Pengertian Penilaian Hasil Belajar dan Mekanismenya

Penilaian Hasil Belajar

penilaian hasil belajarPada prinsipnya, penilaian hasil belajar peserta didik merupakan kegiatan pengumpulan dan pengolahan informasi hasil belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan pembelajaran dan menyimpulkan hasil pencapaian pembelajaran peserta didik.

Artikel ini akan membahas penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah, pendidik, dan satuan pendidikan.

Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah

Kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dapat dilakukan oleh pemerintah, satuan pendidikan, dan pendidik sendiri. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah biasanya berupa tes terstandar.

Tes terstandar disini dimaksudkan adalah bentuk tes yang mulai dari penyiapan bahan tes, pelaksanaan tes, maupun analisis dan pemanfaatan hasil tes menerapkan standar yang baku dan sama.

Tujuan pelaksanaan kegiatan penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah pada umumnya untuk mengukur ketercapaian hasil belajar pada aspek pengetahuan dan menggunakan bentuk soal yang secara teknis mudah untuk dilakukan penskoran.

Dengan latar belakang seperti itu maka dapat ditarik simpulan bahwa penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah belum mewakili keseluruhan aspek meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.

Penggunaan bentuk soal pilihan ganda pada soal penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah juga belum secara maksimal menggali kemampuan mendalami dan mengungkapkan pengetahuan peserta didik.

Sedangkan waktu pelaksanaan penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah biasa dilakukan pada akhir masa belajar pada suatu jenjang pendidikan.

Baca Juga:

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan

Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan bertujuan untuk mengukur tidak hanya aspek pengetahuan peserta didik, melainkan juga aspek sikap dan keterampilan. Dengan kata lain, penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidian dapat menjadi bentuk penilaian yang komprehensif dan dapat mencerminkan keseluruhan aspek kompetensi peserta didik.

Baca Juga:  Pengertian, Konsep, dan Pendekatan Penilaian

Dalam melakukan penilaian aspek pengetahuan, agar dapat memperoleh hasil penilaian pengetahuan yang bernilai otentik dan bermakna maka pendidik diharapkan dapat menggunakan beragam bentuk dan teknik penilaian.

Tidak hanya berupa tes tertulis melainkan juga bentuk-bentuk penilaian yang lain seperti tes lisan dan penugasan. Dengan penggunaan bentuk penilaian yang beragam ini diharapkan dapat secara riil mencerminkan perkembangan kemajuan dan pencapaian hasil belajar peserta didik.

Bentuk soal yang dipakai pada tes tertulis pun seyogyanya tidak hanya berupa soal pilihan ganda, tetapi dapat juga diperbanyak atau difokuskan pada bentuk soal lain seperti soal uraian. Bentuk soal uraian dapat mengukur keterampilan berpikir yang lebih tinggi, misalnya taap menganalisis dan mengevaluasi.

Pemilihan bentuk tes tertulis yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan diharapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik pengetahuan, kognitif, konten, dan konteks yang ada dalam kompetensi sesuai kurikulum yang berlaku serta mekanisme penilaiannya.

Mekanisme Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik

Adapun mekanisme penilaian hasi belajar oleh pendidik meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Termasuk di dalamnya ditentukan pula bentuk penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar pada kurikulum yang berlaku.
  2. Instrumen penilaian disusun dengan mengikuti langkah-langkah pengembangan instrumen yang standar. Standar penyusunan instrumen penilaian mencakup penentuan tujuan, penyusunan kisi-kisi dan soal, analisis kualitatif, uji coba, dan analisis kualitatif.
  3. Butir soal yang akan digunakan dalam penilaian dirakit dengan penyesuaian terhadap tujuan yang akan dicapai.
  4. Pelaksanaan penilaian oleh pendidik dan hasilnya ditafsirkan sebagai bahan laporan.
  5. Hasil penilaian pencapaian pengetahuan peserta didik disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.

Dalam penerapannya, tidak sedikit pendidik yang mengalami kendala dalam pengembangan instrumen penilaian tes tertulis. Kendala-kendala yang ditemui oleh pendidik tersebut diantaranya dalam hal penyusunan indikator soal, pengembangan soal sesuai indikator soal, menyusun soal sesuai dengan level kognitif, menyusun soal tertulis sesuai dengan kaidahnya, serta membuat rubrik penskoran pada soal uraian.

Baca Juga:  Pendidikan Berkualitas Kunci Generasi Emas

Pengembangan instrumen penilaian berupa tes tertulis harus selalu memperhatikan validitas dan reliabilitas instrumen penilaian.

Validitas instrumen memiliki makna bahwa instrumen yang digunakan dapat mengukur kemampuan yang seharusnya diukur, sedangkan aspek reliabilitas bermakna bahwa instrumen penilaian harus bersifat konsisten.

Oleh sebab itu instrumen penilaian tes tertulis perlu dikembangkan agar semakin mudah dipahami. Paparan di bawah ini akan menguraikan langkah-langkah penyusunan instrumen tes tertulis lengkap dengan contoh-contoh soal sesuai kaidah dan level kognitifnya.

Demikian artikel terkait penilaian hasil belajar peserta didik. Sekiranya artikel ini bermanfaat silahkan share atau bagikan.

Tuliskan juga komentar, saran, ataupun kritik yang membangun demi tertingkatnya kualitas artikel pada masa-masa yang akan datang.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *