Ringkasan 8 Materi PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia 2021

Blogdope.com – Para calon peserta tes seleksi PPPK tahun 2021 perlu mempelajari ringkasan materi tes PPPK kompetensi profesional Bahasa Indonesia untuk memperbesar peluang lolos seleksi PPPK formasi tahun 2021. Paparan berikut berisi rangkuman materi tes PPPK kompetensi profesional Bahasa Indonesia bagian 8.

Rangkuman Materi Tes PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia bagian 8 ini tersusun berdasarkan indikator esensial yang terbit 2019. Adapun indikator esensial untuk tes tahun 2021 tidak jauh berbeda dari tahun 2019.

Pada kesempatan kali ini akan disajikan rangkuman materi tes PPPK kompetensi profesional Bahasa Indonesia. Jadi, dalam ringkasan materi ini khusus membahas tentang materi  bahasa Indonesia.

ringkasan materi tes pppk kompetensi profesional bahasa indonesia
tes pppk kompetensi profesional

Artikel Populer Lainnya:

1. Ingin Lolos PPPK? Baca Ringkasan Materi Tes PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 1

2. Baca Dulu Ringkasan Materi Tes PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 2

3. Raih Skor Tertinggi Seleksi PPPK Tahun 2021 dengan Belajar Ringkasan Materi Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 3!

Rangkuman Materi Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia SMP 2021 Bagian 8

Ringkasan atau rangkuman adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang ke dalam bentuk yang lebih singkat dan efektif dengan tetap mempertahankan urutan isi serta sudut pandang pengarang asli.

Dalam proses penulisannya tentu dengan berhati-hati, karena ringkasan tidak boleh campur aduk dengan opini atau pun komentar dari si pembuat ringkasan.

Ringkasan juga memiliki perbedaan mendasar dengan ikhtisar, meskipun kedua istilah tersebut sering dan seakan-akan memiliki arti yang sama, kenyataannya jelas berbeda.

Adapun pengertian kompetensi profesional adalah kecakapan, kemampuan, pengetahuan dan keterampilan oleh seorang pendidik, pengajar, pembimbing peserta didik dalam proses belajar mengajar.

Sehingga kompetensi profesional itu merupakan kemampuan seorang guru dalam mengelola proses belajar mengajar.

Kemampuan mengelola pembelajaran didukung oleh pengelolaan kelas, penguasaan materi belajar, strategi mengajar dan penggunaan media belajar.

Berikut ini rangkuman materi tes PPPK kompetensi profesional bahasa Indonesia yang terdiri atas makna denotasi, konotasi, simpulan, ide pokok, kalimat utama, dan ringkasan teks.

Selain itu, kalimat pro kontra, kalimat yang mengungkap keunggulan dan kelemahan buku, latar kutipan cerpen, bukti watak, dan cara pengarang menggambarkan tokoh.

Tes Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia

Ringkasan 8 materi PPPK kompetensi profesional bahasa Indonesia ini tentang keterampilan berbicara dan menulis.

Artikel Populer Lainnya:

1. Ingin Lolos PPPK? Baca Ringkasan Materi Tes PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 4

2. Baca Dulu Ringkasan Materi Tes PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 5

A. Keterampilan Berbicara

Berbicara merupakan proses mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman dengan alat ucap, sehingga memahami apa yang kita lisankan.

Kegiatan berbicara bagi seseorang bermanfaat untuk mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan kepada orang lain.

Persiapan-persiapan yang perlu dilakukan oleh seseorang sebelum berbicara adalah sebagai berikut:
  • menganalisa tujuan,
  • menemukan kata kunci,
  • memahami suasana teks,
  • penggunaan bahasa tubuh,
  • pemilihan metode
Faktor yang harus diperhatikan

Dua faktor yang harus diperhatikan yaitu :faktor kebahasaan dan teknis pelaksanaan penyampaian materi  atau non kebahasaan.

Faktor Kebahasaan

Faktor kebahasaan tersebut antara lain adalah:

  • ketepatan ucapan (tata bunyi),
  • penempatan tekanan, nada, dan durasi yang sesuai,
  • pilihan kata (diksi),
  • kalimat efektif.
Faktor teknis pelaksanaan penyampaian materi .

(1) sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku,

(2) kontak mata atau pandangan harus mengarah kepada audien atau khalayak pendengar,

(3) gerak-gerik dan mimik yang tepat,

(4) kenyaringan suara,

(5) kelancaran,

(6) relevansi atau penalaran.

Strategi berbicara

Sementara itu, pemilihan strategi oleh pembicara adalah:

1) impromptu (spontan),

2) hafalan,

3) naskah,

4) ekstemporan (tanpa teks).

Ragam Keterampilan berbicara

Ragam keterampilan berbicara terbagi menjadi dua jenis yaitu berbicara retorik dan dialektik.

Berbicara retorika terdiri dari pidato, ceramah, bercerita, dan deklamasi.   Sementara   itu,  berbicara   dialektika meliputi diskusi, seminar, wawancara, debat. Efektivitas berbicara retorika dan dialektika tergantung juga pada teknik bicara. Teknik bicara merupakan syarat bagi retorika.

Oleh karena itu, pembinaan teknik bicara merupakan bagian yang penting dalam retorika.

Dalam bagian ini perhatian lebih mengarah pada pembinaan teknik bernafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan bercerita.

Penjelasan lengkap mengenai keterampilan berbicara terdapat pada video pembelajaran sebagai berikut.

Artikel Populer Lainnya:

1. Ingin Lolos PPPK? Baca Ringkasan Materi Tes PPPK Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 6

2. Raih Skor Tertinggi Seleksi PPPK Tahun 2021 dengan Belajar Ringkasan Materi Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 7!

Metode Pembelajaran Berbicara

Metode  pembelajaran  merupakan  cara  yang  dipergunakan  guru  Ketika mengadakan hubungan dengan peserta didik saat berlangsungnya pembelajaran.

Peranan metode pembelajaran keterampilan berbicara sangat penting  untuk mendukung kesuksesan pembelajaran di sekolah.

Beberapa metode dan media yang ditawarkan untuk dapat diimplementasikan dalam pendekatan saintifik, metode two stay two stray, bermain peran, dan media kartu bergambar.

Artikel Pengertian Media Pembelajaran dan Jenis-jenisnya membahas secara lengkap mengenai model dan metode pembelajaran.

Penilaian keterampilan berbicara

Keterampilan berbicara melalui penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk menilai sikap siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penilaian hasil berdasarkan unjuk kerja siswa ketika menyajikan kompetensi berbicara sesuai kurikulum atau mempresentasikan secara individual.

Aspek penilaian untuk menilai keterampilan berbicara meliputi aspek isi, penguasaan diksi, tuturan kalimat, artikulasi, kelancaran, gestur dan mimik. (Baca juga: Pengertian Penilaian Hasil Belajar dan Mekanismenya)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Berbicara

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP merupakan pengembangan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

Penyusunan RPP oleh guru disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan kondisi lingkungan dan budaya di sekolah masing- masing.

Guru saat penyusunan RPP hendaknya memperhatikan delapan prinsip dan kelengkapan komponen dalam RPP.

Langkah utama yang harus dilakukan adalah menentukan kompetensi   dasar   sesuai   dengan   Kurikulum 2013 kemudian mengembangkannya menjadi indikator-indikator dan tujuan pembelajaran.

B. Keterampilan Menulis

Menulis adalah mengungkapkan pikiran, masalah, gagasan, dan argumen ke dalam bahasa tulis berupa susunan kalimat dan paragraf yang utuh.

Selama proses menulis, penulis perlu serangkaian aktivitas yang melibatkan beberapa fase.

Fase- fase tersebut yaitu prapenulisan (persiapan), penulisan (pengembangan isi karangan) dan pasca penulisan (revisi atau editing).

Video di bawah ini memaparkan secara lebih gamblang terkait keterampilan menulis.

Baca Juga:  Raih Skor Tertinggi Seleksi PPPK Tahun 2021 dengan Belajar Ringkasan Materi Kompetensi Profesional Bahasa Indonesia Bagian 9!

Ragam Tulisan

Ragam tulisan secara umum terbagi menjadi dua jenis yaitu ragam ilmiah dan faktual.

Karya tulis ilmiah merupakan karangan yang ditulis dengan mengikuti kaidah-kaidah keilmiahan baik dari segi isi, bahasa dan sistematikanya.

Karya ilmiah terdiri atas esai, artikel, makalah, proposal, dan laporan penelitian. Untuk karya tulis faktual merupakan sebuah proses komunikasi atau pemberian ide, gagasan, dan pikiran dalam bentuk bahasa tulis berdasarkan fakta.

Contoh karya tulis faktual di antaranya teks deskripsi, narasi, eksposisi, eksplanasi, dan prosedur.

Pendekatan proses Menulis

Pendekatan proses menulis melalui beberapa fase. Fase-fase tersebut yaitu prapenulisan (persiapan), penulisan (pengembangan isi karangan) dan pascapenulisan (telaah dan revisi atau editing).

Pertama, pramenulis adalah tahap persiapan yaitu (1) memilih topik, (2) mempertimbangkan tujuan, bentuk, dan pembaca, serta (3) mengidentifikasi dan menyusun ide-ide. Penulis menuangkan butir demi butir ide-idenya ke dalam tulisan.

Kedua, menulis yakni menuangkan ide dan gagasan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek teknis menulis seperti struktur, ejaan, dan tanda baca.

Ketiga, Pascapenulisan merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan tulisan kasar yang meliputi kegiatan  penyuntingan  dan  merevisi.

Penyuntingan  adalah  pemeriksaan  dan perbaikan unsur mekanik karangan seperti ejaan, pungtuasi, diksi, pengkalimatan, pengalineaan, gaya bahasa, dan konvensi penulisan lainnya. Adapun revisi lebih mengarah perbaikan dan pemeriksaan subtansi isi tulisan.

Sumber Ide

Sumber ide untuk menulis sebenarnya dapat didapat dari mana saja. Berbagai macam sumber masalah/ide yang ada di sekitar lingkungan kita dapat menjadi tulisan.

Cara mudah untuk memperoleh ide dapat dilakukan melalui membaca di perpustakaan, internet, kejadian sehari-hari, seminar, diskusi, wawancara dan pengalaman pribadi.

Model Pembelajaran Menulis

Pembelajaran  bahasa  Indonesia  dalam  Kurikulum  2013  berdasarkan pendekatan genre teks. Artinya, pembelajaran dalam Kurikulum 2013 memuat Kompetensi Dasar (KD) yang didalamnya berorientasi pada teks sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Faktor lain untuk tercapainya pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan  kurikulum  2013  adalah  kemampuan  guru  dalam  memilih  model pembelajaran yang tepat.

Model-model  pembelajaran  yang  dapat  diterapkan  guru  dalam pembelajaran menulis ada berbagai macam jenis.

Model pembelajaran yang direkomendasikan kemendikbud di dalam Kurikulum 2013 seperti

  1. Discovery Learning/Inquiry.
  2. Pembelajaran Berbasis Masalah, dan
  3. Pembelajaran Berbasis Proyek
  4. strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC),
  5. Student Team Achievement Division (STAD),
  6. Think Pair and Share (TPS).

Baca Juga: Ketahui dan Pahami! Inilah Model dan Metode Pembelajaran yang Efektif.

Keseluruhan model dan strategi menulis di atas, masing-masing mempunyai karakteristik atau kekhasan.

Oleh karena itu, dalam penerapannya guru dapat menyesuaikan dengan tujuan dan kondisi perkembangan peserta didik di sekolah masing-masing.

Demikian ringkasan 8 materi PPPK kompetensi profesional bahasa Indonesia 2021. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: