Teknik penilaian pengetahuan dalam Kurikulum 2013

blogdope.com – teknik Penilaian Pengetahuan oleh Pendidik dalam Kurikulum 2013

Permendikbud No. 21 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) memuat bahwa rujukan SKL adalah Bloom Taxonomy yang pertama kali dikenalkan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956 dan dikembangkan lebih lanjut oleh Anderson and Krathwol pada tahun 2001.

Bloom Taxonomy mengkategorikan capaian pembelajaran menjadi tiga domain, yaitu dimensi pengetahuan yang terkait dengan penguasaan pengetahuan, dimensi sikap yang terkait dengan penguasaan sikap dan perilaku, serta dimensi ketrampilan yang terkait dengan penguasaan ketrampilan.

taksonomi bloom

Gambar Taksonomi Bloom

Dimensi pengetahuan diklasifikasikan menjadi faktual, konseptual, prosedural, serta metakognitif. Dimensi proses kognitif ini tersusun secara hirarkis mulai dari mengingat (remembering), memahami (understanding), menerapkan (applying), menganalisis (analyzing), menilai (evaluating), dan mengkreasi (creating).

Berdasarkan  uraian  di  atas  maka  yang  dimaksud  dengan  penilaian pengetahuan dalam adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur proses dan hasil pencapaian kompetensi peserta didik yang berupa kombinasi penguasaan proses kognitif (kecakapan berpikir) mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi dengan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif.

Dimensi  pengetahuan  yang  dinilai  beserta  contohnya  tampak  dalam  Tabel  1  di bawah ini (Anderson, et.al., 2001).

Tabel 1. Jenis, Subjenis, dan Contoh Dimensi Pengetahuan

Jenis dan SubjenisContoh
A.    Pengetahuan Faktual

1.      Pengetahuan tentang terminologi

2.      Pengetahuan tentang detail elemen yang spesifik

Kosakata teknis, simbol-simbol, musik, legenda peta, sumber daya alam pokok, sumber-sumber informasi yang reliabel
B.    Pengetahuan Konseptual

1.      Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori

2.      Pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi

3.      Pengetahuan tentang teori, model, dan struktur

Bentuk-bentuk badan usaha, periode waktu geologi, rumus Pythagoras, hukum permintaan dan penawaran, teori evolusi, struktur pemerintah desa.
C.    Pengetahuan Prosedural

1.      Pengetahuan tentang keterampilan dalam bidang tertentu dan algoritma

2.      Pengetahuan tentang teknik dan metode dalam bidang tertentu

3.      Pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan kapan harus menggunakan prosedur yang tepat

Keterampilan melukis dengan cat air, algoritma pembagian seluruh bilangan, teknik wawancara, penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran, kriteria untuk menentukan kapan harus menerapkan prosedur hukum Newton, kriteria yang digunakan untuk menilai visibilitas metode.
D.       Pengetahuan Metakognitif

1.      Pengetahuan strategis

2.      Pengetahuan tentang tugas-tugas

3.      Pengetahuan tentang diri

Pengetahuan tentang suatu skema untuk mengetahui struktur suatu pokok bahasan dalam buku teks, pengetahuan tentang penggunaan metode penemuan atau pemecahan masalah, pengetahuan tentang berbagai tes kognitif yang dibuat oleh pendidik, pengetahuan tentang beragam tugas kognitif, pengetahuan bahwa diri sendiri kuat dalam mengkritisi esay namun lemah dalam menulis esay, pengetahuan tentang tingkat kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri

Karena semua rumusan kompetensi dasar maupun indikator atau tujuan pembelajaran selalu terdiri atas proses kognitif, yang ditunjukkan dengan kata kerja operasional, dan dimensi pengetahuan, penilaian (kategori-kategori) pengetahuan tidaklah mungkin dilakukan tanpa menyertakan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan dengan beragam proses kognitif.

Teknik Penilaian Pengetahuan dalam Kurikulum 2013

Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik. Pendidik dapat memilih teknik   penilaian   yang   paling   sesuai   dengan   karakteristik   kompetensi   dasar, indikator, atau tujuan pembelajaran yang akan dinilai.

Segala sesuatu yang akan dilakukan dalam proses penilaian perlu ditetapkan terlebih dahulu pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Teknik yang biasa digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan.

1)   Tes Tertulis

Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti  memberi  tanda,  mewarnai,  menggambar dan lain sebagainya.

Bentuk tes tertulis berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan atau disiapkan dengan mengikuti langkah- langkah berikut.

  1. Menganalisis kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi (IPK). IPK sudah dicantumkan dalam RPP. IPK untuk KD tertentu sebaiknya ditingkatkan, dalam arti menetapkan kata kerja operasional yang lebih tinggi daripada yang dirumuskan dalam KD. Misalnya, jika kata kerja operasional KD terdapat pada tingkat kognitif memahami, maka pendidik dapat menetapkan IPK sampai menganalisis atau mengevaluasi. Tentu saja tidak semua KD perlu ditingkatkan, tergantung pada karakteristik peserta didik.
  2. Menetapkan tujuan   penilaian   untuk   keperluan   mengetahui   capaian pembelajaran ataukah untuk memperbaiki proses pembelajaran, atau untuk Tujuan penilaian harian (PH) berbeda dengan tujuan penilaian tengah semester (PTS), dan tujuan untuk penilaian akhir semester (PAS). Sementara penilaian harian biasanya diselenggarakan untuk mengetahui capaian pembelajaran atau untuk memperbaiki proses pembelajaran (formatif), PTS dan PAS umumnya untuk mengetahui capaian pembelajaran (sumatif).
  3. Menyusun Kisi-Kisi Soal meliputi KD yang akan diukur, lingkup materi, materi, indikator soal, nomor soal, level, dan bentuk soal. Kisi-kisi disusun untuk memastikan butir-butir soal mewakili apa yang seharusnya diukur secara pr Pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif dengan kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi akan terwakili secara memadai.
  4. Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal
  5. Menyusun pedoman penskoran.  Untuk soal pilihan ganda, isian, menjodohkan, dan jawaban singkat disediakan kunci jawaban. Untuk soal uraian disediakan kunci/model jawaban dan rubrik.

2)   Tes Lisan

Tes   lisan   adalah  tes  yang  pelaksanaannya  dilakukan  secara  langsung  antara pendidik dan peserta didik. Menurut Thoha (2011) tes lisan terkategori tes verbal, tes dimana soal dan jawabannya diberikan secara lisan.

Tes lisan merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pendidik secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tes lisan terdiri dari tes lisan bebas dan tes lisan berpedoman.

Tes lisan bebas dilakukan pendidik dalam memberikan soal kepada peserta didik tanpa menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis. Tes lisan berpedoman, pendidik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta didik.

Selain bertujuan mengecek penguasaan pengetahuan peserta didik (assessment of learning), tes lisan terutama digunakan untuk perbaikan pembelajaran (asessment for learning). Tes lisan juga dapat menumbuhkan sikap berani berpendapat, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Tes lisan juga dapat digunakan untuk melihat ketertarikan peserta didik terhadap materi yang diajarkan dan motivasi peserta didik dalam belajar (assessment as learning).

3)   Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur dan/atau memfasilitasi  peserta  didik  memperoleh  atau  meningkatkan  pengetahuan. Penugasan untuk mengukur pengetahuan dapat dilakukan setelah proses pembelajaran (assessment of learning). Sedangkan penugasan untuk meningkatkan pengetahuan diberikan sebelum dan/atau selama proses pembelajaran (assessment for learning).

Perencanaan Penilaian Pengetahuan

Salah satu langkah penting dalam melakukan penilaian pengetahuan adalah perencanaan. Perencanaan dilakukan agar tujuan penilaian yang akan dilakukan menjadi jelas.

Perencanaan penilaian juga akan memberikan gambaran dan desain operasional terkait tujuan, bentuk, teknik, frekuensi, pemanfaatan dan tindak lanjut penilaian.

Perencanaan penilaian harus dilaksanakan secara sistematis agar tujuan dapat tercapai. Perancangan strategi penilaian dilakukan pada saat penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus. Berikut ini adalah langkah- langkah penting dalam perencanaan penilaian.

1)  Menetapkan tujuan penilaian

Tujuan   penilaian   ditetapkan  dengan  mengacu  pada  RPP  yang  telah  disusun. Misalnya saja sebuah penilaian dimaksudkan untuk mengukur penguasaan pengetahuan  peserta  didik  pada  KD  3.7  dari  KI-3  pada  mata  pelajaran  Bahasa Inggris. Maka langkah penetapan tujuan penilaiannya adalah sebagai berikut:

Bunyi KD 3.7 adalah Membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks deskriptif lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang, binatang, dan benda, sangat pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya.

Tujuan pembelajaran yang tertulis dalam RPP adalah:

a) Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi sosial teks deskriptif tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang.

b) Peserta didik  dapat  mengidentifikasi  struktur  teks  deskriptif  tulis  dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang.

c) Peserta  didik  dapat  mengidentifikasi  unsur  kebahasaan  teks  deskriptif  tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang.

Berdasarkan tujuan pembelajaran yang terdapat dalam RPP maka dapat ditetapkan tujuan penilaian. Tujuan penilaian yaitu untuk mengukur penguasaan peserta didik dalam mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks  deskriptif  lisan  dan  tulis  dengan  memberi  dan  meminta  informasi  terkait dengan deskripsi orang, binatang, dan benda, sangat pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya.

2)  Menentukan Bentuk Penilaian

Setelah menetapkan tujuan penilaian, langkah selanjutnya adalah menetapkan bentuk penilaian. Dalam contoh ini, tujuan penilaian ditetapkan berdasarkan tujuan pembelajaran yang terdapat dalam RPP, oleh karena itu, bentuk penilaian yang dipilih adalah ulangan.

Selain ulangan, bentuk penilaian lain yang dapat dipilih oleh pendidik  adalah  pengamatan,  penugasan,  dan  atau  bentuk  lain  yang  diperlukan.

Pemilihan   bentuk   penilaian   sepenuhnya   diserahkan   kepada   pendidik   dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan KD yang akan dinilai.

3)  Memilih Teknik Penilaian

Setelah  bentuk  penilaian  ditetapkan,  langkah  selanjutnya  adalah  memilih  teknik yang akan digunakan. Untuk mengukur penguasaan kompetensi pengetahuan, pendidik dapat menggunakan teknik tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Teknik penilaian yang dipilih harus disajikan dalam RPP.

4)  Menyusun Kisi-Kisi

Kisi-kisi merupakan sebuah format, memuat kriteria soal yang akan disusun dengan meliputi KD yang akan diukur, lingkup materi, materi, indikator soal, nomor soal, level, dan bentuk soal.

Kisi-kisi disusun untuk memastikan butir-butir soal mewakili apa yang seharusnya diukur secara proporsional. Pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dengan kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi akan terwakili secara memadai.

5)  Menyusun soal

Selanjutnya, dilakukan penyusunan butir soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penyusunan soal.

6)  Menyusun pedoman penskoran.

Penyusunan soal pilihan ganda, isian, menjodohkan, dan jawaban singkat disediakan kunci jawabannya. Soal uraian disediakan kunci/kriteria jawaban.

Pelaksanaan Penilaian

Pelaksanaan penilaian merupakan implementasi atas perencanaan dan penyusunan instrumen penilaian. Waktu dan frekuensi pelaksanaan penilaian dilakukan berdasarkan pemetaan dan perencanaan yang dilakukan oleh pendidik sebagaimana yang tercantum dalam program semester dan program tahunan.

Berdasarkan bentuknya, pelaksanaan penilaian terdiri dari pelaksanaan penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PTS), dan penilaian akhir semester (PAS). Penilaian harian (PH) dilaksanakan setelah serangkaian kegiatan pembelajaran berlangsung dalam menyelesaikan satu KD atau satu tema untuk jenjang SD.

Penilaian tengah semester (PTS) merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian KD mata pelajaran setelah kegiatan pembelajaran berlangsung 8-9 minggu. Cakupan PTS meliputi seluruh KD pada periode tersebut atau seluruh KD dari dua atau tiga tema.

Frekuensi penilaian pengetahuan yang dilakukan oleh pendidik ditentukan berdasarkan hasil pemetaan penilaian dan selanjutnya dicantumkan dalam program tahunan dan program semester. Penentuan frekuensi penilaian tersebut didasarkan pada analisis KD.

KD-KD “gemuk” (KD dengan materi pokok lebih dari satu dan atau memuat lebih dari satu KKO) dapat dinilai lebih dari 1 (satu) kali, sedangkan KD-KD “kurus” (KD dengan satu materi pokok dan satu KKO) dapat disatukan untuk sekali penilaian atau diujikan bersama.

Dengan demikian frekuensi dalam penilaian atau ulangan dalam satu semester dapat bervariasi tergantung pada tuntutan KD dan hasil pemetaan oleh pendidik.

Pengolahan Hasil Penilaian Pengetahuan

Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian (PH), penilaian tengah semester  (PTS),   dan   penilaian  akhir  semester  (PAS)  yang   dilakukan  dengan beberapa teknik penilaian sesuai tuntutan KD. Penulisan capaian pengetahuan pada buku rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 yang disertai dengan deskripsi.

1)  Hasil Penilaian Harian (HPH)

Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penilaian harian melalui tes tertulis dan/atau penugasan untuk setiap KD.

Dalam perhitungan nilai rata-rata dapat diberikan pembobotan untuk nilai tes tertulis dan penugasan misalnya 60% untuk bobot tes tertulis dan 40% untuk penugasan. Pembobotan ini ditentukan oleh pendidik berkoordinasi dengan satuan pendidikan.

Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang “gemuk”, sehingga  PH  tidak  perlu  menunggu  selesainya  pembelajaran  satu  KD  tersebut.

Materi dalam suatu PH untuk KD “gemuk” mencakup sebagian dari keseluruhan materi yang dicakup oleh KD tersebut. Bagi KD dengan cakupan materi sedikit, PH dapat  dilakukan  setelah  pembelajaran  lebih  dari  satu  KD.  Pada  jenjang  SD,  PH dilakukan setelah menyelesaikan minimal satu tema.

2)  Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS)

Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian tengah semester (PTS) melalui tes tertulis dengan materi yang diujikan terdiri  atas  semua  KD  dalam  tengah  semester.

Pada  jenjang  SD,  PTS  dilakukan setelah kegiatan pembelajaran menyelesaikan 2 atau 3 tema. Jumlah butir soal yang diujikan dari setiap KD ditentukan secara proporsional, bergantung tingkat “kegemukan” KD dalam tengah semester tersebut.

3)  Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS)

Hasil  Penilaian  Akhir  Semester  (HPAS)  merupakan  nilai  yang  diperoleh  dari penilaian  akhir  semester  (PAS)  melalui  tes tertulis  dengan  materi yang  diujikan terdiri atas semua KD atau semua tema dalam satu semester.

Jumlah butir soal yang diujikan dari setiap KD ditentukan secara proporsional, bergantung tingkat keluasan dan kedalaman materi  KD dalam satu semester tersebut.

4)  Hasil Penilaian Akhir (HPA)

Hasil Penilaian Akhir   merupakan hasil pengolahan dari HPH, HPTS, dan HPAS dengan menggunakan formulasi dengan atau tanpa pembobotan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Di samping nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam buku rapor dituliskan deskripsi capaian pengetahuan untuk setiap mata pelajaran. Deskripsi capaian pengetahuan dalam buku rapor dilakukan dengan mengikuti rambu-rambu berikut.

a) Penggunaan kalimat dalam deskripsi pengetahuan bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positi Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya: … tetapi masih perlu peningkatan dalam … atau… namun masih perlu bimbingan dalam hal ….

b) Deskripsi berisi  beberapa  pengetahuan  yang  SANGAT  BAIK  dan/atau  BAIK dikuasai oleh peserta didik dan yang penguasaannya MULAI BERKEMBANG.

Pemanfaatan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian

Hasil penilaian dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan dan perkembangan peserta didik. Di samping itu hasil penilaian dapat juga memberi gambaran tingkat keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan.

Berdasarkan hasil penilaian, kita dapat menentukan langkah atau upaya yang harus dilakukan dalam meningkatkan kualitas  proses  dan  hasil  belajar  oleh  pendidik,  satuan  pendidikan,  orang  tua, peserta didik, maupun pemerintah.

Hasil penilaian yang diperoleh harus diinformasikan langsung kepada peserta didik sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan peserta didik (assessment as learning), pendidik (assessment for learning), dan satuan pendidikan selama proses pembelajaran berlangsung (melalui PH/pengamatan harian) maupun setelah beberapa kali program pembelajaran (PTS), atau setelah selesai program pembelajaran selama satu semester (PAS).

Penilaian yang dilakukan oleh pendidik dengan tujuan untuk memperoleh nilai guna pengisian buku rapor, maka penilaian ini merupakan assessment of learning.

Hasil analisis penilaian pengetahuan berupa informasi tentang peserta didik yang telah mencapai KKM dan peserta didik yang belum mencapai KKM. Peserta didik yang belum mencapai KKM perlu ditindaklanjuti dengan remedial, sedangkan peserta didik yang telah mencapai KKM diberikan pengayaan, dengan memperhatikan ketersediaan waktu pertemuan yang ada.

1)  Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:

a) pemberian pembelajaran  ulang  dengan  metode  dan  media  yang  berbeda, menyesuaikan dengan gaya belajar peserta didik;

b) pemberian bimbingan  secara  perorangan  (hanya  pada  peserta  didik  yang harus remedial);

c) pemberian instrumen-instrumen atau latihan secara khusus, dimulai dengan instrumen-instrumen atau latihan sesuai dengan kemampuannya;

d) pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelasnya yang telah mencapai KKM.

Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai  KKM berdasarkan  hasil  PH,  PTS,  atau  PAS.  Pembelajaran  remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KKM dengan waktu hingga batas akhir semester.

Apabila  hingga  akhir  semester  pembelajaran remedial  belum  bisa membantu peserta didik mencapai KKM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat  dihentikan.  Nilai  KD  yang  dimasukkan  ke  dalam  pengolahan  penilaian akhir semester adalah penilaian setinggi-tingginya sama dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran tersebut.

Apabila pesetra didik belum/tidak mencapai KKM, nilai yang dimasukkan adalah nilai tertinggi yang dicapai setelah mengikuti pembelajaran remedial. Guru tidak dianjurkan dengan memaksakan pemberian nilai tuntas kepada peserta didik yang belum mencapai KKM.

2)  Pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:

a) Belajar  kelompok,   yaitu   sekelompok   peserta   didik   diberi   instrumen pengayaan untuk dikerjakan bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran;

b) Belajar mandiri,  yaitu  peserta  didik  diberi  instrumen  pengayaan  untuk dikerjakan sendiri/individual;

Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada tema tertentu sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.

Demikian artikel mengenai Teknik Penilaian Pengetahuan dalam Kurikulum 2013.  Semoga bermanfaat.

Sumber: Buku Penilaian HOTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *