Unsur Intrinsik Cerpen, Apa Sajakah yang Termasuk Di dalamnya?

Blogdope.comUnsur Intrinsik Cerpen, Apa Sajakah yang Termasuk di Dalamnya? Pada dasarnya cerpen ialah karya sastra yang di dalamnya memaparkan kisah ataupun cerita mengenai manusia dan seluk beluk kehidupannya. Bentuk penulisan cerpen naratif singkat.

Selain itu, cerpen juga bisa berupa bentuk prosa baru yang menceritakan kehidupan pelaku yang bernilai paling penting dan menarik. Alur cerpen memperbolehkan terjadinya konflik atau pertikaian, meskipun tidak merubah nasib tokohnya.

Bagaimanakah Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar?

Topik yang dituangkan dalam cerpen tidak jauh dari pengalaman hidup penulisnya sehari-hari. selanjutnya, pengalmaan hidup ini kemudian dinarasikan ke dalam cerpen.

Jika kita tilik dari proses penciptaannya, cerpen tidak semata-mata menggambarkan kehidupan nyata. Melainkan juga berdasar pada pandangan pengarang atau penulis.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, bahwa unsur pembangun cerpen terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

unsur intrinsik cerpen
Unsur Intrinsik dalam Teks Cerpen

 

Baca Juga: Beginilah Cara Menyimpulkan Unsur Intrinsik dalam Cerpen yang Tepat

1. Unsur Intrinsik Cerpen

Sebuah cerpen tentu saja memiliki unsur intrinsik sebagai salah satu unsur pembangun karya sastra di/ dalamnya. Unsur intrinsik cerpen ialah unsur yang membangun cerpen dari dalam cerpen itu sendiri.

Sedangkan yang termasuk dalam kategori unsur intrinsik cerpen terdiri atas: tema, amanat, latar, sudut pandang, alur, tokoh dan karakternya, majas atau gaya bahasa.

Pembahasan selengkapnya mengenai unsur intrinsik cerpen di paparkan sebagai berikut.

a. Tema Cerpen

Tema cerpen merupakan ide cerita yang menjadi persoalan pokok sebuah cerita. Penentuan tema yang di pergunakan dalam cerita dapat berasal dari pengamatan pengarang terhadap beragam peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai pembaca, kita bisa memahami tema cerpen jika sudah membaca keseluruhan cerpen.

b. Amanat

Amanat dapat menjadi media bagi pengarang untuk menyampaikan sesuatu kepada pembaca, baik yang bersifat negatif ataupun positif.

Dengan kata lain, amanat merupakan pesan berupa pemecahan masalah atau jalan keluar terhadap permasalahan yang ada dalam cerita yang ingin di sampaikan oleh pengarang.

c. Latar atau Setting Cerpen

Latar atau setting cerpen merujuk pada tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang di ceritakan dalam cerpen.

Di samping itu, latar juga bisa memberikan pijakan awal cerita secara jelas dan nyata atau konkret.

Dalam sebuah cerpen, latar dapat dikategorikan menjadi tiga jenis yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

Sebagai salah satu bagian dari unsur instrinsik sebuah cerpen, latar dapat menggambarkan tempat, waktu, suasana peristiwa dalam cerita.

d. Sudut Pandang

sudut pandang cerpen

Visi pengarang cerpen dalam memandang suatu peristiwa yang kemudian digambarkan dalam cerpen dapat kita sebut dengan istilah visi pengarang.

Pertanyaan yang biasa kita pakai untuk mengetahui sudut pandang pengarang misalnya, “Siapakah yang menceritakan kisah tersebut?”

Secara umum terdapat beberapa sudut pandang. Di antaranya sudut pandang orang pertama, sudut pandang peninjau atau orang ketiga, dan sudut pandang campuran. Gaya bahasa yang dipakai pada sudut pandang orang pertama biasanya sudut pandang “aku”).

e. Alur atau Plot

Alur atau plot merupakan urutan peristiwa yang berdasarkan hukum sebab akibat. Kita harus selalu memegang konsep bahwa alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi. Melainkan juga menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi.

Keberadaan alur dalam sebuah cerita pendek dapat membuat sebuah cerita menjadi berkesinambungan.

Oleh sebab itu, banyak orang yang mengatakan bahwa alur bisa juga di sebut dengan susunan cerita atau jalan cerita.

Cara Menyusun Alur atau Plot dalam Cerpen

Kita mengenal dua cara yang dapat digunakan untuk menyusun bagian-bagian cerita, yaitu:

Pertama, pengarang menyusun peristiwa-peristiwa secara berurutan.

Peristiwa-peristiwa dalam cerpen disusun secara berurutan oleh pengarang mulai dari tahap perkenalan sampai dengan penyelesaian. Sedangkan urutan peristiwa yang lazim meliputi:

1) Melukiskan keadaan (situation)

2) Peristiwa mulai bergerak (generating circumstances)

3) Keadaan memuncak (rising action)

4) Mencapai titik puncak (klimaks)

5) Pemecahan atau penyelesaian masalah (denouoment)

Kedua, pengarang menyusun peristiwa secara tidak berurutan.

Cerpen dapat bermula dari peristiwa terakhir atau peristiwa yang ada di tengah kemudian merujuk kembali pada peristiwa-peristiwa yang mengawalinya. Susunan seperti ini kita sebut dengan alur mundur.

Sedangkan pengertian alur secara umum ialah jalan cerita atau rangkaian jalannya cerita, pertentangan, atau konflik.

Terdapat 3 jenis alur dalam cerpen, yaitu: alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

Terakhir, terdapat 5 tahapan dalam alur yang biasa terdapat dalam cerpen, yaitu:

1) perkenalan

2) penanjakan

3) klimaks

4) puncak klimaks

5) anti klimaks atau penyelesaian

f. Tokoh dan Karakternya

Tokoh dalam cerpen merujuk pada orangnya, atau pelaku cerita dalam cerpen. Sedangkan karakter tokoh merujuk pada watak pelaku cerita.

Perwatakan atau karakter menunjukkan sifat dan sikap para tokoh yang secara tidak langsung menggambarkan kualitas pribadi seseorang tokoh.

Dalam sebuah cerpen, tokoh cerita menempati posisi yang strategis. Tokoh cerita dapat berfungsi sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca.

Cerpen dan banyak jenis cerita lainnya mengenal dua macam penokohan. Yaitu tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis menjadi aktualisasi atau perwujudan nyata norma-norma atau nilai-nilai ideal.

Kesimpulannya, tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca.

Sedangkan tokoh antagonis ialah tokoh yang menyebabkan terjadi permasalahan atau konflik. Ia juga menjadi penentang tokoh protagonis.

Jenis-jenis Tokoh dalam Cerpen

Terdapat 3 jenis tokoh, yaitu:

1) Protagonis, disebut juga sebagai tokoh utama. Tokoh protagonis ialah tokoh dalam cerpen yang biasanya berperilaku baik dan menjadi teladan.

2) Antagonis, merupakan tokoh yang menjadi penentang tokoh utama. Tokoh antagonis ialah tokoh yang biasanya berperilaku jahat.

3) Tritagonis, jenis tokoh yang mendukung tokoh utama. Tokoh tritagonis merupakan tokoh yang biasanya membantu tokoh protagonis dan berperilaku baik.

Untuk memperlihatkan penokohan perwatakan dalam cerpen, kita dapat menggunakan teknik analitik (menyebutkan secara langsung), dan teknik dramatik (penyebutan secara tidak langsung).

g. Majas atau Gaya Bahasa

Majas atau gaya bahasa ialah cara khas penulis dalam menyusun dan menyampaikan dalam bentuk tulisan dan lisan.

Adapun ruang lingkup dalam tulisan mencakup penggunaan kalimat, pemilihan kata atau diksi, penggunaan majas, dan penghematan kata.

Kesimpulannya, gaya bahasa merupakan bentuk seni pengungkapan seorang pengarang dalam karya tulisnya.

Akhirnya, itulah paparan terkait unsur intrinsik cerpen. Pada perjumpaan selanjutnya kita akan membahas unsur ekstrinsik cerpen.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda.

Baca Juga:

Terima kasih.