* Guru Wajib Tahu: Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen

Guru Wajib Tahu: Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka

Blogdope.com – Guru Wajib Tahu, Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen. Pembelajaran dan asesmen adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. Keduanya merupakan roh atau inti dari sebuah kurikulum pendidikan.  Termasuk di dalamnya adalah Kurikulum Merdeka.

Baik pendidik maupun peserta didik perlu memahami kompetensi yang dituju. Sehingga proses pembelajaran dapat diarahkan untuk mencapai kompetensi tersebut.

Keterkaitan Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen

prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen
Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka

Artikel Terkait: Rencana Asesmen dalam Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran atau Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Adapun uraian keterkaitan antara pembelajaran dan asesmen sebagai berikut.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan proses perencanaan asesmen dan perencanaan pembelajaran.

Dalam hal ini, pendidik merancang asesmen yang akan dilaksanakan di awal pembelajaran, asesmen saat pembelajaran, dan asesmen di akhir pembelajaran.

Perencanaan asesmen, utamanya asesmen di awal pembelajaran, sangat penting untuk dilakukan.

Karena dapat dipakai untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik. Sedangkan hasilnya berguna untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Kemudian, dalam perencanaan pembelajaran mencakup beberapa hal.

Diantaranya: tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran dalam rupa dokumen fleksibel, sederhana, serta kontekstual.

Alur penyusunan tujuan pembelajaran diambil dari capaian pembelajaran dengan mempertimbangkan kekhasan dan karakteristik satuan pendidikan.

Selain itu, pendidik juga harus memastikan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik.

Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang berkualitas bagi peserta didik.

Selain berkualitas, pembelajaran juga harus interaktif dan kontekstual.

Pendidik seyogyanya menerapkan prinsip pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik agar aktif berpartisipasi, dan memberikan ruang bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian.

Selama melaksanakan proses pembelajaran, pendidik dapat melaksanakan asesmen formatif.

Tujuan asesmen formatif ialah untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran yang telah tercapai oleh peserta didik.

Setelah pelaksanaan proses pembelajaran, tahap berikutnya berupa proses asesmen pembelajaran. Dengan asesmen pembelajaran diharapkan dapat mengukur aspek yang seharusnya. Sifatnya pun harus holistik.

Baca : Download Buku Saku Asesmen Diagnosis Kognitif Berkala

Bentuk-bentuk Asesmen Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Bentuk asesmen pembelajaran dapat berupa asesmen formatif maupun asesmen sumatif.

Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal pembelajaran maupun asesmen pada saat pembelajaran.

Bentuk asesmen awal pembelajaran bertujuan untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi.

Sehingga peserta didik dapat memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhannya.

Di sisi lain, asesmen formatif pada saat pembelajaran dapat menjadi dasar untuk melakukan refleksi terhadap keseluruhan proses belajar.

Refleksi terhadap keseluruhan proses belajar dapat menjadi acuan perencanaan pembelajaran dan melakukan revisi atau perbaikan bilamana perlu.

Jika peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran, maka pendidik meneruskan tujuan pembelajaran berikutnya.

Sebaliknya, jika tujuan pembelajaran belum tercapai, maka pendidik melakukan penguatan terhadap peserta didik terlebih dahulu.

Selanjutnya dilakukan asesmen sumatif untuk memastikan ketercapaian dan keseluruhan tujuan pembelajaran.

Tahapan-tahapan di atas terus berlangsung dalam bentuk siklus.

Dengan bantuan kolega atau rekan sejawat, kepala sekolah, ataupun pengawas sekolah, pendidik dapat melakukan refleksi.

Oleh karena itu, proses pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang bermuara untuk membantu keberhasilan peserta didik di dalam kelas.

Detail dan teknis pembelajaran dan asesmen tidak diatur oleh pemerintah.

Hanya prinsip pembelajaran dan asesmen yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memastikan proses pembelajaran dan asesmen berjalan dengan baik.

Diharapkan dengan prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen dapat memandu pendidik dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang bermakna.

Sehingga peserta didik menjadi lebih kreatif, mampu berpikir kritis, dan inovatif.

prinsip asesmen
Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen

Baca Juga : Prinsip Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaan Prinsip Pembelajaran

Beberapa prinsip pembelajaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai panduan bagi pendidik diantaranya sebagai berikut.

Prinsip Pembelajaran 1

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini. Selain itu juga melihat kebutuhan belajar peserta didik, dan mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam.

Contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran yang pertama ini dapat berupa kegiatan:

a. Pendidik mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya pada awal tahun ajaran. Misalnya melalui dialog, sesi diskusi kelompok kecil, pengisian survei atau angket. Dapat juga menggunakan metode lain yang dianggap paling sesuai.

b. Selanjutnya pendidik merancang atau memilih alur tujuan pembelajaran sesuai tahap perkembangan peserta didik. Pendidik juga dapat menggunakan / mengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar.

c. Kemudian pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini bertujuan agar peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman dengan emosi positif.

Prinsip Pembelajaran 2

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas pembelajar sepanjang hayat.

Adapun contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran yang kedua ini selengkapnya sebagai berikut.

a. Mendorong peserta didik agar melakukan refleksi yang bertujuan untuk memahami kekuatan diri dan area pengembangan diri.

b. Pendidik memberikan umpan balik langsung yang bertujuan untuk mendorong kemampuan peserta didik agar terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.

c. Menggunakan pertanyaan terbuka yang dapat menstimulasi pemikiran peserta didik secara mendalam.

d. Memotivasi peserta didik agar terlibat dan berpartisipasi aktif menuju pembelajar mandiri.

e. Ketersediaan ruang prakarsa, kreativitas, kemandirian bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

f. Pemberian tugas atau pekerjaan rumah untuk mendorong pembelajaran mandiri serta sebagai wahana eksplorasi ilmu pengetahaun dengan memperhatikan beban belajar peserta didik.

g. Merancang pembelajaran untuk mendorong peserta didik meningkatkan komeptensi yang dimiliki.

Prinsip Pembelajaran 3

Adapun prinsip pembelajaran yang ketiga adalah proses pembelajaran yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

Secara aktual, contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran ketiga ini misalnya:

a. Pendidik menggunakan beragam metdoe pembelajaran yang variatif. Hal ini bertujuan untuk mebantu peserta didik mengembangkan kompetensi. Misalnya belajar berbasis inkuiri, proyek, masalah, pembelajaran terdiferensiasi.

b. Merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif bagi peserta didik.

c. Pemberian umpan balik, baik apresiasi maupun koreksi, harus merujuk pada profil pelajar Pancasila.

Prinsip Pembelajaran 4

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik. Serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra pembelajaran.

Sedangkan contoh-contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran ini diantaranya:

a. Pembelajaran diselenggarakan sesuai kebutuhan dan terkait dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik.

b. Pendidik merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif.

c. Memberdayakan masyarakat sekitar, komunitas, organisasi. Atau dapat juga melibatkan ahli dari beragam profesi sebagai narasumber.

d. Pelibatan orang tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah. Juga saling memberikan umpan balik.

e. Jenjang PAUD pendidik menggunakan pendekatan multibahasa berbasis bahasa ibu. Terutama bagi peserta didik yang tumbuh dalam komunitas yang menggunakan bahasa lokal.

f. Pada jenjang SMK, terdapat pembelajaran melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di dunia kerja. selain itu pembelajaran diselenggarakan melalui praktik-praktik kerja bernuansa industri di sekolah.

Prinsip Pembelajaran 5

Selanjutnya prinsip pembelajaran kelima berupa pembelajaran yang berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Adapun contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran ini diantaranya sebagai berikut.

a. Upaya pendidik mengintegrasikan kehidupan keberlanjutan pada berbagai kegiatan pembelajaran.

b. Memotivasi peserta didik untuk menyadari bahwa masa depan milik mereka. Peserta didik juga perlu mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan.

c. Melibatkan peserta didik dalam mencari solusi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari sesuai tahapan belajarnya.

d. Memanfaatkan projek penguatan profsil pelajar Pancasila untuk membangun karakter dan kompetensi peserta didik.

Prinsip Asesmen dan Contoh Pelaksanaannya

prinsip asesmen dan contohnya
Prinsip Asesmen Pembelajaran dan Contohnya

Beberapa prinsip asesmen yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka selengkapnya sebagai berikut.

Prinsip Asesmen 1

Pada prinsipnya, asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran. Selain itu, asesmen juga bagian dari fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik.

Asesmen juga sebagai umpan balik bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar memiliki panduan penentuan strategi pembelajaran selanjutnya.

Sedangkan contoh prinsip asesmen pertama ini diantaranya:

a. Penguatan asesmen di awal pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai kesiapan peserta didik.

b. Perencanaan pembelajaran dengan merujuk tujuan yang hendak dicapai dan pemberian umpan balik.

c. Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimat dukungan untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh.

d. Pelibatan peserta didik dalam melakukan asesmen. Dapat dilakukan melalui penilaian diri, penilaian antarteman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman.

e. Pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk merefleksi kemampuan mereka, serta cara meningkatkan kemampuan tersebut berdasarkan hasil asesmen.

f. Perancangan asesmen untuk mendorong peserta didik meningkatkan kompetensinya. Asesmen dirancang dengan tingkat kesulitan yang tepat dan umpan balik yang membangun.

g. Pada jenjang PAUD, selain pemantauan aspek perkembangan yang ada pada capaian pembelajaran. Melainkan tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Prinsip Asesmen 2

Selanjutnya, asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut. Pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif.

Berikut disajikan contoh-contoh pelaksanaan prinsip asesmen.

a. Memikirkan tujuan pembelajaran pada saat perencanaan asesmen. Selain itu, pemberian kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awal pembelajaran.

b. Penggunaan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Sedangkan hasil asesmen formatif berguna sebagai umpan balik pembelajaran. Di sisi lain, asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar.

Prinsip Asesmen 3

Perancangan asesmen dilakukan secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya. Karena asesmen dipakai untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan sebagai dasar penyusunan program belajar selanjutnya.

Contoh pelaksanaan prinsip asesmen ini sebagai berikut.

a. Penyediaan waktu dan durasi asesmen yang cukup agar menjadi sebuah proses pembelajaran. Bukan hanya untuk kepentingan menguji.

b. Menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya kepada peserta didik. Sehingga peserta didik memahami ekspektasi yang akan dicapai.

c. Berkolaborasi dalam merancang asesmen, sehingga dapat menggunakan kriteria yang serupa dan sesuai tujuan asesmen.

d. Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.

Prinsip Asesmen 4

Prinsip asesmen berikutnya adalah laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik yang sederhana dan informatif.

Laporan kemajuan belajar dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjutnya.

Contoh prinsip asesmen :

a. penyusunan laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi yang paling penting untuk dipahami peserta didik dan orang tua.

b. Pemberian umpan balik secara berkala pada peserta didik dan mendiskusikannya bersama orang tua.

Prinsip Asesmen 5

Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan juga orang tua/wali. Selanjutnya bermanfaat sebagai bahan refleksi untuk peningkatan mutu pembelajaran.

Adapun contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran ini diantaranya:

a. Pendidik menyediakan waktu untuk membaca, menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen.

b. Menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi. Sekaligus menentukan hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu perbaikan. Hasil asesmen digunakan oleh satuan pendidikan sebagia refleksi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua.

c. Pemberian umpan balik secara berkala kepada peserta didik. Tindak lanjut didiskusikan bersama-sama antara pendidik dan orang tua.

Artikel Terkait:

Nah, demikianlah uraian prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Admin berharap semoga paparan prinsip pembelajaran dan asesmen serta contoh pelaksanaannya dapat menambah pengetahuan dan wawasan Anda.

Pastikan Anda sudah subscribe email ke blogdope.com untuk memperoleh informasi dan pembaruan artikel yang pastinya bermanfaat.

Terima kasih.

Leave a Reply