Penjelasan Lengkap Mengenai Partikel Penyusun Materi (Atom, Molekul, dan Ion)

Blogdope.comPenjelasan Lengkap Mengenai 3 Jenis Partikel Penyusun Materi (Atom, Molekul, dan Ion). Pada hakikatnya, sebuah satuan dasar dari benda atau materi adalah partikel. Dengan demikian dapat pula berarti bahwa partikel merupakan satuan atau bagian terkecil dari sebuah materi.

Partikel penyusun materi terdiri atas tiga jenis, yaitu atom, molekul, dan ion. Faktanya, atom, molekul, dan ion ketiganya adalah satuan terkecil dari sebuah materi yang kemudian secara umum dikenal dengan sebutan partikel.

partikel penyusun materi
3 Jenis Partikel Penyusun Materi: Atom, Ion, dan Molekul

Berikut penjelasan lengkap mengenai partikel penyusun materi tersebut.

Artikel Terkait: Biografi JJ Thomson Ilmuwan Penemu Unsur Elektron

3 Jenis Partikel Penyusun Materi: Atom, Molekul, dan Ion

1. Partikel Atom

Leucippus dan Democritus, keduanya adalah ahli filsafat Yunani, adalah dua orang yang pertama kali menyatakan keberadaan partikel terkecil yang menyusun sebuah materi. Pendapat tersebut mereka kemukakan sekira pada 450 tahun sebelum masehi.

Prinsipnya, mereka berpendapat bahwa seluruh materi tersusun dari partikel-partikel yang sangat kecil dan sifatnya tidak dapat terbagi-bagi lagi.

Partikel tersebut kemudian dikenal dengan nama atom. Sampai saat ini, manusia belum mampu melihat partikel atom tersebut dengan pandangan mata langsung maupun berbantuan peralatan mikroskop canggih.

Kemudian sekira tahun 1808, John Dalton menyatakan sebuah pemikirant entang partikel terkecil yang menyusun materi berdasarkan fenomena-fenomena tersebut.

Silahkan simak artikel Biografi John Dalton Penemu Sekaligus Pencetus Teori Atom Modern.

Teori Atom Modern John Dalton

Garis besar dan inti pemikiran John Dalton yang mendasari definisi atom sebagai berikut.

teori atom modern Dalton
John Dalton, Pencetus Teori Atom Modern

Pertama, setiap unsur terdiri dari partikel-partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, yang kemudian kita kenal dengan sebutan atom.

Kedua, seluruh atom dari unsur-unsur yang sama memiliki ukuran dan massa yang sama. Sedangkan atom dari unsur yang berbeda maka memiliki ukuran dan massa yang berbeda pula.

Ketiga, atom merupakan partikel dasar yang tidak dapat rusak. Atom juga tidak dapat tercipta atau dimusnahkan melalui reaksi kimia.

Keempat, melalui serangkaian reaksi kimia atom pereaksi akan memiliki susunan yang baru dan saling terikat satu dengan yang lain, dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu.

Model Atom Dalton

Intisari pemikiran Dalton tentang atom tersebut kemudian terkenal dengan sebutan model atom Dalton. Meskipun pada kenyataannya banyak terdapat kelemahan dari teori atom Dalton, akan tetapi harus di akui bahwa Dalton-lah orang pertama yang mengemukakan perbedaan antara atom dengan senyawa.

Jika sebuah atom berada dalam keadaan tunggal atau sendiri, maka atom tersebut tidak memiliki sifat-sifat tertentu. Adapun sifat-sifat tertentu tersebut misalnya warna, wujud, massa jenis, daya hantar listrik, titik didih, ataupun titik leleh.

Sifat-sifat tertentu pada atom baru akan muncul setelah atom-atom dalam jumlah yang besar bergabung untuk membentuk kumpulan atom melalui cara-cara tertentu.

Sebagai contoh pada unsur grafit dan intan. Kedua unsur ini memiliki sifat yang sama sekali berbeda, di mana intan sangat keras dan tembus pandang. Sebaliknya grafit sifatnya lunak, hitam, dan tidak tembus pandang.

Meskipun baik intan maupun grafif terbentuk oleh atom dari unsur yang sama, yaitu karbon. Jika kedua zat tersebut dibakar, maka akan menghasilkan zat yang sama, yaitu karbondioksida (CO2)/

Kesimpulannya, secara umum dapat dinyatakan bahwa cara-cara atom berikatan akan menentukan sifat dari zat yang terbentuk.

Beberapa unsur logam seperti natrium, kalsium, tembaga, emas, dan besi berada yang berada dalam keadaan bebas atau tidak bersenyawa dengan unsur yang lain, tersusun atas partikel terkecil materi yang termasuk dalam kategori atom.

model susunan atom besi
Ilustrasi Model Susunan Atom Besi

Jadi, sepotong besi tersusun atas atom-atom besi yang memiliki pola atau struktur tertentu.

