Pengertian, Konsep, dan Pendekatan Penilaian

Pengertian dan Konsep Pendekatan Penilaian

pengertian konsep dan pendekatan penilaianArtikel ini akan membahas tentang pengertian konsep dan pendekatan penilaian.

Dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 dinyatakan bahwa penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Untuk dapat memperoleh hasil penilaian yang sahih dapat dilakukan melalui berbagai teknik, menggunakan beragam instrumen, dan berasal dari berbagai sumber yang komprehensif.

Pengertian Proses Penilaian

Selain itu, proses penilaian juga harus dilakukan secara efektif. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penilaian adalah ketersediaan informasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Informasi yang lengkap dan akurat akan memicu ketepatan dalam pengambilan keputusan penilaian.

Untuk dapat memperoleh kumpulan informasi terkait pencapaian hasil belajar peserta didik dibutuhkan beberapa hal, sebagai berikut.

  1. Teknik penilaian
  2. Instrumen penilaian
  3. Prosedur analisis sesuai karakteristik penilaian

Sebagaimana diketahui, Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dirancang berbasis kompetensi, dengan kompetensi dasar (KD) sebagai kompetensi minimal yang harus dicapai peserta didik.

Ketercapaian kompetensi dasar (KD) dapat diketahui dengan terlebih dahulu menentukan indikator pencapaian kompetensi (IPK).

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Indikator pencapaian kompetensi (IPK) inilah yang nantinya digunakan sebagai acuan penilaian. Indikator pencapaian kompetensi terdiri atas tiga jenis, yaitu 1) indikator pencapaian kompetensi (IPK) kunci, 2) indikator pencapaian kompetensi (IPK) pendukung, dan 3) indikator pencapaian kompetensi (IPK) pengayaan.

Indikator pencapaian kompetensi (IPK) kunci yang seyogyanya dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan penilaian. Sedangkan indikator pencapaian kompetensi (IPK) pendukung digunakan manakala peserta didik belum memenuhi indikator pencapaian kompetensi (IPK) kunci.

Sedangkan indikator pencapaian kompetensi (IPK) pengayaan digunakan manakala seluruh peserta didik berhasil mencapai taraf yang lebih tinggi daripada capaian kompetensi minimal.

Baca Juga:  Pengertian Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Oleh sebab itu, dalam pembelajaran guru juga harus menentukan besar kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan bisa berupa kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran, maupun kriteria ketuntasan minimal per satuan pendidikan.

Pada pelaksanaannya, kegiatan penilaian juga harus secara obyektif menilai proses belajar tidak hanya berfokus pada hasil belajar.

Untuk itu peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses penilaian. Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan penilaian diri sendiri maupun penilaian antar peserta didik.

Dua jenis kegiatan penilaian oleh peserta didik ini juga dapat difungsikan sebagai sarana untuk berlatih melakukan penilaian.

Fungsi dan Pendekatan Penilaian

Penilaian tidak hanya berfungsi untuk mengetahui capaian hasil belajar peserta didik. Melainkan juga dapat berfungsi sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar.

Fakta empiris yang berlaku selama ini menyatakan bahwa seringkali penilaian cenderung dilakukan hanya untuk mengukur hasil belajar peserta didik.

Sehingga seolah-olah penilaian berposisi sebagai kegiatan yang sama sekali terpisah dari proses pembelajaran.

Praktiknya penilaian harus dilaksanakan melalui tiga pendekatan. Ketiga pendekatan penilaian tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Penilaian akhir pembelajaran (assessment of learning)
  2. Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning)
  3. Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)

Penilaian akhir pembelajaran (assessment of learning) adalah bentuk penilaian yang dilakukan setelah proses pembelajaran selesai.

Sebuah proses pembelajaran dinyatakan selesai tidak selalu di akhir tahun pelajaran atau di setiap akhir jenjang belajar peserta didik.

Pendekatan penilaian ini dilakukan untuk menyatakan pengakuan terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik setelah proses pembelajaran selesai dilakukan.

Bentuk pendekatan penilaian akhir pembelajaran dapat berupa Ujian Nasional, Ujian Sekolah / Madrasah, dan beragam bentuk penilaian sumatif lainnya.

Baca Juga:  Mekanisme Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) bersifat formatif dan dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.

Bentuk pendekatan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar.

Pada pelaksanaan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), pendidikan memberikan umpan balik proses belajar peserta didik. Selain itu, pendidik juga secara aktif memantau kemajuan belajar peserta didik.

Selain itu, bentuk penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) juga dapat meningkatkan kinerja peserta didik. Hal ini dapat dicapai melalui kegiatan penugasan, presentasi / paparan, proyek, dan lain sebagainya.

Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) memiliki kemiripan sifat dengan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning). Keduanya sama-sama bersifat formatif dan dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.

Perbedaan utama antara penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) dengan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) adalah pelibatan peran peserta didik.

Dalam penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning), peserta didik dilibatkan secara aktif dalam kegiatan penilaian.

Pemberian pengalaman penilaian kepada peserta didik untuk menilai diri sendiri menjadi fokus pendekatan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Bentuk penilaian yang sesuai dengan pendekatan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) diantaranya adalah penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman.

Pendekatan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) juga memungkinkan untuk melibatkan peserta didik dalam perumusan prosedur penilaian, kriteria, maupun rubrik yang akan digunakan.

Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat mengetahui dengan tepat hal-hal yang harus dilakukan agar hasil belajar yang maksimal dapat tercapai.

Dalam dunia pendidikan umumnya, bentuk penilaian akhir pembelajaran (assessment of learning) lebih sering dipakai dan dilaksanakan oleh pendidik dibandingkan kedua bentuk penilaian lainnya.

Baca Juga:  Tiga Model Pembelajaran Berorientasi HOTS pada Kurikulum 2013

Seyogyanya, bentuk penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) lebih diutamakan.

Demikianlah artikel tentang Pengertian, Konsep, dan Pendekatan Penilaian. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *