* Simak, Beginilah Cara Mudah Menulis Teks Berita yang Menarik

Simak, Beginilah Cara Mudah Menulis Teks Berita yang Menarik

Blogdope.com – Simak, Beginilah Cara Mudah Menulis Teks Berita yang Menarik. Pada artikel Cara Menelaah Teks Berita, telah disampaikan bahwa berita adalah laporan cepat mengenai suatu peristiwa.

Peristiwa yang dilaporkan dalam teks berita harus bersifat penting dan aktual untuk disampaikan kepada masyarakat.

Baik, mari kita lanjutkan pembahasan teks berita selengkapnya.

Cara Mudah Menulis Teks Berita

cara menulis teks berita
Bagaimana Cara Menulis Teks Berita yang Tepat?

Artikel Terkait: Cara Mudah dan Efektif Menyimpulkan Isi Teks Berita

Biasanya, teks berita memuat gambaran lengkap fakta atau sesuatu yang sedang terjadi.

Sehingga, menulis teks berita dapat bermakna sebagai kegiatan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk berita secara tertulis.

Untuk dapat menulis teks berita yang menarik dan baik, maka seorang penulis wajib mengetahui terlebih dahulu pengertian dan persyaratan berita.

Teks berita adalah suatu jenis teks yang beristiwa peristiwa terkini atau aktual. Berita yang disajikan berbentuk laporan kejadian.

Banyak juga yang mengatakan bahwa berit aadalah informasi baru yang disajikan dalam pembacaan dan penulisan yang jelas, aktual, dan menarik.

Syarat-syarat Teks Berita yang Baik dan Menarik

Syarat teks berita yang baik dan menarik sebagai berikut.

1. Aktual atau baru

Agar teks berita yang kita tulis dapat menarik perhatian pembaca, maka unsur aktual atau baru adalah bagian terpentingnya.

Sesuatu yang baru, peristiwa yang baru terjadi, kejadian aktual yang masih hangat dibicarakan masyarakat tentu lebih menarik. Apalagi jika dibandingkan dengan peristiwa yang sudah lama dan tentu saja kurang aktual.

Baca :  Bagaimana Cara Mengidentifikasi Teks Berita? Simak Penjelasan Pengertian, Ciri-ciri, Unsur, dan Strukturnya

2. Jarak

Unsur yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jarak. Jauh dekatnya jarak dari peristiwa yang sedang terjadi tentu berimbas pada cara menulis teks berita.

Misalnya, jika kita akan menulis teks berita untuk kepentingan warga kota. Maka peristiwa yang terjadi di sekitar lingkungan kota lebih menari perhatikan. Daripada peristiwa yang terjadi kota-kota lainnya.

3. Terkenal atau Ternama

Penting tidaknya suatu peristiwa untuk diberitakan bukan satu-satunya faktor yang menentukan berita menjadi populer.

Begitu pula teks berita tidak hanya bergantung pada besar kecilnya peristiwa, menarik tidaknya kejadian atau peristiwa tersebut.

Akan tetapi juga perlu memperhitungkan subjek berita. Seorang subjek berita terkenal yang terkait dengan peristiwa tentu lebih menarik untuk diberitakan.

4. Keluarbiasaan

Menulis teks berita yang di dalamnya memuat sebuah kejadian atau peristiwa yang aneh dan luar biasa tentu selalu lebih menarik perhatian pembaca.

5. Akibat

Biasanya, masyarakat lebih tertarik untuk membaca tentang kejadian yang dapat menimbulkan akibat atau pengaruh.

Suatu kejadian yang mempunyai pengaruh atau akibat selalu menarik perhatian masyarakat. Karena menggugah sifat egosentris pada diri manusia.

6. Ketegangan

Unsur ketegangan dapat menjadi dasar menulis teks berita. Ketegangan dapat membuat pembaca tetap terangsang untuk mengikuti pemberitaan kita.

7. Pertentangan

Gambaran paling nyata dari sebuah teks berita yang paling banyak dibaca oleh masyarakat misalnya perang dan tinju.

Peristiwa adu fisik menimbulkan pertentangan yang tentu saja dapat menarik perhatian masyarakat.

8. Kemajuan

Pemberitaan tentang suatu kemajuan dalam teks berita selalu dapat menarik perhatian. Karena pada dasarnya semua manusia ingin maju.

9. Human Interest

Human interest merupakan satu aspek kehidupan yang menarik. Kehidupan yang menarik pada penampilan berita merupakan rangsangan tersendiri bagi pembaca.

Karena sifat manusia yang selalu ingin mengetahui yang aneh dan menarik.

10. Emosi

Salah satu sifat dasari dari manusia adalah emosi. Dalam menulis teks berita, kita dapat mengedepankan emosi yang didahului dengan rasa simpati.

Berita yang di dalamnya menggambarkan emosi selalu dapat menarik perhatian pembaca.

11. Humor

Sesuatu yang lucu biasanya menyenangkan. Humor yang ringan dapat merangsang pembaca untuk ikut tertawa. Ini merupakan bagian dari sisi penulisan berita agar disenangi.

Dengan memperhatikan syarat-syarat menulis teks berita tersebut, kita dapat memilih suatu informasi yang layak dan tidak layak untuk diberitakan.

Demikian pula halnya manakala berhadapan dengan tuntutan untuk menceritakannya kembali.

Kita diharapkan dapat mempertimbangkan syarat-syarat menulis teks berita tersebut.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Menulis Teks Berita

cara menulis teks berita
Bagaimana Cara Menulis Teks Berita yang Menarik dan Tepat?

Dalam menulis teks berita, kita harus memperhatikan beberapa aspek penting. Aspek-aspek yang harus kita perhatikan dalam menulis teks berita diantaranya sebagai berikut.

Baca : Cara Mudah dan Efektif Menyimpulkan Isi Teks Berita

1. Struktur Teks Berita

Sebuah teks berita tentu memiliki struktur yang baku dan standar. Struktur teks berita terdiri atas bagian kepala, tubuh, dan ekor berita.

a. Kepala Berita

Kepala berita disajikan dengan unsur 5W + 1H. Penyajian bagian kepala berita haruslah singkat dan padat. Dengan kata lain, kepala berita tidak boleh menggunakan kalimat yang bertele-tele.

Hal tersebut bertujuan agar pembaca segera mengetahui informasi atau berita yang akan disajikan dan menjadi tertarik untuk membaca lebih lanjut.

b. Tubuh Berita

Tubuh berita merupakan pengembangan lebih lanjut dari kepala berita. Bagian tubuh berita terletak di bagian tengah dari sebuah teks berita.

Pada bagian tubuh berita, unsur 5W + 1H dikembangkan lebih rinci dan jelas.

Umumnya, bagian tubuh berita disajikan paling panjang jika kita bandingkan dengan bagian kepala berita maupun ekor berita.

Karena pada bagian tubuh berita harus memuat informasi mengapa sebuah peristiwa terjadi, dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi atau kronologisnya.

c. Ekor Berita

Bagian ekor atau kaki berita biasanya memuat kesimpulan berita. Atau dapat juga berisi informasi yang sifatnya tidak terlalu penting.

2. Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Kaidah kebahasaan teks berita mencakup hal-hal sebagai berikut.

Baca : Cara Tepat Menelaah Teks Berita Berdasarkan Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

a. Penggunaan ragam bahasa baku dan bersifat standar.

Penggunaan ragam bahasa baku dan bersifat standar berguna untuk menjembatani pemahaman banyak kalangan.

Karena dengan menggunakan ragam bahasa standar membuat teks berita lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Sedangkan penggunaan kata-kata dalam ragam bahasa popular sebaiknya dihindari, terutama pada media berskala nasional.

Demikian pula halnya dengan ragam bahasa kedaerahan.

Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaidah standar atau kaidah yang dibakukan.

Adapun pedoman kebakuan berbahasa adalah: 1) tatabahasa baku bahasa Indonesia, 2) kamus umum bahasa Indonesia, 3) ejaan yang disempurnakan (EYD).

b. Membuat keterangan atau adverbial.

Kita tentu tahu bahwa sebagian besar isi teks berita selalu memuat keterangan.

Dalam hal ini, Keterangan dalam teks berita berfungsi untuk menguatkan aktualitas berita. Sebab tanpa keterangan yang jelas, maka isi berita akan meragukan.

Beberapa jenis keterangan biasa umum ditemukan dalam berita, misalnya: keterangan waktu dan keterangan tempat.

Contoh penggunaan keterangan waktu dalam berita misalnya: Sabtu (25/7/2022), kemarin, tahun 2022, sekitar pukul 10.00.

Sedangkan contoh keterangan tempat yang umum dipakai misalnya: ketika ditemui di Mapolres Depok, di kantornya, di Yogyakarta.

c. Menggunakan Verba Transitif

Verba transitif adalah kata kerja yang membutuhkan dua nomina. Satu nomina berfungsi sebagai subyek. Sedangkan satu nomina yang lain berfungsi sebagai obyek dalam kalimat aktif.

Sebaliknya dalam kalimat pasif, obyek tersebut dapat berubah menjadi subyek.

Perhatikan contoh kalimat yang menggunakan verba transitif berikut ini.

Kalimat aktif: Masyarakat di benua Eropa belum banyak mengetahui informasi tentang kebudayaan Indonesia.

Kalimat pasif: Informasi tentang kebudayaan Indonesia belum banyak diketahui oleh masyarakat di benua Eropa.

d. Penggunaan Verba Pewarta

Verba pewarta adalah kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan percakapan atau wawancara.

Beberapa contoh kata yang berupa verba pewarta diantaranya: ujar, tukas, tutur, tegas, dan sebagainya.

Langkah-langkah Menulis Teks Berita

Sedangkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menulis teks berita dengan baik dan menarik selengkapnya sebagai berikut.

1. Menentukan peristiwa dan sumbernya

Agar dapat menulis teks berita yang baik, kita perlu menentukan peristiwa dan sumbernya. Tentu saja dengan tetap memperhatikan syarat-syarat berita.

Misalnya berupa peristiwa yang menarik dan menyangkut kepentingan masyarakat luas.

2. Mendatangi sumber berita

Mendatangai sumber berita dan mengamati secara langsung merupakan langkah penting untuk dapat menulis teks berita.

Dapat juga melakukan wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan peristiwa yang diberitakan.

3. Mencatat fakta-fakta peristiwa

Kegiatan mencatat fakta-fakta tentang peristiwa dilakukan dengan berpegang pada pola ADIKSIMBA (Apa, Dimana, Siapa, Mengapa, Bagaimana).

4. Mengembangkan fakta menjadi teks berita yang utuh

Setelah memperoleh fakta-fakta yang terkait dengan peristiwa, langkah menulis teks berita berikutnya adalah mengembangkan fakta tersebut menjadi teks berita yang utuh.

Penyajian teks berita dilakukan dari bagian yang paling penting ke bagian yang kurang penting.

Dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku dalam teks berita.

5. Penyuntingan berita

Tahap penyuntingan berita selalu diperlukan untuk dapat menulis teks berita yang baik dan menarik.

Kalau masih menemukan beberapa kekeliruan dari teks berita yang kita buat, hal ini adalah wajar.

Oleh sebab itulah, sebelum teks berita dipublikasikan maka kita wajib melakukan penyuntingan berita.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan berita diantaranya:

a. Kebenaran isi berita yang ditunjang dengan keakuratan fakta-faktanya.

b. Kelengkapan isi berita, ditandai adanya komponen-komponen berita berpola ADIKSIMBA.

c. Struktur penyusunan berita, dimulai dari bagian yang penting ke bagian yang kurang penting.

d. Penggunaan ragam bahasa, terkait erat dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan ketepatan ejaan serta tanda baca.

Artikel yang Mungkin Anda Sukai:

Demikianlah paparan mengenai cara mudah menulis teks berita yang menarik. Admin berharap semoga sajian cara menulis teks berita di atas dapat menambah luas wawasan dan pengetahuan Anda.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply