Teori Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Blogdope.com – Teori Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Masuknya ajaran agama Islam ke Indonesia memilik riwayat sejarah yang teramat panjang. Teori masuknya agama Islam ke Indonesia patut diketahui sebagai pranala proses interaksi antara ajaran agama Islam dengan masyarakat di Indonesia.

Ajaran agama Islam dibawa masuk ke Indonesia dan bisa sampai masuk ke lingkungan istana kerajaan-kerajaan di Indonesia pada waktu itu melalui jalur perdagangan.

Proses interaksi yang terjadi antara ajaran agama Islam dengan kultur sosial budaya yang berlaku pada masa itu menimbulkan sebuah jaringan keilmuan sekaligus akulturasi budaya sekaligus silang budaya yang bahkan berlangsung hingga sekarang.

Teori masuknya agama Islam ke Indonesia akan diuraikan pada paparan di bawah ini. 

Teori Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Terjadinya interaksi antara ajaran agama Islam dengan budaya masyarakat di Indonesia pada masa itu merupakan penanda awal masuknya Islam ke Indonesia.

ibadah hajiProses interaksi tersebut dapat dilihat dalam rupa ibadah haji dan umrah yang dilakukan oleh pemeluk agama Islam di Indonesia. 

Akulturasi budaya dalam bentuk lain diwujudkan dengan banyaknya ulama yang berasal dari Timur Tengah yang datang dan berkunjung ke Indonesia dengan tujuan untuk berdakwah dan memperluas ajaran agama Islam.

Dampak dari proses-proses interaksi di atas adalah tertingkatnya keimanan serta ketakwaan umat Islam terhadap ajaran agamanya di Indonesia.

Lalu kapan dan darimana pertama kali agama Islam masuk ke Indonesia, serta bagaimanakah prosesnya?

Memang pendapat mengenai proses masuknya agama Islam ke Indonesia banyak sekali dikemukakan. Hal ini terutama menyangkut masalah waktu dan tempat asalnya.

Pendapat 1

J. PijnapelPendapat ini dikemukakan oleh para ahli dari daratan Eropa terutama Belanda. Beberapa tokoh yang mendukung pendapat ini adalah J. Pijnapel, C. Snouck Hurgronye, serta J.P. Moquetta.

Dinyatakan oleh J. Pijnapel bahwa Agama Islam yang masuk ke Indonesia berasal dari Gujarat dan terjadi kurang lebih pada abad ke-13 Masehi atau abad ke-7 pada penanggalan Hijriyah. 

Gujarat merupakan sebuah daerah yang terletak di India bagian Barat dan letaknya berdekatan dengan Laut Arab.

Posisi geografis yang demikian menjadikan Gujarat memiliki keuntungan tata letak yang strategis, karena terletak pada jalur perdagangan antara Timur dan Barat.

Pada masa itu, para pedagang dari Arab yang bermahzab Syafi’i telah menetap dan bermukim di Gujarat serta Malabar dari sekira abad ke-7 Hijriyah.

Pendapat Pijnapel yang kemudian dikuatkan oleh Hurgronye dan Moquetta tersebut berlandasarkan pada penemuan batu nisan Sultan Malik Al-Saleh yang meninggal pada 17 Dzulhijjah 831 Hijriyah atau tahun 1297 Masehi di Pasai, Aceh..

Menurut mereka, batu nisan yang ditemukan di Pasai, Aceh dan makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur memiliki kesamaan bentuk dengan batu nisan yang terdapat di daerah Kambay, Gujarat.

Maulana Malik Ibrahim sendiri dikenal sebagai penyiar agama Islam yang meninggal pada tahun 1419.

Simpulan yang kemudian diambil oleh Moquetta adalah batu-batu nisan yang ditemukan di Pasai, Aceh dan Gresik, Jawa Timur didatangkan dari Gujarat atau setidaknya dibuat oleh orang Gujarat atau dibuat oleh orang Indonesia yang pernah belajar ilmu kaligrafi khas Gujarat.

Pendapat 2

hoesein djajadiningratPendapat tentang teori masuknya agama Islam ke Indonesia dikemukakan oleh Hoesein DjajadiningratIa mengatakan bahwa agama Islam yang masuk ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau yang sekarang dikenal dengan Iran.

Dasar dari pendapat yang dikemukakan oleh Hoesein Djajadiningrat beberapa bentuk kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat Indonesia dengan budaya dan tradisi yang berlangsung di Parsi atau Persia.

Bentuk kesamaan budaya dan tradisi tersebut diantaranya: perayaan 10 Muharram atau Asyuro yang merupakan hari suci kaum Syiah untuk menandai meninggalnya Husein bin AliSeperti halnya di daerah Pariaman, Sumatera Barat dan Bengkulu dalam rupa Tradisi Tabot.

tradisi tabot

Pendapat 3

buya hamkaPendapat tentang teori masuknya agama Islam ke Indonesia ini dikemukakan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka.

Dia mengatakan bahwa Islam berasal dari tanah kelahirannya yaitu Arab atau Mesir.

Proses masuknya agama Islam terjadi pada abad pertama pada penanggalan Hijriyah atau sekitar abad ke-7 Masehi. Pendapat Hamka ini memperoleh sokongan dari Anthony H. Johns yang menyatakan bahwa Islam berasal dari Mekkah.

Islamisasi dilakukan oleh kaum pengembara dari Timur Tengah yang datang ke Indonesia. Kaum pengembara atau musafir biasa melakukan perjalanan pengembaraan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tujuan mengembangkan ajaran agama Islam.

Proses Islamisasi merupakan sebuah hal yang bersifat kompleks dan proses tersebut bahkan masih berjalan sampai dengan sekarang.

Tongkat estafet Islamisasi dimulai dari daerah Pasai, Aceh dan Malaka. Pengaruh agama Islam di Pasai ini kemudian berkembang dan menjadi tonggak sejarah Aceh Darussalam.

Negara bagian Johor yang sekarang berada di wilayah kedaulatan Malaysia juga akan selalu mengingat dinasti kerajaan Palembang sebagai peletak dasar pengembangan kebudayaan Islam di tanah Malaka.

Demikian artikel mengenai Teori Masuknya Agama Islam ke IndonesiaSemoga bermanfaat.

 

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia