Prinsip Penilaian Karakter dan Pelaksanaannya

Prinsip Penilaian Karakter dan Pelaksanaannya

Pengertian Karakter

prinsip penilaian karakter

Homiak (2007) menyatakan bahwa karakter adalah pola perilaku yang bersifat individual mengenai keadaan moral seseorang, sehingga secara umum karakter dapat diartikan sebagai suatu kualitas moral dan perilaku pribadi seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain.

Pendapat lain dikemukakan oleh Ryan dan Bohlin (2000) yang memandang karakter sebagai kebiasaan atau kecenderungan seseorang ketika memberi respon perilaku terhadap keinginan, tantangan, dan kesempatan yang dihadapi.

Demikian pula yang dinyatakan oleh Corley dan Philip (dalam Samami, 2017) yang menyatakan bahwa karakter sebagai sikap, kebiasaan, dan seseorang yang memungkinkan dan memudahkan tindakan moral.

Sedangkan Lickona (2005) menyatakan bahwa karakter yang baik terbentuk dari pengetahuan tentang kebaikan, keinginan terhadap kebaikan, dan berbuat kebaikan. Untuk mencapainya diperlukan pembiasan dalam pemikiran, pembiasaan dalam hati, dan pembiasaan dalam tindakan. Proses pembiasaan dapat dilakukan sejak masa anak-anak hingga dewasa.

Dari beragam pendapat di atas, dapat ditarik simpulan bahwa karakter dimaknai sebagai kecenderungan respon seseorang baik berupa sikap maupun perilaku terhadap suatu kondisi yang dihadapi dan berkaitan dengan kualitas moral seseorang serta dipengaruhi oleh lingkungan.

Untuk membangun karakter yang baik diperlukan pembiasaan sejak masa anak-anak hingga dewasa dalam aspek pemikiran, hati, dan perilaku.

Baca Juga:

Prinsip Penilaian Karakter

Prinsip penilaian karakter mencakup hal-hal sebagai berikut.

  1. Terintegrasi. Penilaian karakter dilaksanakan secara terintegrasi dengan aktivitas belajar yang dilakukan oleh peserta didik sehari-hari, baik dalam proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.
  2. Penilaian karakter dilakukan untuk keberhasilan proses pembelajaran, penilaian sebagai dan untuk pembelajaran (assessment as learning and for learning).
  3. Bersifat multidata, dalam pelaksanaannya menggunakan banyak cara untuk mendeskripsikan karakter peserta didik serta berbagai sumber informasi baik primer maupun sekunder.
  4. Lintas mata pelajaran, memandang karakter peserta didik sebagai kesatuan utuh pengalaman belajar lintas mata pelajaran.
  5. Edukatif, memiliki fungsi mendiidk, membina, mengembangkan karakter positif peserta didik, dan tidak bersifat menghukum.
  6. Bersistem dan terpadu dengan program sekolah serta dalam pelaksanaannya melibatkan semua unsur yang terdapat dalam satuan pendidikan.
  7. Dilaksanakan secara berkesinambungan dan merupakan hasil belajar yang terus dikembangkan.
Baca Juga:  Kisi-kisi Asesmen Pembelajaran Awal Bahasa Indonesia Kelas IV SD

Komponen Karakter, Nilai Utama, dan Indikator Perilaku

Sebelum melaksanakan penilaian karakter peserta didik, perlu ditentukan terlebih dahulu karakter apa saja yang akan dibangun dan aspek atau nilai apa yang sesuai untuk mewakili karakter tersebut.

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, bahwa terdapat lima nilai karakter utama sebagai kristalisasi dari 18 nilai karakter yang disarikan dari nilai-nilai Pancasila. Kelima nilai karakter utama tersebut meliputi:

  1. Religius, mencerminkan keberimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Nasionalis, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  3. Mandiri, tidak bergantung kepada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita.
  4. Gotong royong, mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama.
  5. Integritas, upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

Adapun identifikasi aspek atau nilai dari masing-masing karakter diuraikan sebagai berikut.

Identifikasi Nilai Karakter

Baca Juga:

Aspek atau nilai dari masing-masing karakter sebagaimana dicantumkan dalam tabel di atas masih berupa konsep yang belum bersifat operasional. Untuk dapat menjadikan setiap nilai masing-masing karakter bersifat operasional, dibutuhkan indikator perilaku dari setiap aspek atau nilai tersebut.

Pada tabel di bawah ini akan disajikan beberapa contoh perilaku untuk aspek atau nilai karakter dan dikelompokkan sesuai dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK.

Pengelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan dilakukan mengingat pertimbangan perbedaan tahapan perkembangan peserta didik pada setiap jenjang pendidikan yang memungkinkan terjadinya perbedaan perilaku atau konteks tertentu.

Dari tabel di atas apabila dibuat ringkasan komponen penilaian karakter peserta didik dapat diamati dalam tabel berikut.

Pelaksanaan Penilaian Karakter

Secara umum, perkembangan karakter peserta didik dapat dilihat dari perilaku yang diwujudkan dalam bentuk ucapan, cara berpikir, dan perbuatan peserta didik. penilaian karakter secara umum melalui ketiga aspek tersebut diamati melalui kegiatan-kegiatan berupa:

  1. Ucapan, penilaian karakter dilakukan setiap kali peserta didik menggunakan kata-kata dan kalimat (baik lisan maupun tertulis) yang mencerminkan aspek atau sikap tertentu.
  2. Cara berpikir, penilaian terhadap cara berpikir peserta didik dapat diamati manakala peserta didik berbicara dalam komunikasi biasa, dalam menjawab pertanyaan, atau ketika menulis jawaban atas suatu pertanyaan.
  3. Perbuatan, diamati ketika peserta didik berbicara (miik), gerakan ketika melakukan sesuatu, dan dalam tindakan ketika berkomunikasi atau bekerja sama dengan teman dan unsur lain dalam satuan pendidikan.
Baca Juga:  Pendidikan Berkualitas Kunci Generasi Emas

Kaitannya dengan hal tersebut, pendidik perlu memberikan respon secara langsung terhadap setiap perilaku peserta didik yang dirasa menonjol, melakukan koreksi atas perilaku peserta didik yang tidak pantas secara individual, penghargaan dan pujian terhadap perilaku peserta didik yang baik dan prestasi yang berhasil dicapai oleh peserta didik,

Catatan setiap peserta didik seyogyanya dimiliki oleh guru dan/atau wali kelas sebagai rekaman perkembangan karakter peserta didik.

Catatan tersebut memuat informasi perilaku yang nampak menonjol dari setiap individu peserta didik, baik yang bersifat positif maupun negatif. Informasi yang diperoleh dapat berasal dari hasil observasi yang dilakukan oleh guru, laporan pendidik lain, dan dari sumber-sumber yang lain.

Selanjutnya pendidik dapat melakukan kajian dan melihat perkembangan perilaku peserta didik sehingga usaha untuk membina atau mengarahkan peserta didik dapat dilakukan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Agar dapat digunakan secara optimal dalam menyelenggarakan pelayanan pendidikan, maka catatan atau rekaman perkembangan karakter peserta didik juga dapat diintegrasikan ke dalam sistem administrasi sekolah atau dalam bentuk aplikasi daring sehingga dapat diakses oleh kepala sekolah, guru BK, atau pihak-pihak lain yang relevan.

Pelaporan Penilaian Karakter

Pelaporan hasil penilaian karakter dari pendidik kepada orang tua dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait perkembangan peserta didik dalam nilai-nilai karakter yang menjadi fokus sekolah dan capaian nilai karakter secara umum.

Laporan hasil penilaian karakter dapat diwujudkan dalam rupa tabel yang di dalamnya memuat informasi mengenai nilai-nilai karakter yang dibangun, bentuk-bentuk perilaku yang diamati, dan capaian peserta didik.

Dalam laporan penilaian karakter tersebut dapat juga ditambahkan catatan penjelasan atau elaborasi dari karakter yang dinilai dan keterangan mengenai capaian atau perkembangan khusus peserta didik di luar karakter yang menjadi fokus sekolah.

Pengakuan atas capaian atau prestasi peserta didik yang dicantumkan dalam laporan hasil penilaian karakter dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi peserta didik untuk berusaha berprestasi lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Baca Juga:  Penerapan Pendekatan Saintifik 5M dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013

Contoh Format Pelaporan Penilaian Karakter

Contoh format pelaporan penilaian karakter untuk jenjang SD dapat dilihat pada gambar berikut.

Catatan:

Cahaya sudah bersikap jujur dengan berani mengakui kesalahan yang telah diperbuat kepada temannya, meskipun masih tampak malu-malu dan perlu diantar pendidik untuk meminta maaf. Ananda Cahaya juga tidak segan untuk menegur temannya yang ketahuan mencontek tugas yang sedang dikerjakannya. Perilaku ini perlu terus dilatih dan dibina agar menjadi perilaku yang membudaya untuk Cahaya.

Dalam menyelesaikan tugas dari pendidik, Cahaya memerlukan sedikit bantuan dan dorongan dari orang lain.Untuk bertanya atau mencari informasi dari berbagai sumber terkait materi pelajaran masih memerlukan bimbingan. Cahaya dapat menjadi teman belajar yang baik bagi peserta didik yang lain. Dia menunjukkan perhatian yang baik terhadap semua pelajaran yang diberikan pendidik.

Pada tahun pelajaran 2018/2019 Cahaya berhasil meraih juara pertama pada lomba tari tradisional tingkat Kota Semarang dan memperoleh medali emas pada lomba berenang tingkat usia 10 – 12 tahun antarsekolah di Kota Semarang. Dalam bergaul dengan teman-temannya di luar sekolah Cahaya masih memerlukan pengawasan yang lebih ketat agar terbebas dari pengaruh buruk.

Simpulan dari keseluruhan paparan di atas dapat dinyatakan bahwa karakter peserta didik perlu terus dikembangkan dan dikuatkan.

Usaha untuk mengembangkan dan menguatkan karakter peserta didik membutuhkan sinergitas dan pelibatan setiap unsur dalam satuan pendidikan serta warga sekolah.

Tujuan penilaian karakter yang utama sekali lagi bukanlah untuk memberikan nilai, melainkan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan karakter peserta didik dalam rangka pengembangan atau penguatan karakter pada diri peserta didik.

Baca Juga:

Demikian artikel terkait Penilaian Karakter Peserta Didik. Sekiranya artikel ini bermanfaat, silahkan share atau bagikan.

Tuliskan juga komentar, saran, maupun kritik membangun demi tertingkatnya kualitas blog ini di masa-masa yang akan datang.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *