Pengertian Rancangan Penelitian dan Contohnya

rancangan penelitianPengertian Rancangan Penelitian dan Contohnya – Sebuah penelitian ilmiah tidak bisa lepas dari rancangan penelitian. Rancangan penelitian menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan penelitian ilmiah. Pada artikel ini kita akan membicarakan tentang pengertian rancangan penelitian dan contohnya.

Pengertian Rancangan Penelitian dan Contohnya

Pengertian umum dari rancangan penelitian ialah sebuah bentuk kerangka atau sketsa yang didesain oleh seorang peneliti untuk kemudian diwujudkan sebagai rencana penelitian atau research plan.

Rancangan penelitian yang sudah didesain oleh peneliti ini kemudian diajukan untuk mendapatkan persetujuan pelaksanaan penelitian sehingga istilahnya berganti menjadi proposal penelitian.

Sebenarnya, rancangan penelitian memiliki pengertian dari dua sudut pandang, yaitu pengertian rancangan penelitian dalam arti yang sempit dan pengertian rancangan penelitian dalam arti yang luas.

Dari sudut pandang pengertian rancangan penelitian dalam arti sempit, sebuah rancangan penelitian di dalamnya terkandung proses pengumpulan dan analisis data. Sementara di sisi lain, pengertian rancangan penelitian dalam arti yang luas mencakup seluruh proses pelaksanaan penelitian dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan pelaporan.

Kerangka Rancangan Penelitian

pengertian rancangan penelitian dan contohnyaPada paparan di atas, telah disampaikan pengertian rancangan penelitian secara umum. Pengertian rancangan penelitian secara umum dimaknai sebagai gambaran sketsa atau kerangka spesifik yang dibuat dan didesain oleh peneliti untuk menggambarkan rencana pelaksanaan proses penelitian.

Dalam arti yang luas, pengertian rancangan penelitian mencakup kerangka penelitian atau riset. Berikut akan dijelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam kerangka rancangan penelitian selengkapnya.

Secara umum, bentuk kerangka rancangan penelitian biasanya menggunakan komponen-komponen sebagai berikut.

  1. Judul penelitian
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan dan manfaat penelitian
  4. Tinjauan kepustakaan
  5. Hipotesis
  6. Populasi dan sampel / partisipan / subjek penelitian
  7. Variabel penelitian / batasan konsep / kerangka konseptual
  8. Metode pengumpulan data
  9. Metode analisis data
  10. Penulisan laporan

Kerangka penelitian sebagaimana dituturkan di atas sama sekali tidak bersifat mengikat dan memiliki keharusan untuk diadopsi sama persis. Seorang peneliti bisa melakukan penyesuaian terhadap kerangka penelitian yang akan dilaksanakannya dengan mempertimbangkan objek penelitiannya.

Titik fokus dari kerangka rancangan penelitian di atas terletak pada komponen hipotesis. Tidak semua penelitian, utamanya penelitian yang berbasis pada ilmu sosial, mencantumkan hipotesis dalam kerangka penelitiannya.

Terdapat anggapan umum bahwa keberadaan hipotesis sebenarnya malah membatasi kebebasan berpikir seorang peneliti. Perdebatan tentang hal ini akan terus berlangsung karena perbedaan sudut pandang tiap-tiap disiplin ilmu terkait metodologi penelitian.

Pada artikel ini kita menggunakan asumsi pentingnya penggunaan hipotesis dalam sebuah penelitian yang bersifat kuantitatif daripada penelitian kualitatif.

Dalam penelitian kualitatif, juga tidak jamak menggunakan istilah populasi dan sampel. Kedua istilah ini, yaitu populasi dan sampel lebih tepat digunakan pada penelitian yang bersifat kuantitatif. Sementara untuk penelitian kualitatif lebih banyak menggunakan istilah subjek penelitian atau partisipan. Meskipun hal ini sama sekali tidak membatasi kreativitas peneliti untuk menggunakan istilah lain yang lebih relevan dengan peneltiiannya.

Penjelasan Rancangan Penelitian

Judul Penelitian

pengertian rancangan penelitian dan contohnyaSecara keseluruhan, substansi atau arti penting dari sebuah penelitian dapat digambarkan melalui komponen judul penelitian. Penentuan judul penelitian tidak selalu harus dilakukan di awal penelitian, melainkan dapat juga dilakukan di akhir penelitian atau ketika tahap pelaporan hampir selesai.

Untuk dapat membuat sebuah judul penelitian yang baik, menurut literatur yang selama ini banyak digunakan, harus memuat beberapa hal. Diantaranya adalah:

  1. Terjangkau kemampuan peneliti
  2. Menarik minat pembaca
  3. Mampu menggugah rasa penasaran pembaca
  4. Relevan dengan isi

Komponen judul penelitian yang dapat ditambahkan selain komponen yang telah disebutkan di atas adalah judul penelitian harus merepresentasikan isi penelitian.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah sebenarnya adalah inti dari kasus yang menjadi objek penelitian. Penyusunan rumusan masalah dilakukan oleh peneliti untuk mempertanyakan fenomena dan mendeskripsikannya menjadi bentuk permasalahan yang baru.

Pada bagian rumusan masalah juga dijelaskan secara terperinci bentuk permasalahan yang akan diteliti termasuk poin-poin pentingnya. Bagian ini juga sering dikenal dengan sebutan pertanyaan penelitian.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa bentuk rumusan penelitian sebenarnya adalah berupa pertanyaan. Sedangkan bentuk pertanyaan penelitian itu sendiri bisa diwujudkan dalam rupa poin-poin atau deskripsi penelitian.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian secara umum adalah untuk menjawab rumusan masalah. Pelaksanaan penelitian diharapkan dapat mendatangkan manfaat penelitian.

Manfaat penelitian dapat dimaknai sebagai bentuk-bentuk keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak-pihak tertentu dengan keberadaan dan keterlaksanaan sebuah penelitian.

Tinjauan Kepustakaan

Tinjauan kepustakaan sering pula dikenal dengan sebutan studi literatur. Pada komponen kerangka penelitian ini, pembaca dapat mencari, membaca, dan/atau mereview sumber bacaan yang relevan dengan topik penelitian yang akan dilakuan.

Literatur atau sumber bacaan yang diguankan dalam penelitian seringkali banyak jumlahnya. Oleh sebab itu harus dapat melakukan seleksi terhadap literatur-literatur dan sumber bacaan yang paling relevan dengan topik penelitian.

Hipotesis

Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif mutlak memerlukan hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian ini dirumuskan dari penarikan hubungan antara dua atau lebih variabel serta bersifat sebagai simpulan sementara dan memerlukan pengujian-pengujian lebih lanjut.

Populasi dan Sampel

Bagian populasi dan sampel juga dikenal dengan istilah subjek penelitian atau partisipan. Dalam bagian ini dijelaskan siapa-siapa yang menjadi partisipan dalam kegiatan penelitian serta bagaimana cara pemerolehannya.

Manusia adalah subjek penelitian sosial. Oleh sebab itu, pada sebuah penelitian sosial dilakukan pembahasan etika pada bagian populasi dan sampel. Pembahasan terkait etika menjadi penting pada sebuah penelitian sosial, terkecuali pada penelitian-penelitian yang mengambil pendekatan analisis wacana yang mana penelitian ini sama sekali tidak melibatkan kontak manusia sebagai subjek penelitian.

Variabel Penelitian

Variabel penelitian lebih sering digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mencantumkan hipotesis. Sedangkan pada penelitian kualitatif, variabel penelitian disebut dengan batasan konsep atau kerangka konseptual.

Secara definisi, terdapat perbedaan antara konsep dengan variabel. Sebuah variabel memiliki sifat lebih bisa diukur dan detil daripada konsep. Penelitian dengan bentuk pendekatan kualitatif memang dilakukan untuk menggali fenomena yang tidak mudah diukur.

Metode Pengumpulan Data

Rumusan masalah dalam penelitian harus mampu dijawab dengan metode pengumpulan data. Seorang peneliti harus mampu menentukan metode pengumpulan data yang paling tepat dan relevan dengan topik penelitian yang akan dilaksanakannya.

Relevansi antara metode pengumpulan data dengan topik penelitian sepenuhnya bergantung pada rumusan masalah yang telah dirumuskan oleh peneliti.

(Baca Juga: Teknik Pengumpulan Data)

Metode Analisis Data

pengertian rancangan penelitian dan contohnyaAnalisis data dapat dilakukan oleh peneliti, baik secara manual atau dengan berbantuan komputer. Perlakuan analisis data juga dapat berbeda-beda, menyesuaikan metode penelitian apa yang digunakan oleh peneliti.

Pada penelitian dengan bentuk pendekatan kuantitatif, metode analisis data penelitiannya seringkali berbeda dengan penelitian dengan pendekatan kualitatif.

Perbedaan bentuk analisis data antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif bisa diamati dari perbedaan penggunaan perangkat lunak yang dipakai jika analisis data dilakukan dengan berbantuan komputer.

(Baca Juga: Teknik Analisis Data)

Penulisan Laporan

Bagian terakhir dari kerangka rancangan penelitian ialah penulisan laporan penelitian. Bentuk penulisan laporan penelitian harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan.

Sebagai contoh, jika penelitiannya berupa penelitian skripsi maka laporan penelitiannya harus berupa skripsi, bukan tesis atau disertasi, atau yang lainnya.

Format penulisan laporan penelitian secara prinsip harus menyesuaikan kernagka rancangan peneitian.

Baca Juga:

Demikian artikel mengenai Pengertian Rancangan Penelitian dan Contohnya. Sekiranya Anda menyukai artikel ini, silahkan berbagi atau share kepada rekan sejawat melalui tautan di bawah artikel.

Admin juga mengharapkan komentar dan kritik membangun dari seluruh pembaca, demi meningkatkan kualitas tulisan di dalam blog ini.

Akhirnya, admin berharap semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Terima kasih.

Incoming search terms:

  • sebagai sketsa atau kerangka spesifik yang didesain oleh peneliti yang menggambarkan rencana proses penlitian secara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: