Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Blogdope.comPerumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan indikator dan materi pembelajaran sebelum mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran.

Untuk dapat mengembangkan dan merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) guru dan/atau pendidik terlebih dahulu harus melakukan analisis terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD).

Dalam analisis tersebut juga harus diperhatikan pengintegrasian nilai-nilai karakter melalui kegiatan literasi dan pengembangan keterampilan 4CS.

indikator pencapaian kompetensi (IPK)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang dirumuskan oleh guru memuat kompetensi pengetahuan, dimensi proses kognitif, dan juga keterampilan abstrak dan konkret.

Dalam mengembangkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) seorang guru harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Menentukan proses berpikir untuk mencapai kompetensi minimal tiap Kompetensi Dasar (KD).
  2. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dirumuskan menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang bisa diukur.
  3. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dirumuskan dalam kalimat yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami.
  4. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) tidak menggunakan kata yang bermakna ganda (ambigu).
  5. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dirumuskan dengan hanya mengandung satu tindakan.
  6. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dirumuskan dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat, dan lingkungan/daerah.
BACA JUGA :   Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) secara umum dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci

Unsur-unsur yang harus terpenuhi agar indikator dapat digolongkan menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci adalah:

  1. Memenuhi kriteria UKRK (Urgensi, Keterkaitan, Relevansi, Keterpakaian).
  2. Menuntut kompetensi minimal yang terdapat dalam Kompetensi Dasar (KD).
  3. Mengarah pada sasaran untuk mengukur ketercapaian standar minimal tiap KD.
  4. Dinyatakan secara tertulis dalam pengembangan RPP, dan teraktualisasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pendukung

Aspek dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pendukung adalah:

  1. Memfasilitasi peserta didik untuk memahami indikator kunci.
  2. Disebut juga indikator prasyarat, yaitu mensyaratkan penguasaan kompetensi yang telah dipelajari sebelumnya oleh peserta didik terkait dengan indikator kunci.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pengayaan

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pengayaan memuat hal-hal sebagai berikut.

  1. Mempuyai tuntutan kompetensi di atas standar minimal tiap kompetensi dasar (KD).
  2. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pengayaan tidak harus selalu ada.
  3. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pengayaan dirumuskan bila peserta didik memiliki potensi yang lebih tinggi dari standar minimal kompetensi dasar (KD).
BACA JUGA :   Model Pembelajaran Discovery dan Inquiry Learning

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci adalah fokus utama guru dan/atau pendidik dalam melaksanakan penilaian.

Hal ini dikarenakan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci-lah yang menjadi tolok ukur ketercapaian kompetensi minimal peserta didik berdasarkan kompetensi dasar.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci merupakan indikator yang harus diujikan (dinilai) kepada peserta didik.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pendukung dan pengayaan dalam proses penilaian disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pemahaman peserta didik terhadap Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci.

Demikianlah artikel mengenai perumusan indikator pencapaian kompetensi (IPK). Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *