* Rumus Listrik Statis dan Listrik Dinamis serta Contoh Soalnya yang Tepat

Bagaimanakah Rumus Listrik Statis dan Listrik Dinamis dan Contoh Soal yang Tepat?

Blogdope.comBagaimanakah Rumus Listrik Statis dan Listrik Dinamis serta Contoh Soal yang Tepat. Pernahkah Anda mendengar istilah listrik statis dan listrik dinamis? Jika menilik dari sifatnya, maka pengertian sederhana listrik statis adalah listrik yang diam. Sedangkan listrik dinamis adalah listrik yang mengalir atau bergerak.

Akan tetapi apakah benar sesederhana itu pengertian listrik statis dan listrik dinamis?

Paparan berikut ini akan menjelaskan lebih mendetail pengertian listrik statis dan listrik dinamis.

Baca : Rumus Gaya Listrik dan Gaya Gerak Listrik Dilengkapi Contoh Soal

Pengertian Listrik Statis dan Listrik Dinamis

rumus listrik statis dan listrik dinamis
Rumus Listrik Statis dan Listrik Dinamis serta Contoh Soalnya

1. Pengertian Listrik Statis

Listrik statis adalah sekumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang bersifat tetap (statis). Sederhananya kita menyebut listrik statis dengan listrik diam.

Muatan listrik statis akan tetap ada sampai benda yang bermuatan tersebut kehilangan arus.

Dalam listrik statis muatan bisa positif, atau sebaliknya juga bisa negatif.

Muatan yang terdapat dalam listrik statis terbentuk dari atom. Sedangkan atom itu sendiri memiliki dua buah inti, yaitu proton (positif) dan elektron (negatif).

2. Pengertian Listrik Dinamis

Arti listrik dinamis adalah muatan listrik yang mengalir atau dapat bergerak. Pengertian listrik dinamis secara lengkap adalah gejala listrik yang disebabkan oleh bergeraknya muatan listrik.

Listrik dinamis selalu bergerak dari suatu posisi di mana muatan elektronnya tinggi menunju posisi elektron rendah. Sehingga tercapai sebuah kondisi yang setimbang atau habis daya.

Kita ambil contoh pada sebuah alat penyimpan daya sederhana. Batere misalnya.

Muatan listrik yang ada di dalam batu batere adalah listrik statis. Mengapa demikian? Karena muatan tersebut tidak bergerak sampai batu batere digunakan dalam suatu alat listrik.

Nah, bila batere tersebut dihubungkan dan terdapat aliran listrik atau pergerakan muatan listrik, maka proses itulah yang kita namakan listrik dinamis.

Baca Juga: Proton, Elektron, dan Neutron: 3 Partikel Dasar Penyusun Atom

Contoh Terapan Listrik Statis dan Dinamis dalam Kehidupan

Mungkin secara tidak sengaja kita pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri kondisi listrik statis dan listrik dinamis.

Berikut admin berikan beberapa contoh terapan listrik statis dan listrik dinamis dalam kehidupan.

1. Listrik Statis pada Mistar/Penggaris

Ini merupakan contoh paling sederhana. Kalau kita menggosok mistar plastik pada rambut kemudian mendekatkannya pada potongan-potongan kertas kecil. Apa yang kemudian terjadi?

Ya, benar sekali. Potongan-potongan kertas kecil tersebut akan menempel pada mistar atau penggaris dalam rentang waktu tertentu.

Peristiwa ini dikarenakan adanya muatan listrik yang menyebabkan kertas yang juga bermuatan listrik tertarik pada mistar tersebut.

2. Listrik Statis pada Powerbank

Anda tahu sebuah alat yang bernama powerbank?

Powerbank adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengisi daya batre handphone saat keadaan mendesak.

Alat ini merupakan contoh nyata penerapan listrik dinamis.

Saat powerbank digunakan untuk mengisi batre HP maka terjadilah listrik dinamis.

Mengapa demikian?

Karena pada pengisian daya, listrik akan mengalir dari powerbank menuju ke HP. Sehingga pada suatu saat tertentu daya listrik yang terdapat pada powerbank habis.

Perbedaan dan Persamaan Listrik Statis dan Dinamis

1. Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Baik listrik statis maupun listrik dinamis, keduanya memiliki karakteristik masing-masing. Karakteristik inilah yang nantinya menjadi pembeda maupun penyama antara keduanya.

Berikut ini adalah perbedaan listrik statis dan listrik dinamis.

a. Listrik statis tidak mengalami pergerakan muatan listrik, sedangkan listrik dinamis sebaliknya. Terjadinya pergerakan muatan listrik atau yang kita sebut dengan arus listrik.

b. Dilihat dari awalnya, listrik statis terjadi karena gesekan dua buah benda. Sementara itu listrik statis bermula dari adanya perbedaan muatan listrik dan adanya arus listrik searah maupun bolak-balik.

c. Listrik dinamis lebih mudah diukur daripada listrik statis. Pada listrik dinamis kita dapat dengan mudah mengukur berapa kuat arus, tegangan, hambatan, maupun daya listrik pada suatu rangkaian. Sebaliknya pada listrik statis menjadi lebih sulit diukur.

2. Persamaan Listrik Statis dan Dinamis

Selain perbedaan, listrik statis dan listrik dinamis juga memiliki persamaan. Apa sajakah persamaan antara listrik statis dan listrik dinamis?

a. Listrik statis dan listrik dinamis keduanya memiliki daya magnet yang saling tarik menarik.

b. Baik listrik statis maupun listrik dinamis keduanya memiliki inti atom (proton dan elektron).

c. Keduanya membutuhkan dua buah material yang saling berhubungan satu dengan yang lain sebagai perantara aliran listrik.

Artikel Penting: Biografi John Dalton Penemu dan Pencetus Teori Atom Modern

Rumus Listrik Statis dan Dinamis

1. Rumus Listrik Statis

Terdapat 4 (empat) rumus berbeda untuk menghitung listrik statis. Selengkapnya sebagai berikut.

  • Gaya Coloumb

F = k Q q / R2 = q E

  • Potensial Listrik

V = k Q / R = E R

  • Kuat Medan Listrik

E = k Q / R2 F / q

  • Energi Potensial Listrik

Ep = k Q q /R = q V

Keterangan :

F = Gaya Coloumb (Dinyatakan dalam satuan Newton/N )

Q = Besar muatan 1 (Coulomb/C)

q =Besar muatan 2 (Coulomb/C)

R = Jarak muatan (meter)

E = Medan magnet (Tesla/B)

V = Tegangan (Volt)

Ep = Energi potensial Listrik (Joule/J)

2. Rumus Listrik Dinamis

Rumus listrik dinamis selengkapnya sebagai berikut.

  • Kuat Arus Listrik

I = Q / t

  • Beda Potensial Listrik

          V = W / Q

  • Hambatan Listrik

          R = ρ l / A

  • Hukum Ohm

          V = I R

Keterangan:

Q = Besar muatan (C/Coulomb)

V = Tegangan (Volt)

t = Waktu (sekon)

I = kuat arus (A/Ampere)

ρ = koefisien hambatan (ohm mm2 /m)

R = Hambatan listrik (Ohm)

A = luas penampang (m2/meter persegi)

l = panjang kawat (meter)

Agar lebih mudah dalam memahami penggunaan rumus listrik statis maupun listrik dinamis, silahkan cermati contoh soal listrik statis dan listrik dinamis berikut ini.

Contoh Soal tentang Listrik Statis dan Dinamis

Soal 1

Seutas kawat dihubungkan dengan beda potensial 12V. Jika kuat arus yang melalui kawat tersebut 4A, hitunglah berapa hambatan yang ada dalam kawat tersebut!

Penyelesaian

Diketahui:

V = 12 V

I = 4A

Jawab

V = I R

12 = 4 R

R = 3 Ohm

Jadi, hambatan yang ada dalam kawat tersebut adalah 3 Ohm.

Soal 2

Dua buah muatan listrik masing-masing QA = 4 μC dan QB = 9 μC berada di udara pada jarak 20 cm, dimanakah letak sebuah muatan sehingga resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol …

Contoh Soal Listrik

Penyelesaian

qA = 4 10-6 C

qB = 9 10-6 C

Penyelesaian:

FCA = FCB

Contoh Soal Listrik 2

4 (20-x)2 = 9×2

2(20-x) = 3x

40-2x=3x

40 = 5x

x= 40/5 = 8cm

Penting untuk Anda Baca:

Jadi, letak sebuah muatan sehingga resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol adalah 8cm dari muatan B dan 20-8 = 12cm dari muatan A.

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian listrik statis dan listrik dinamis yang dapat Admin sajikan pada kesempatan kali ini.

Akhirnya, admin berharap agar paparan listrik statis dan dinamis tersebut dapat menambah luas khasanah pengetahuan dan wawasan Anda.

Terima kasih.

Leave a Reply