Struktur Teks Negosiasi yang Tepat beserta Contoh Telaahnya

Blogdope.com – Pemahaman terkait struktur teks negosiasi yang tepat beserta contoh telaahnya sangat penting untuk memperkaya khasanah berbahasa. Artikel berikut membahas tentang struktur teks negosiasi yang tepat dan contoh telaahnya.

Pengertian dan Tujuan Negosiasi

Negosiasi merupakan proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lain.

Tujuan negosiasi adalah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan, untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan).

Negosiasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dalam melakukan transaksi, atau menyelesaikan sengketa/perselisihan pendapat.

struktur teks negosiasi dan contoh telaah

Baca Juga:

Struktur Teks Negosiasi yang Tepat

Berikut ini dijelaskan struktur teks negosiasi secara umum terdiri atas:

1. Pembukaan

Pembukaan berisi pengenalan isu atau sesuatu yang dianggap masalah oleh salah satu pihak. Misalnya permintaan cuti kerja karena terkait dengan kehamilan.

Selain itu, pembukaan dapat menggambarkan atau menunjukkan gambaran awal suatu teks atau cerita.

2. Isi

Isi berupa adu tawar dari kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian yang saling menguntungkan, sampai diperolehnya kesepakatan atau ketidaksepakatan.

Di dalamnya mungkin terdapat argumen-argumen, termasuk penentangan dan sanggahan-sanggahan.

Bisa juga berisi permintaan suatu keadaan dimana kondumen meminta dan menanyakan sejumlah barang pada produsen.

Selain itu, berisi penawaran suatu keadaan dimana produsen dan konsumen memiliki kesepakatan yang menguntungkan keduanya.

3. Penutup

Penutup berisi persetujuan dan kesepakatan kedua belah pihak. Mungkin pula di dalamnya ada ucapan terima kasih, harapan, ataupun ungkapan lainnya sebagai penanda kepuasan ataupun ketidakpuasan.

Penutup sering disebut sebagai bagian akhir dari suatu teks yang menujukan salam perpisahan dan sebagainya.

Bisa juga persetujuan atau penolakan adanya kesepakatan atau ketidaksepakatan harga antara penjual dan pembeli yang sudah dirundingkan sebelumnya.

Menurut Muryanto, dkk (2013: 150) mengatakan bahwa “Struktur negosiasi mencakup orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, pembelian dan penutup.”

Contoh Telaah Struktur Teks Negosiasi yang Tepat

Perhatikanlah contoh teks negosiasi beserta strukturnya berikut ini.

Pembukaan atau Orientasi

Pembeli : “Berapa harga sekilo manga ini, Bang?” (sambil menunjuk ke arah manga gedong gincu)
Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Isi : berupa penawaran, dan pengajuan 
Penawaran

Pembeli : “Boleh kurang kan, Bang?” Pengajuan

Pengajuan

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Penawaran

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”

Pengajuan

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Penawaran

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Pengajuan

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”

Penawaran

Pembeli: “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penutup : Berupa persetujuan
Persetujuan

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.” Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya pak.”

Demikianlah jawaban yang tepat atas pertanyaan mengenai struktur teks negosiasi yang tepat beserta contoh telaahnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: