Prinsip Pembelajaran Abad 21

Blogdope.com – Prinsip Pembelajaran Abad 21

Insan yang cerdas dan berkarakter merupakan tujuan umum sistem pendidikan nasional di Indonesia, sebagaimana telah ditegaskan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Insan yang cerdas dan berkarakter memiliki makna memiliki keterampilan sikap, pengetahuan, dan juga keterampilan yang maksimal, seusai dengan tingkat perkembangan dan jenjang pendidikannya.

Setiap lulusan dari jenjang pendidikan diharapkan dapat memiliki kecakapan abad 21 yang akan menjadikan setiap insan Indonesia mampu bertahan hidup dan berkontribusi nyata secara memadai dalam tatanan perkembangan peradaban dunia.

Bentuk-bentuk kecakapan abad 21 diantaranya adalah:

  1. kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah
  2. kemampuan untuk berinovasi dan berkreasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi
  3. kemampuan literasi digital (mencakup literasi informasi, media, dan teknologi)
  4. fleksibilitas dan adaptabilitas
  5. produktivitas dan akuntabilitas
  6. kepemimpinan
  7. tanggungjawab

Tujuan-tujuan yang telah disebutkan di atas akan dapat tercapai dengan proses yang efektif dan efisien bilaman proses pembelajaran telah dirancang dan dilaksanakan dengan baik.

Proses pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut.

Pertama, proses pembelajaran dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan peserta didik. Misalnya kondisi awal peserta didik terkait pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Kedua, peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap melalui serangkaian kegiatan pembelajaran aktif, baik yang dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas.

Ketiga, bersama-sama dengan peserta didik, pendidik selama proses pembelajaran berlangsung melakukan pemantauan dan/atau pengecekan terhadap perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik.

Jika dari hasil kegiatan pemantauan terhadap kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik menunjukkan bahwa target kemajuan telah tercapai secara maksimal, maka proses pembelajarna dapat dilanjutkan tanpa harus melakukan perbaikan/penyesuaian.

Akan tetapi jika yang terjadi hal sebaliknya, maka pendidik perlu melakukan kegiatan perbaikan dan penyesuaian rancangan proses pembelajaran untuk memastikan ketercapaian kemajuan belajar yang maksimal pada setiap peserta didik.

Kegiatan seorang pendidik bersama-sama dengan peserta didiknya untuk melakukan pemantauan dan/atau mengecek kemajuan penguasaan kompetensi dengan diikuti oleh adanya usaha perbaikan dan/atau penyesuaian kegiatan pembelajaran biasa disebut dengan penilaian formatif (Formative Asessment). 

Penilaian formati atau formative asessment ini merupakan salah satu bentuk penilaian untuk pembelajaran (asessment for learning). (Baca Juga: Pengertian, Konsep, dan Pendekatan Penilaian)

Memperhatikan arti penting perolehan informasi dari hasil kegiatan pemantauan kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik melalui kegiatan penilaian formati, maka diharapkan setiap pendidik profesional untuk melakukan dan melaksankana penilaian formatif dengan baik.

Secara tidak sadar, sebenarnya pendidik telah melakukan kegiatan penilaian formatif. Meskipun hal ini dilakukan dengan terencana dan konsisten, serta menggunakan frekuensi dan kualitas yang memadai karena dilatarbelakangi oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan mengenai teknik penilaian formatif.

Bentuk penilaian yang biasa digunakan oleh pendidik adalah penilaian sumatif dengan tujuan untuk memperoleh hasil pengukuran pencapaian belajar peserta didik.

Hasil penilaian sumatif ini selanjutnya digunakan untuk dasar pengambilan keputusan terkait kelulusan peserta didik, naik atau tidak naik kelas, atau lanjut dan tidaknya ke kompetensi berikutnya.

Pengertian Pembelajaran Abad Ke-21

Dalam literatur ada beberapa pengertian mengenai pembelajaran abad ke-21.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran abad ke-21 adalah proses belajar mengajar yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan multi sumber yang menempatkan peserta didik berperan aktif dalam pemerolehan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) dan kecakapan abad ke-21 serta literasi.

10 Prinsip Utama Pembelajaran Abad 21

Sebagaimana dinyatakan oleh Hampson, Patton, dan Shanks dalam karyanya, 10 prinsip utama pembelajaran abad 21 meliputi hal-hal di bawah ini.

1. Pembelajaran dilaksanakan dengan fleksibel, tidak kaku dan dibatasi oleh waktu sebagaimana yang dirancang dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Bilamana terjadi kondisi peserta didik membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menguasai sebuah kompetensi, maka alokasi waktu bisa ditambah atau dikurangi.

2. Pelaksanaan kegiatan pembelajarna tidak terbatas harus dilaksanakna di dalam kelas, melainkan juga dapat menggunakan lingkungan di luar kelas, di rumah, atau lingkungan sekolah lainnya dan menggunakan beragam sumber belajar.

3. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan individual peserta didik, semisal: gaya belajar, minat, dan kecepatan belajarnya. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka pendidik perlu mendesain pembelajaran bagi peserta didik tertentu yang berbeda dibandingkan denga peserta didik yang lain.

4. Keterampilan literasi digital peserta didik harus dimanfaatkan dengan optimal selama pembelajaran dilangsungkan.

5. Kegiatan pembelajaran dilangsungkan menggunakan proyek yang riil.

6. Proses pembelajaran sebisa mungkin dapat mengembangkan keterampilan belajar, kemandirian belajar, dan kemampuan mengikuti perkembangan/perubahan serta memberdayakan peserta didik untuk menjadi ‘pendidik’ bagi temannya.

7. Pendidik terlibat dalam proses pembelajaran sebagai peserta didik sehingga benar-benar memahami proses pembelajaran.

8. Penilaian pembelajaran hanya mengukur apa yang ditargetkan untuk dicapai.

9. Pembelajaran melibatkan keluarga, tidak terbatas pada peserta didik.

10. Pembelajaran berpusat pada peserta didik, artinya keputusan mengenai tujuan, isi, dan proses pembelajaran didasarkan pada kebutuhan peserta didik.

Seturut prinsip-prinsip utama pembelajaran abad 21 di atas, dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 dinyatakan tentang penerapan prinsip pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, meliputi:

1. Pembelajaran berbasis pada peserta didik mencari tahu.

2. Pembelajaran berbasis pada aneka sumber belajar.

3. Pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah.

4. Pembelajaran berbasis kompetensi.

5. Pembelajaran terpadu.

6. Pembelajaran memungkinkan peserta didik menemukan jawaban benar yang berbeda-beda.

7. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif.

8. Pembelajaran meningkatkan hardskills dan softskill secara seimbang.

9. Pembelajaran mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.

10. Pembelajaran menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani).

11. Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah pendidik, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.

13. Pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

14. Pembelajaran memperhatikan perbedaan individual.

Demikian artikel mengenai Prinsip Pembelajaran Abad 21. Semoga Bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...