selengkapnya sebagai berikut.

1. Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Langkah ini ditempuh oleh bank sentral untuk mengurangi besaran inflasi.

Metode kebijakan moneter kontraktif dilakukan dengan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Sedangkan salah satu caranya dengan membatasi volume uang yang dapat dipinjamkan oleh bank.

Faktanya, bank memberlakukan tingkat suku bunga yang tinggi dan membuat pinjaman lebih mahal. Sehingga hanya sedikit individu dan sektor bisnis yang mengajukan kredit.

Akibatnya laju pertumbuhan ekonomi dapat diperlambat.

2. Kebijakan Moneter Ekspansif

Kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang dipasok pada sektor perekonomian.

Langkah penerapan kebijakan moneter ekspansif dilakukan oleh bank sentral untuk mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu juga bertujuan untuk menghindari resesi.

Metode kebijakan moneter ekspansif dilakukan dengan meningkatkan likuiditas bank. Sedangkan cara yang ditempuh biasanya berupa pemberian izin kepada bank untuk memperbanyak uang untuk dipinjamkan.

Selanjutnya bank akan menurunkan suku bunga yang imbasnya berupa fasilitas pinjaman yang lebih murah dan menarik kreditur untuk mengajukan kredit.

Dengan demikian sektor bisnis akan meminjam atau mengajukan kredit untuk meningkatkan usahanya. Di antaranya dipakai untuk membeli peralatan, mempekerjakan karyawan.

Selain itu juga dapat dipergunakan untuk melakukan ekspasi atau perluasan pasar.

Sedangkan kredit yang diajukan oleh individu biasanya lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.

Kebutuhan primer adalah jenis kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan pokok hidup manusia dan bersifat wajib.

Kebutuhan sekunder adalah jenis kebutuhan pelengkap dalam hidup manusia, bersifat tidak wajib terpenuhi.

Adapun pengertian kebutuhan tersier adalah jenis kebutuhan manusia terhadap pemenuhan barang mewah.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian kebijakan moneter dan tujuannya. Pada artikel selanjutnya akan dibahas mendetail tentang Jenis-jenis instrumen kebijakan moneter.

Akhirnya admin berharap semoga artikel ini dapat menambah luas wawasan dan pengetahuan Anda.

Terima kasih.

Leave a Reply