Sedangkan unsur-unsur non logam, dalam keadaan bebas atau tidak berikatan dengan unsur lain dapat tersusun atas atom-atom atau molekul-molekul.

Contohnya unsur-unsur dari golongan gas mulia seperti Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ag), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Rd).

Partikel Penyusun Atom

Partikel-partikel dasar penyusun sebuah atom terdrii atas proton, elektron, dan neutron. Proton merupakan partikel dasar penyusun atom yang bermuatan positif.

Baca Juga: Biografi Ernest Rutherford Penemu Proton

Sedangkan elektron ialah bagian penyusun atom yang memiliki muatan negatif. (Baca Juga: Biografi Joseph John Thomson, Penemu Elektron)

Di sisi lain, neutron merupakan partikel dasar penyusun atom yang sifatnya netral atau tidak bermuatan.

susunan atom netral
Ilustrasi Susunan Atom Netral

Sebuah benda dapat dikatakan bermuatan atom positif jika jumlah proton lebih besar dari jumlah elektron. Sebaliknya, sebuah benda akan bermuatan negatif jika jumlah elektron lebih besar dari jumlah proton.

Dengan demikian, sifat benda akan netral manakala jumlah proton dan elektron di dalam benda tersebut sama.

2. Partikel Molekul

Faktanya, banyak partikel terkecil dari suatu zat atau unsur materi yang terdapat di alam yang bukan merupakan atom dan bersifat tunggal.

Partikel terkecil yang bukan atom tersebut justru merupakan gabungan dari dua atau lebih atom unsur, baik dari unsur yang sama ataupun berbeda.

Partikel gabungan dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda tersebut kemudian terkenal dengan sebutan molekul.

Jika molekul berasal dari atom dengan unsur yang sama, maka molekul tersebut bernama molekul unsur. Sedangkan jika satu moleku tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda, maka disebut molekul senyawa.

Berbeda dengan unsur logam yang mana partikel-partikel terkecilnya tersusun dari atom, partikel terkecil dari unsur bukan logam dapat berupa atom ataupun molekul.

Misalnya unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) tersusun dari partikel-partikel terkecil kelompok atom. Sementara unsur-unsur golongan halogen (VIIA) tersusun dari molekul unsur.

Berikut penjelasan lengkap mengenai molekul unsur dan molekul senyawa.

a. Molekul Unsur

Pengertian molekul unsur adalah molekul yang tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang sama. Molekul oksigen (O2) adalah contoh termudah dari molekul unsur.

molekul oksigen
Ilustrasi Molekul Oksigen

Pada contoh gambar di atas, molekul gas oksigen tersusun atas dua buah unsur atom yang sama yaitu atom oksigen.

Sedangkan contoh molekul unsur lain misalnya molekul yang terbentuk oleh atom unsur hidrogen.

Kedua atom unsur hidrogen tersebut akan membentuk molekul unsur diatomik. Molekul unsur diatomik merupakan molekul yang tersusun atas dua buah atom. Rumus kimia untuk molekul unsur ini adalah H2.

Selain itu, unsur nitrogen juga tersusun atas molekul diatomik dengan rumus kimia H2.

Beberapa unsur logam juga mampu membentuk molekul poliatomik, yaitu molekul yang tersusun atas tiga atau lebih atom.

Contohnya Ozon (O3), adalah molekul yang tersusun atas tiga buah atom unsur oksigen. Di samping itu, belerang juga mampu membentuk molekul poliatomik dengan susunan 8 atm belerang (S8).

b. Molekul Senyawa

Pengertian molekul senyawa ialah molekul yang tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda. Sedangkan contoh molekul senyawa misalnya partikel yang terdapat pada zat air.

Air yang kita konsumsi di dalamnya mengandung partikel-partikel terkecil yang kemudian kita kenal dengan sebutan molekul air. Secara kimia, molekul air tersusun atas dua atom unsur hidrogen dan satu atom unsur oksigen dengan rumus kimia H2O.

Molekul air termasuk ke dalam kategori molekul senyawa karena molekul air tersusun atas atom-atom unsur yang berbeda.

Beberapa contoh molekul senyawa yang lain misalnya gas karbon monoksida (CO), gas karbon dioksida (CO2), garam dapur (NaCl), dan juga kalium hidroksida (Kl(OH)2).

3. Partikel Ion

Ion atau partikel ion merupakan atom atau molekul yang telah memperoleh atau sebaliknya kehilangan satu atau lebih elektron valensi. Sehingga ion menghasilkan muatan listrik positif atau negatif.

Dengan kata lain, ion terbentuk oleh ketidakseimbangan jumlah proton (partikel bermuatan positif) dan elektron (partikel bermuatan negatif) dalam spesi kimia.

Apabila terjadi jumlah elektron lebih sedikit daripada jumlah proton atau kehilangan elektron, maka ion tersebut bermuatan positif.

Sebaliknya, jika jumlah elektron lebih banyak daripada jumlah proton atau menerima elektron, maka ion tersebut bermuatan negatif.

Kilas Sejarah Penemuan Partikel Ion

Michael Faraday adalah ilmuwan yang pertama kali memperkenalkan istilah ion, sekira pada tahun 1834.

Jika merunut asal katanya, ion berasal dari bahasa Yunani ion atau ienai yang arti harafiahnya pergi.

Latar belakang penemuan ion berawal dari percobaan Michael Faraday yang menemukan spesi kimia yang bergerak dari satu elektroda ke elektroda lain dalam larutan berair.

Meskipun pada saat itu ia belum dapat mengidentifikasi partikel yang bergerak antar elektroda tersebut, akan tetapi Faraday mengetahui bahwa ketika logam larut ke dalam dan memasuki larutan pada satu elektroda, maka logam baru akan muncul dari larutan pada elektroda lainnya.

Zat baru tersebut akan bergerak melalui larutan dalam suatu arus, kemudian membawa materi dari satu tempat ke tempat yang lain. Partikel inilah yang selanjutnya kita kenal dengan sebutan ion.

Sedangkan untuk ion bermuatan negatif, Faraday menyebutnya dengan anion, sebaliknya untuk ion yang bermuatan positif disebut dengan kation.

Asal pemberian nama anion ialah ion tersebut bergerak atau tertarik ke arah anode. Demikian pula kation ialah ion yang tertarik ke arah katode.

Sifat dan Karakteristik Ion

Suatu zat yang mengalami proses ionisasi secara umum memiliki sifat dan perilaku yang berbeda daripada pada saat zat tersebut berada dalam keadaan netral.

Hasil ionisasi biasanya berupa zat yang bersifat isolator atau non-konduktor berubah menjadi konduktor dan mampu menghantarkan listrik ketika terionisasi.

Pada saat suatu atom atau molekul berubah menjadi ion, maka atom atau molekul tersebut menjadi sebuah zat yang sepenuhnya baru.

Demikian pula halnya dengan suatu materi yang berada dalam kondisi terionisasi akan menjadi lebih reaktif terhadap zat lain.

Atom atau molekul akan memiliki energi yang lebih tinggi pada saat terionisasi, sehingga cenderung akan bereaksi dengan zat lain di sekitarnya sehingga memicu terjadinya reaksi.

Terjadinya reaksi atau berikatan dengan zat lain maka muatan akan menjadi netral sehingga energi materi tersebut lebih rendah atau stabil.

Sedangkan senyawa ionik dapat berasal dari bahan logam maupun bahan non-logam. Sebagian di antaranya dapat larut dalam air, tetapi tidak semua yang larut dalam air bersifat ionik.

Hal ini disebabkan oleh karena molekul air yang dapat menembus kristal atau kisi kristal sehingga memecah atau melemahkan kekuatan elektrostatik yang kuat antara ikatan anion dan kation.

Pada saat ikatan tersebut terbuka maka senyawa ionik akan menjadi larut dalam air dalam keadaan terionisasi.

Di sisi lain, senyawa ionik tidak larut dalam pelarut organik seperti eter, n-hexane, alkohol, dan jenis pelarut organik lainnya.

Jenis-jenis Ion Beserta Contohnya

Secara umum terdapat dua kategori besar ion, yaitu anion dan kation. Berikut pembahasan jenis-jenis ion selengkapnya.

1. Anion

Anion merupakan ion yang bermuatan negatif. Ini dapat terbentuk karena suatu spesi menarik atau menangkap elektron dari spesi lain yang pada saat bersamaan kehilangan elektron.

Ion jenis anion biasa dinotasikan dengan tanda “-“ dalam ilmu kimia dengan diawali angka yang menunjukkan besar muatan.

Contoh: CI- merupakan simbol untuk anion klorin yang bermuatan negatif tunggal (-1). Sedangkan SO42- merupakan simbol anion sulfat bermuatan 2-.

2. Kation

Pengertian kation ialah jenis ion yang di dalamnya membawa muatan positif bersih. Kation memiliki muatan positif bersih karena jumlah proton dala spesies lebih besar daripada jumlah elektron.

Pada umumnya, kation terbentuk dari suatu spesi yang kehilangan satu atau lebih elektronnya.

Sedangkan rumus kimia untuk kation ditunjukkan dengan tanda “+” dengan di awali angka yang menunjukkan jumlah muatannya.

Sebagai contoh, H+ berarti atom hidrogen yang bermuatan 1+, sedangkan Ca2+ merupakan atom kalsium dengan muatan 2+.

Artikel Populer Lainnya:

Demikian penjelasan lengkap mengenai partikel penyusun materi: atom, molekul, dan ion. Semoga dapat menambah khasanah wawasan dan pengetahuan Anda.

Terima kasih.