Penjelasan Ragam Penokohan dalam Cerpen

ragam penokohan dalam cerpenBlogdope.com – Artikel ini akan membahas penjelasan ragam penokohan dalam cerpen yang tepat.

Dalam dunia kepenulisan, penokohan merupakan istilah lain dari perwatakan.

Adapun perwatakan itu sendiri merupakan bentuk pelukisan tokoh cerita dilihat dari sisi lahir maupun batin.

Ragam Penokohan dalam Cerpen

Penokohan dalam cerpen terbagi atas beberapa kategori. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Teknik Melukiskan Tokoh dalam Cerita

1. Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan

Tokoh yang diutamakan dalam suatu cerita disebut dengan tokoh utama.

Penggambaran tokoh utama ini merupakan tokoh cerita yang paling banyak diceritakan dan mengambil porsi terbesar dari fokus cerita, serta hadir pada sebagian besar kejadian dalam cerita.

Selain tokoh utama, juga terdapat karakter lain dalam cerita yang disebut dengan tokoh tambahan. Tokoh tambahan merupakan bentuk penokohan dalam cerpen yang memiliki frekuensi kemunculan dalam cerita relatif sedikit.

Penokohan tokoh tambahan dalam cerpen tidak memiliki peran yang signifikan terhadap keseluruhan jalan cerita.

Tokoh tambahan hanya akan dimunculkan manakala terdapat hubungan yang langsung maupun tidak langsung dengan tokoh utama.

2. Tokoh Antagonis dan Protagonis

Baik tokoh antagonis maupun protagonis, keduanya memiliki hubungan erat dalam sebuah cerpen. Keduanya merupakan bentuk perlawanan satu sama lain.

Penokohan dalam cerpen yang bersifat tokoh protagonis memiliki sifat-sifat yang baik dalam penggambaran cerpen.

Di sisi lain, tokoh antagonis merupakan penggambaran penokohan dalam cerpen yang memiliki kecenderungan sifat jahat dan berlawanan dengan tokoh protagonis.

Konflik yang timbul diantara tokoh protagonis dan antagonis baik berupa konflik psikis maupun fisik menjadi gambaran umum alur sebuah cerpen.

3. Tokoh Bulat dan Tokoh Sederhana

Penokohan dalam cerpen yang memiliki kecenderungan sifat yang datar dan monoton diistilahkan dengan tokoh sederhana.

Baca Juga:  Materi Asking and Giving Permissions Beserta Contoh Soal

Penggambaran tokoh sederhana dalam cerpen tidak jauh dari watak yang simpel, mudah dikenal dan dipahami karakternya, serta memiliki satu macam perwatakan.

Sedangkan tokoh bulat atau lebih dikenal dengan sebutan tokoh kompleks, merupakan kebalikan dari tokoh sederhana.

Dalam penokohan cerpen, tokoh bulat memiliki sifat lebih dari satu, watak dan jatidirinya beragam. Seringkali pula ditemukan sifat tokoh bulat yang saling bertentangan dan sukar diprediksi.

4. Tokoh Statis dan tokoh Berkembang

Bentuk penokohan dalam cerpen yang tidak mengalami perubahan dan juga perkembangan perwatakan disebut dengan tokoh tidak berkembang, atau dapat juga disebut dengan tokoh statis.

Ketiadaan perkembangan perwatakan yang terjadi pada tokoh statis diakibatkan oleh peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita atau cerpen.

Sebaliknya, tokoh berkembang ialah tokoh yang selama penggambaran cerpen mengalami perubahan perwatakan seiring dengan peristiwa atau plot cerita.

Perkembangan perwatakan tokoh berkembang terus terjadi mulai dari awal cerpen, pertengahan, hingga akhir cerpen.

5. Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral

Penokohan dalam cerpen berikutnya ialah tokoh netral dan tokoh tipikal.

Tokoh netral merupakan tokoh yang memiliki sifat individual dan ditunjukkan untuk mendukung penggambaran jalan cerita dalam cerpen.

Sedangkan tokoh tipikial merupakan tokoh yang memiliki porsi kecil dalam penampilan watak individunya dalam penggambaran cerita cerpen.

Seringkali ditemukan dalam alur cerpen, tokoh tipikal ditampilkan sebagai bagian dari sebuah pekerjaan atau suatu lembaga.

Demikian penjelasan ragam penokohan dalam cerpen. Sekiranya bermanfaat silahkan share dan berikan komentar yang bermanfaat.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *